logoblog

Cari

Tutup Iklan

Makanan Tradisional Bergaya Moderen

Makanan Tradisional Bergaya Moderen

Tren makanan mengalami perubahan. ​Kini, ​​penyajian m​akanan ​tradisional tampil menarik dengan gaya modern. Ragam jenis kuliner serba 'aneh' dan unik diperkenalkan.

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
04 Oktober, 2018 16:08:17
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 663 Kali

Tren makanan mengalami perubahan. ​Kini, ​​penyajian m​akanan ​tradisional tampil menarik dengan gaya modern. Ragam jenis kuliner serba 'aneh' dan unik diperkenalkan. Misalnya saja, ubi yang dulunya hanya direbus atau digoreng biasa, kini ahli kuliner menyajikan dengan gaya yang unik dan modern.

Di Pulau Lombok, beberapa restoran, café, hotel, dan penginapan kini menampilkan sajian makanan tradisional yang unik dan modern. Tepatnya di Tete Batu, Lombk Timur, hampir semua penginapan berkreasi dalam hal penyajian makanan. Makanan berbahan tradisional pun diperkenalkan kepada tamu mereka, terkhusus pada tamu yang berasal dari luar negeri.

Pondok Bulan adalah salah satu penginapan yang hampir tiap hari dikunjungi oleh tamu asing dari luar negeri. Dalam penyajian makanan dan minum, Musannip selaku pengelola penginapan tak segan-segan menjamu tamu dengan memperkenalkan makanan tradisional dan minuman tradisional ala moderen.

Racikan kopi hitam khas Tete Batu adalah andalan Pondok Bulan dalam memikat daya tarik pengunjung atau tamu. Ragam makanan tradisional yang unik tertata rapi di atas meja. Misalnya, ubi rebus atau ubi goreng krispy yang berlapis susu keju ditata sedemikian rupa di dalam wadah atau piring sehingga terkesan indah dan menarik di hadapan tamu.

Makanan tradisional berupa Lemang juga merupakan salah satu khas Lombok. Jenis makanan ini terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang, yang kemudian dimasukkan ke dalam potongan bambu, lalu di bakar di atas bara api. Makanan khas Lombok yang satu ini tidak terabaikan oleh Pondok Bulan untuk disajikan pada tamu asing yang menginap. Namun dalam bentuk penyajian makanan ini bukan sekedar disajikan. Tampilan saus atau sambal menghias di ruas-ruas piring dan terpadu dengan penataan makanan tersebut, yang tentu mengundang daya tarik konsumen atau tamu.

 

Baca Juga :


Inilah salah satu cara warga masyarakat Lombok dalam memperkenalkan makanan khas tradisional, yaitu dengan melakukan inovasi dalam bentuk penyajian. Ide kreatifitas dalam mengolah makanan serta penataan di dalam suatu wadah memberi nuansa klasik yang terpadu dengan kemoderenan. []

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan