logoblog

Cari

Tutup Iklan

“Rowah Segare” Nelayan Kuranji

“Rowah Segare” Nelayan Kuranji

Labuapi - KM. Roah Segare, adalah salah satu tradisi rutin masyarakat nelayan Desa Kuranji-Lombok Barat (Lobar). Tiap tahun even budaya ini

Budaya

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
05 November, 2018 09:38:50
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2686 Kali

Labuapi - KM. Roah Segare, adalah salah satu tradisi rutin masyarakat nelayan Desa Kuranji-Lombok Barat (Lobar). Tiap tahun even budaya ini rutin dilaksanakan, Pada setiap bulan Muharram berprofesi sebagai nelayan. Roah segare mereka jadikan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil melaut yang melimpah ruah. Prosesi Roah segare diawali dengan pembacaan berzanji, selakaran, dzikiran dan doa. Semua kegiatan religious ini digelar di pesisir Pantai Kuranji Dalang, Minggu (4/11).

Seperti tahun sebelumnya, acara Rowah Segare, tidak saja melinatkan seluruh masyarakat setempat, tetapi juga pebajat pemerintah dari unsur pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Pada saat yang sama, suguhan sarapan pagi yang mereka sebut “Begibung” (makan bersama) siap disajikan. Pada acara begibung ini, tua muda baik pejabat maupun masyarakat kebanyakan terlibat dalam begibung ini. Ini adalah sebagai bentuk kebersamaan, tidak memandang tingkat sosial masing-masing.

Sebagai bagian dari tradisi Rowah Segare, Dulang Penamat (sesaji) terlebih dahulu didoakan oleh sesepuh warga setempat, kemudian dibawa ke bibir pantai untuk dilepas ke tengah laut. Ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan dengan hasil laut yang melimpah ruah.

Kepala Desa Kuranji Dalang, Sukadin menerangkan, kegiatan Roah Segare ini merupakan salah satu warisan tradisi dari para leluhur masyarakat Kuranji Dalang. Ini sebagai sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rezeki dengan hasil melaut, dijauhkan dari segala bentuk mala petaka dan musibah yang menimpa masyarakat khususnya masyarakat Desa Kuranji Dalang.

Menurut Sukadin, Roah Segare ini, ada beberapa ketentuan adat yang harus dilakukan. Antaralain, nelayan tidak boleh melaut untuk mencari ikan selama tiga hari setelah ritual Roah Segare berlangsung. Jika ini dilanggar, diyakini bahwa, nelayan akan mendapat bala (bencana). Lewat dari tiga hari, nelayan baru boleh melaut dengan harapan ada semangat baru, mendapat tangkapan yang melimpah.

"Desa Kuranji Dalang merupakan desa yang kaya akan warisan budaya.Salah satunya adalah Roah Segare yang sedang kita laksanakan ini," katanya.

Sukadin berharap, dengan digelarnya even budaya Roah Segare ini, bisa membangkitkan ranah pariwisata di Lombok Barat yang sempat terseok akibat bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Selain itu memberikan edukasi budaya bagi generasi muda Desa Kuranji Dalang, sehingga ke depan, kegiatan Roah Segare menjadi salah satu ikon pariwisata di daerah yang memiliki motto Patut Patuh Patju ini.

 

Baca Juga :


Di tempat yang sama Tokoh adat Kuranji, Safrudin menambahkan, Roah Segare juga merupakan salah satu sarana religious. Ini dibuktikan dengan adanya do’a kepada Tuhan, agar para nelayan selamat dari bahaya saat melaut. Mereka berdo’a supaya jika ada angin besar dan badai, perahu mereka selamat, nyawa juga bisa selamat. “Roah Segare adalah sarana memohon rizki yang melimpah ruah dari hasil melaut,” tegas Safrudin.

Sementara itu Bupati Lombok Barat melalui Asisten I, H. Ilham dalam arahannya, mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang bersumber dari kearifan budaya lokal warga. Ditegaskan Ilham, tradisi even budaya Rowah Segare terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur. Namun Ilham meminta, para nelayan tidak mengutamakan tradisi secara seremonial adat semata,melainkan juga para nelayan harus mengutamakan kelestarian pantai dan laut. Karena sejatinya,laut dan pantai sebagai tempat mencari nafkah. “Pantai dan laut harus terjaga kelestariannya, tidak saja bagi manusia tetapi juga bagi isi dan kehidupan laut,” harapnya.

Mantan Kepala Dikbud Lobar ini berharap, ke depan, tradisi ini supaya disiapkan secara maksimal, lebih semarak sebagai salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sehingga pantai Kuranji akan banyak dikenal, pengunjung terus berdatangan dan pendapatan masyarakat pun berlimpah. Dari sisi ekonomi, kegiatan Rowah Segare, masyarakat bisa menyediakan segala bentuk atraksi seperti kuliner, oleh oleh khas serta tampilan budaya lokal yang menarik perhatian pengunjung. Alasannya, Lombok Barat sangat aman, nyaman untuk dikunjungi dan menikmati semua potensi keindahan alam, ragam budaya dan keramahtamahan warganya.

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan