logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tenun Pringgasela, Fashion Update Dengan Kearifan Lokal

Tenun Pringgasela, Fashion Update Dengan Kearifan Lokal

Berbagai model busana muslim menggunakan kain Tenun Pringgasela tampil dalam Lomba kreasi busana muslim yang digelar oleh Bank Indonenisia di NTB.

Budaya

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
23 Oktober, 2018 16:20:07
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1972 Kali

Berbagai model busana muslim menggunakan kain Tenun Pringgasela tampil dalam Lomba kreasi busana muslim yang digelar oleh Bank Indonenisia di NTB. Mengusung tema Hijab Summer Breeze Fashion, aneka rancangan busana menggunakan kain tenun Pringgasela tampil memukai para juri (20/10).

Bertempat di Islamic Center Mataram, kegiatan ini diharapankan mampu memberikan stimulus bagi designer-designer di Provinsi NTB untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan tenun sebagai mahakarya ke kancah nasional bahkan dunia.

Ni Made Ariani salah satu designer muda asal Sumbawa yang berhasil menjadi pemenang dalam lomba tersebut mengharapkan agar fashion anak muda dapat memanfaatkan kain tenun sebagai bahan dasar untuk membuat busana.

"Karena tenun adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. Kain tenun dapat dikreasikan dalam berbagai model busana, termasuk busana muslim," tuturnya.

Gazali, salah satu peserta lomba tersebut juga menyampaikan bahwa busana muslim hasil kreasinya terinspirasi dari keindahan hutan tropis. Warna yang dipilih, warna orange dan warna hijau. Bentuk dasar dari busana ini adalah dress loose A line yang menggunakan bahan dasar full tenun Pringgasela berwarna oranye. 

"Warna oranye dipilih untuk menggambarkan warna buah khas daerah tropis," terang Gazali.

 

Baca Juga :


Pada bagian lain, i bagian dada misalnya, terdapat penambahan detail gelepay yang dibuat dengan pola circle berwarna hijau yang menggambarkan suasana daun tumbuhan tropis yang tumbuh di hutan tropis ketika ditiup angin.

"Ini saatnya anak muda di Provinsi NTB memanfaatkan kearifan lokal yang merupakan warisan budaya khususnya kain tenun. Melalui kain tenun daerah kita dapat dikenal. Ditambah lagi saat ini tenun sudah mulai diperkenalkan ke tingkat dunia oleh designer nasional dengan menyulap kain tenun menjadi busana mewah. Tentunya hal ini akan menjadi ajang untuk dapat mempromosikan daerah untuk lebih dikenal di mancanegara," tuturnya.

Menenun kain memang menjadi salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat di Provinsi NTB, salah satunya di Desa Pringgasela. Kab. Lombok Timur. Kain tenun dari Desa Pringgasela memiliki keunikan tersendiri yang diajarkan secara turun temurun, dimana semua bahan tenun (benang dan pewarnaan) berasal dari alam. Kain tersebut selanjutnya digunakan dalam kegiatan sosial maupun ritual keagamaan. Konon, diceritakan pula bahwa seorang gadis sebelum menikah diwajibkan mampu membuat tenunan sebagai lambing cinta dan kepatuhan kepada calon suaminya.

Seiring perkembangan zaman, kain tenun dapat digunakan menjadi bahan aneka kreasi diantaranya tas, sepatu dan busana muslim. Mengingat mayoritas penduduk di Provinsi NTB adalah muslim, penggunaan tenun dalam pembuatan busana muslim menjadi peluang tersendiri. Hal tersebut tentunya dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan Provinsi NTB menjadi salah destinasi wisata halal. (nov)



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan