logoblog

Cari

Tutup Iklan

Perayaan Bubur Beak Di Telaga Lebur

Perayaan Bubur Beak Di Telaga Lebur

Sekotong Tengah KIM,-Bagi sebagian masyarakat tradisional sasak.Merayakan bulan safar atau atau dalam sebutan masyarakat tradisional di Pulau Lombok di

Budaya

KIM SEKOTONG TENGAH
Oleh KIM SEKOTONG TENGAH
19 Oktober, 2018 15:29:33
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1632 Kali

Sekotong Tengah KIM,-Bagi sebagian masyarakat tradisional sasak.Merayakan bulan safar atau atau dalam sebutan masyarakat tradisional di Pulau Lombok di sebuat "Bubur Beaq",mungkin sudah lama di tinggalkan.Tetapi tidak oleh masyarakat Dusun Telaga Lebur ini.

Dusun yang terletak di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat ini, memang di kenal kental menjaga tradisi para tetuanya.Sebab konon,menurut cerita,penduduk dusun ini berasal dari masyarakat Kecamatan Bayan, KLU.

Pendapat tersebut barangkali tidak bisa di pungkiri,sebab di lihat dari bahasa dan adat budayanya.Hampir hampir memiliki kesamaan dengan bahasa dan budaya adat masyarakat Bayan.

Salah satu tradisi yang di lestarikan di kampung dengan jumlah penduduk sekitar 1000 jiwa ini adalah merayakan datangnya bulan safar atau bubur abang,dalam bahasa masyarakat setempat.Bubur beaq biasanya di rayakan pada minggu pertama bulan safar, dalam penanggalan hijriyah.

"Tradisi rayeang bubur petaq dan bubur abang  niki memang lelek laek terayeang,secare turun temurun",kata Amak Bahri,Tokoh Masyarakat Dusun Telaga Lebur.

Sementara itu,Tokoh Agama Sekotong,Ust.Haji Hamdi,S.Pdi menyebutkan bahwa perayaan bubur beak agar kita senantiasa mengingat pada proses kejadian manusia.

"Bubur Petak/Puteq mengingatkan  kita  kepada  bapak  manusia yaitu Nabi Adam dan peroses penciptaan manusia melalui air mani. Sedangkan bubur abang/beak,mengingatkan kita kepada ibu manusia yaitu Siti Hawa dan darah haid bagi wanita,"Kata Ketua Yayasan Ponpes Ittihadul Bayan, Telaga Lebur Sekotong tersebut.

"Sak mame jauk aik mani apabala keluar mewajibkan mandi, kemudian sak nine jauk darah haid apabala keluar juga mewajibkan mandi. Jadi seperti kehidupan manusia berbeda-beda tetapi satu tujuannya.Artinya berbeda penyebabnya  tetapi satu kewajiban yaitu mandi junub.

Begitulah kita, berbeda-beda pekerjaan namun harus satu tujuan yaitu mengabdi kepada Allah. Dan yang berbeda itu akan ditempatkan di tempat berbeda pula.Yang satu yaitu ada di surga, ada juga di  neraka.Orang yang ada di neraka biasanya orang yang di kuasai oleh angkara murka,di lambangkan dengan warna merah darah( Bubur beak),sedangkan orang yang ada di  surga adalah orang yang punya hati bersih, suci,penuh dengan ke ikhlasan,di lambangkan dengan bubur putek,demikian kira kira maknanya,"Urai Hamdi.

Tradisi merayakan bubur beak di laksanakan dengan cara membuat makanan yang di santap secara bersama-sama.Sebelumnya di dahului acara rowah dan do'a bersama.Makanan yang di hidangkan yaitu beruba bubur yang di campur dengan gula aren sehinggha berwarna merah,di tambah santan kelapa.Pembuatan bubur beak biasanya di lakukan oleh ibu-ibu.

"Membuat bubur beak biasanya di siapkan sehari sebelumnya,bersama ibu ibu yang ada di sini,"Kata Suryani,S.Pd Ketua PKK Dusun Telaga lebur.(sid).

 

Baca Juga :




 
KIM SEKOTONG TENGAH

KIM SEKOTONG TENGAH

Kim ( Kelompok Informasi Masyarakat ) Desa Sekotong Tengah terbentuk sejak tahun 2017.Merupakan salah satu media untuk berbagi informasi yang di tulis oleh warga,dan untuk warga dan dari warga.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan