logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pergelaran Seni Budaya Untuk Peringatan Sumpah Pemuda

Pergelaran Seni Budaya Untuk Peringatan Sumpah Pemuda

Kabupaten Bima, Peringati hari sumpah pemuda, Komunitas Seni Bontomaranu menggelar pagelaran seni dan budaya pemuda bangsa di Lapangan Menara Desa Rada

Budaya

Uba Leu
Oleh Uba Leu
29 Oktober, 2018 09:46:51
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2074 Kali

Kabupaten Bima, Peringati hari sumpah pemuda, Komunitas Seni Bontomaranu menggelar pagelaran seni dan budaya pemuda bangsa di Lapangan Menara Desa Rada Kecamatan Bolo, Sabtu (27/9).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, Jena Teke Kesultanan Bima, Camat Bolo, Kepala Desa Rada dan ribuan masyarakat yang ikut menonton dan meramaikan.

Ketua Komunitas Seni Bontomaranu, Handika mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memperingati hari sumpah pemuda tahun 2018. Dalam acara tersebut menampilkan sejumlah kesenian tradisional maupun kontenporer. Tak hanya itu, pembacaan puisi dan teatrikal juga ditampilkan. “Ada juga musikalisasi puisi, dan  akuistik,” ujarnya.

Kata Handika, selain menampilkan kesenian dan budaya, pada kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan teks sumpah pemuda secara bersama oleh panitia pelaksana yang juga diikuti oleh seluruh undangan dan penonton. “Tanpa terkecuali, kami semua membaca teks sumpah pemuda,” katanya.

Ia membeberkan, kegiatan tersebut terlaksana berkat adanya dukungan dari berbagai pihak. Dukungan dari media dua media patner yakni kahaba.net dan lensabima.com. selain itu juga didukung oleh organiasasi kemahasiswaan pemuda seperti Bengkel Seni PMSB dan KPEMSA. “Alhamdulillah kami juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Rada,” bebernya.

Kegiatan yang rencananya akan digelar sampai tanggal 28 Oktober terebut disponsori oleh UD. Sri dan Komunitas Babuju dan Bhimawi. Com. “Jadi mereka ikut andil menyukseskan kegiatan ini. Saya sangat berterimakasih,” ucapnya.

Wakil Bupati Bima, H. Dahlan M. Noer dalam sambutanya mengatakan, dirinya sangat berterimaksih kepada seluruh pemuda yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, lebih khusus kepada Komunitas eni Bontomaranu. Menurutnya, dengan digelar kegiatan-kegiatan positif seperti itu dapat meningkatkan kreatifitas pemuda dan memimalisir terjadinya pergaulan yang salah. “Pemuda jadi sibuk pada kegiatan postif dan tak punya waktu melakukan hal buruk,” katanya.

Kata Dahlan, dengan sering digelar dan dihelat kegiatan-kegiatan kesenian yang dapat menunjukkan kekayaan budaya dan kesenian lokal akan semakin banyak tumbuh generasi-generasi yang cinta dan mau mengeluti kesenian daerah sehingga bisa mengambil andil dalam pembangunan daerah di bidang kesenian. “Kebudayan dan kesenian kita tidak kalah dengan yang di Lombok dan daerah-daerah yang lain,” ucapnya.

Dirinya juga berterimakasih kepada Komunitas Seni Bontomaranu yang telah mengundangnya untuk menghadiri kegiatan tersebut. Baginya, berada bersama masyarakat dalam kegiatan-kegiatan serupa kesempatan yang luar biasa.

Jena Teke Kesultanan Bima, Muhammad Putera Ferryandi juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pencapaian pemuda tidak bisa ditunjukan dengan omongan saja atau sebatas rencana. Tapi aptualisasi dan bukti karya adalah pencapaian dari pemuda yang sesungguhnya. “Ini pencapaian pemuda, saya salut,” ujarnya.

 

Baca Juga :


Sebagai Jena Teke Kesultanan Bima, dirinya berharap agar masyarkat dan pemerintah mendukung penuh kegiatan-kegiatan kepemudaan. Baik di bidang seni dan budaya, maupun juga kegiatan positif yang lainya. “Sebagai Jena Teke Kesulatanan Bima, saya berharap agar kita semua mendukung kegiatan dan proses kreatifitas seperti ini,” ucapya.

Sementara itu, Camat Bolo, Mardiana mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Komunitas Seni Bontomaranu tersebut. Menurutnya, tidak mudah membangun kegiatan apalagi dengan keadaan anggaran yang terbatas. Namun kondisi kekurangan itu tidak terlihat karena kreatifitas dan semangat seluruh panitia pelaksana. “Ini luar biasa. Tidak mudah membangun kegiatan besar seperti ini,” ujarya.

Ia mengimbau agar pemerintah desa dan masyarakat memberikan dukungan dan support kepada kegiatan kepemudaan seperti itu. Dukung tidak saya berupa uang, namun dengan ikut support dan menjaga keamanan berarti telah terlibat untuk mendukung kegiatan tersebut. “Tolong Pemerintah Desa Rada menganggarkan di APBDes untuk kegiatan seperti ini setiap tahunya,” perintahnya.

Dia berharap, Komunitas Seni Bontomaranu bisa menggelar kegiatan tersebut setiap tahunnya. Pasalnya kegiatan serupa tidak aja menjadi tontonan, namun juga menjadi ruang pemuda untuk mengembangkan kreatifitas dan keterampilan yang mereka miliki. “Kita dorong pemuda ini untuk terus berkarya dan membangun daerah,” harapnya.

Sementara itu, Kepada Desa Rada, Supratman mengaku sangat bangga dengan pemuda di desa setempat lebih khusus kepada pemuda-pemuda Komunita Seni Bontomaranu. Pasalnya, pembangunan kreatifitas pemuda bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan kegiatan serupa pemuda dapat mengembangkan kreatifitasnya. “Saya sampaikan terimaksih kepada adik-adik di Komunitas Seni Bontomaranu,” katanya.

Sebagai pemerintah desa, dirinya mengaku akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif seperti itu untuk menggali dan mengembangkan potensi pemuda desa. “Ada pemberdayaan untuk membangun sumber daya manusia,” katanya.

Ia berharap semoga penyelenggara dan mayarakat bisa menjaga keamanan dan kenyamanan dengan tidak membuat gaduh dan keributan. Kegiatan tersebut harus disukseskan dan tidak menodainya dengan keributan. “Mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan desa,” ajaknya.



 
Uba Leu

Uba Leu

fitrah zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir Di desa Leu sila anak dari pasangan deo Uba Tika dan faridah adik dari Al Amin dan abang dari Rabiatu adawiah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan