logoblog

Cari

Tutup Iklan

Komunitas Kopi Bima-Dompu Dengan Bumi Sasak

 Komunitas Kopi Bima-Dompu Dengan Bumi Sasak

-Mengutip definisi kecerdasan emosional dalam bukunya daniel goleman bahwa dengan memiliki kecerdasan emosional maka manusia akan mencapai puncak prestasi, artinya dengan

Budaya

Uba Leu
Oleh Uba Leu
16 Oktober, 2018 11:25:37
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2431 Kali

-Mengutip definisi kecerdasan emosional dalam bukunya daniel goleman bahwa dengan memiliki kecerdasan emosional maka manusia akan mencapai puncak prestasi, artinya dengan menjalin emosional dengan sesama manusia insya allah akan sukses. Komunitas Kopi 

Pulau seribu mesjid atau lombok yang dihuni oleh suku sasak yang sangat kaya dengan nuansa agama dan budaya, berada dalam tradisi agama dan budaya seperti ini membuat kami tetap nyaman hidup dalam zona bumi sasak,

Kami sekelompok anak rantauan dari Bima-Dompu merasa nyaman oleh zona ini artinya kalau berpijak dan kembali pada salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan pada anak itu disebabkan karena bahasa ibu maksudnya adalah lingkungan, kami merasakan itu, bumi sasak sebagai lingkungan turut mendukung dan memberikan efek jera dalam perubahan individu dan kelompok,

Imam syafi’i dan faisal bakti, Kami sekelompok perkumpulan komunitas pencinta ilmu (kopi) mendirikan sebuah perkumpulan ini dengan dua alasan yang pertama karena didukung oleh nyamannya suasana lingkungan yang kami tempati dan yang kedua karena ingin menyadarkan mahasiswa baru supaya tidak bertuhan sama kuantitas,

Kehadiran kita selama ditanah rantauan ini yang sebenarnya harus ikut andil dalam menikmati budaya yang ada dalam artian kami harus senada dan seirama dan mendukung apa yang telah lingkungan berikan kepada kami dalam hal ini adalah kenyamanan dalam kami melakukan aktifitas aktifitas hidup

Berbicara Dukungan lingkungan yang kami dapatkan dan kami rasakan dizona bumi sasak ini sangat luar biasa misalnya dari tidak tahuan kami dalam banyaknya suku dan bahasa yang ada di Nusa tenggara barat ini dengan kami melebur dengan suku sasak, suku samawa  akhirnya kami tahu, artinya ini nilai posifit yang kami dapatkan dari manfaat membangun hubungan emosional antar sesama manusia itu ada.

Kami sadar bahwa sebagai warga perantau yang hidup dengan dindingan dan payungan  kontrakan dan kos kami harus memahami dan harus ikut larut dengan penghuni bumi sasak meskipun secara tradisi budaya adat dan kebiasaan kami beda,

mendifinisikan mahluk sosial itu adalah mahluk yang coba memahami  dan melebur dengan keadaan tempat kakinya berpijak dan tempat tangannya meminta dan menerima, contohnya dalam budaya dan tradisi sasak, kalau menggagap kita  mahluk sosial kamu harus melebur dan memahami arti budaya sasak itu sendiri, (Komunitas Kopi)

 

Baca Juga :


Dengan realitas yang tidak mungkin kita khianati bahwa bima-Dompu sekarang daerah yang kaya  akan konsumsi tramadol dan obat obat terlarang lainnya, dan sebagian regenarasi yang dari Bima-Dompu merantau kekota mataram 50% telah mencicipi yang namanya barang haram itu, dengan melihat kondisi seperti itu kami mencoba melahirkan terobosan baru sebagai  ikhtiar dalam mendukung program pemerintah yang kami nilai ini adalah cita cita daerah juga,  yakni mendirikan sebuah komunitas pencinta ilmu atau disingkat (Kopi)

Komunitas kopi ini berdiri karena reaksi atau akibat dari kenyamanan bumi sasak tempat kami berteduh untuk mendidik regenerasi,  komunitas Kopi adalah  komunitas yang dihuni oleh teman teman teman peguyuban Bima-Dompu dan organisasi nasional sperti HMI, IMM, PMII dan banyak yang lainnya, kami memiliki tujuan bahwa regenerasi NTB ini harus tetap dirawat dan dikawal dan yang kedua ketika kami sudah dikader kami harus mengkader, maknanya adalah tanggung jawab moral harus tetap melekat pada kami, memberikan hal hal baru mengisi hari dengan diskusi dan obrolan asyik antara kita sebagai mahluk pencari, dan kami melihat dengan tradisi seperti ini kami akan berkembang dan maju secara ilmu pengetahuan.

 

 

Oleh: Maba IMBD UIN Mataram Dan Komunitas KOPI



 
Uba Leu

Uba Leu

fitrah zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir Di desa Leu sila anak dari pasangan deo Uba Tika dan faridah adik dari Al Amin dan abang dari Rabiatu adawiah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan