logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kelentang, Musik Tradisional Hampir Punah

Kelentang, Musik Tradisional Hampir Punah

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beragam. Keragaman budaya tradisional tersebut hidup dan berkembang di setiap suku bangsa yang

Budaya

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
01 November, 2018 08:21:06
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1581 Kali

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beragam. Keragaman budaya tradisional tersebut hidup dan berkembang di setiap suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Nusantara dan masing-masing keunikan tersendiri sesuai dengan latar belakang kehidupan tradisi dan budaya masyarakatnya. Salah satu dari ribuan tradisi budaya tersebut terdapat di kawasan Pulau Lombok yang merupakan bagian dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Di pulau ini terdapat suku bangsa Sasak yang merupakan penduduk asli dan mereka memiliki tradisi budaya dengan segala keunikan serta memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakatnya. Dari berbagai bentuk tradisi budaya masyarakat suku Sasak, terdapat bentuk kesenian khususnya di bidang musik tradisional yang berfungsi sebagai pengiring prosesi adat serta kegiatan-kegiatan ritual yang berkaitan dengan tradisi dan budaya masyarakat Sasak. 

Dari sekian banyak jenis musik tradisional yang hidup dan berkembang di Lombok, sebagian besar diantaranya merupakan musik prosesi yang difungsikan dalam berbagai aktivitas masyarakat terutama dalam prosesi adat-istiadat masyarakat Sasak. Dalam tradisi masyarakat Sasak terdapat berbagai aktivitas yang berbentuk prosesi adat dan budaya. Dan kali ini saya akan fokus dengan salah satu musik tradisional yang memang hampir punah, yaitu salah satunya adalah Kelentang.

Melihat Musik tradisional ini, Kita tahu kelentang booming tahun 1960-an. Grup musik yang dimainkan 35 personel ini sangat dinanti-nanti untuk ditinton dalam acata adat atau kenduri tahun itu. Empat dasawarsa sudah masa keemasan dan kejayaan musik ini berlalu dari mata dan telinga masyarakat, utama para pengagumnya.

Selama kurun waktu itu, berduyun-duyun alat musik modern maupun lokal mendampinginya sebagai pesaing berat. Tak heran, jika kemudian eksistensinya mulai terkikis. Terutama generasi muda sejak tahun 1990-an yang lebih condong kepada musik modern. jika kita mendengarkan musik ini melakukan iramanya, bahkan lebih merdu dengan musik modern. Mungkin karena kita lahir di kalangan tradisional sasak akan berkata seperti itu. Namun apa daya, saat ini kita hanya bisa melihatnya dari sosial media atau bahkan saat pentas seni.

Musik kelentang itu sendiri memiliki berbagai macam jenis alat seperti saron, gontengan, petuk, rincik, gendang, curing, gong, dan seruling. Masing-masing alat tersebut dimainkan dengan dibantu lantunan lagu-lagu cilokak yang merupakan khas sasak. “Ini yang memainkanya adalah orang-orang tua yang sudah sesepuh dan kita akan usahakan agar para pemuda juga meminati musik asli Sasak ini,” tammbahnya.

Kelentang ini masih akan kita temui di bagian kampung Serengat Kelurahan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Meskipun alat tradisional ini sudah mulai punah, akan tetapi eksistensinya dalam memainkan alat musik tetep saja dilakukan. 

 

Baca Juga :


Seharusnya musik tradisional ini lebih dinikmati atau di mainkan oleh anak anak muda generasi, karena anak muda lebih condong dalam dunia musik. Seharusnya di ajarkan pula bahkan bisa mengenal satu persatu dari alat musik Kelantang ini. Saya pun baru tahu tantang adanya musik Kelentang ini, itu pun dengan kebetulan saya bertemu di acara gawenya Dasan Agung di Taman Budaya NTB. 

Di acara ini terdapat alat alat musik tradisional yang di mainkan, iyaa salah satunya adalah Musik Kelentang ini. Memang di Taman Budaya ini sering mengeluarkan atau menanampilkan tradisi dan budaya yang memang hampir hampir punah untuk dilihat kembali.

Musik tradisional memang kalau tidak di mainkan terus menerus mungkin akan punah. Musik Tradisional tidak akan sama dengan dengan musik moderen yang ala ala kota maupun asing itu. Lebih menarik Musik tradisional yang lebih menjiwai bahkan bisa bernostalgia dengan musik musik lalu. Knapa tidak di setiap daerah ini memainkan alat tradisional dan bisa di lombakan untuk lebih menarik pula 

Kini musik kelentang tersebut diharapkan bisa menjadi sebuah solusi dari banyaknya terpaan musik modern yang membuat tergerusnya nilai dan norma yang berlaku didalam masyarakat. Kini, mereka juga berharap agar kesenian tersebut bisa eksis kembali seperti dulu yang sangat dinanti- nanti oleh masyarakat. ‘’Kini sudah mulai diminati lagi dan kami berharap kedepan lebih eksis lagi seperti pada eranya dulu".



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan