logoblog

Cari

Tutup Iklan

Alunan Budaya Desa - Iv Kec. Pringgasela

Alunan Budaya Desa - Iv  Kec. Pringgasela

Alunan Budaya Desa IV hadirkan Tema besar "AN ELABORATE FASHION SHOW TENUN". Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pemuda untuk

Budaya

Ahmad Ferryawan M
Oleh Ahmad Ferryawan M
24 September, 2018 13:40:00
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1768 Kali

Alunan Budaya Desa IV hadirkan Tema besar "AN ELABORATE FASHION SHOW TENUN". Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pemuda untuk melestarikan budayanya, salah satunya dengan menyelenggarakan event untuk mengingatkan kembali generasi muda akan pentingnya merawat tradisi. Salah satunya tradisi menenun di Kecamatan Pringgala.

Para pemuda dan masyarakat di Kecamatan ini membuat event bertajuk "Alunan Budaya Desa sejak 2015 silam "Ini merupakan tahun ke-4 pelaksanaan event yang melibatkan semua elemen masyarakat di Kecamatan Pringgasela, Kab. Lombok Timur. "Saat ini (kemarin) kami sedang menyiapkan metode pelaksanaan Fashion Show sebagai tema besar yang akan dikemas pada 28 hingga 31 Oktober mendatang dengan konsep yang berbeda pada Fashion Show umumnya. Ini akan sangat menarik, karena kali pertama fashion show akan di adakan dengan konsep out door di lahan persawahan dan di latar belakangi view gunung Rinjani yg di sulap seunik mungkin oleh ketua pemuda Kami yaitu, Muhammad Nur Sahra S.n. (23/09)" Ujar koordinator Acara ALBD4, Nifo Winona Algosyah S.Pt.

"Fashion Show" sendiri merupakan gagasan yang berangkat dari hasil inovasi yang dikemas pemuda setelah berhasil pada ALBD tahun lalu dengan tema "WARNA DAN IRAMA TENUN" yang dimana pemuda membariskan 1350 penenun di sepanjang jalan perempatan Tugu mopra Perjuangan itu. Untuk Diketuhui bahwa kain tenun Pringgasela tidak hanya berbentuk kain saja, oleh sebab itu dari tema besar acara pada tahun ini "AN ELABORATE FASHION SHOW TENUN" bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa kain tenun Pringgasela tidak hanya dibuat menjadi sarung, melainkan beragam barang jadi siap pakai. Seperti pakaian, sepatu, tas dll.

Pada kegiatan Alunan Budaya Desa IV ini, setidaknya dapat menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat masyarakat luas dalam bidang fashion. Sehingga, melalui kompetisi ini peserta mampu berkreasi dan berinovasi untuk mendesain kain tenun lokal (Pringgasela) tersebut menjadi sebuah karya (busana) yang tak sebatas memiliki unsur keindahan dan komersil saja, namun juga memiliki nilai kearifan budaya lokal yang tinggi. Maka dari pada itu Event yang di anggap sakral oleh pemuda khususnya di ajang Fashion Show ini bertujuan untuk mensosialisasikan sebuah pemahaman kepada setiap pengerajin agar lebih membuka pemahaman mereka untuk menarik wisatawan bahwa, keberadaan desa Pringgasela sebagai desa Suvenir melalui kainnya, ternyata mempunyai variabel bentuk bahan jadi. sehingga sektor ekonomi masyarakat dapat lebih berkembang sesuai berkembangnya zaman.

"(24/09) Ferry R (minggu) Azizan Zuhri S.P (ketua Panitia ALBD 4) selalu optimis untuk mengingatkan kelompok kelompok pemuda, khususnya segenap panitia agar tetap berkomitmen teguh  mensukseskan Event tahun ini, yang walaupun sempat mengalami pengunduran selama sebulan lamanya, dan hampir di tiadakan karna siklus alam yang sedang tidak bersahabat, namun tidak menurunkan sedikitpun semangatnya untuk berbuat terhadap masyarakat di garda terdepan. (24/09) minggu pagi.

 

Baca Juga :


Meski minimnya bantuan dana dari Pemerintah, panitia yang merupakan pemuda-pemuda Pringgasela ini akan tetap menyelenggakan event tahunanNya. Sebab, menurut M. Nur sahra selaku ketua pemuda dan lembaga, melestarikan budaya adalah hal yang sangat sakral. Sebab budaya merupakan identitas suatu daerah yang membedakannya dari daerah, bahkan Negara lain.. Kalau tidak bersama sama, apakah sendiri? Dan kalau bukan kita, siapa lagi?  Ujarnya pada minggu pagi (24/09)

Diketahui bahwa Kecamatan Pringgasela memiliki banyak potensi destinasi wisata. Pendakian Rinjani melalui Timbanuh, arung jeram di Sungai Mencerit, Kolam Renang Putri Duyung, Air Terjun Mayung Polak, Pancor Kopong, Aik Dewa dan banyak lainnya. Meski demikian Alunan Budaya Desa ini tetap menonjolkan budaya asli masyarakat Pringgasela. Karena selain Fashion show, ada pula pagelaran musik, wayang dan tari tradisional. Adapaun akan di adakannya jalan sehat dan beberapa sub event lainnya yg bersifat masal. Ini akan menjadi ajang trauma healing dan silaturahmi bagi masyarakat,” ujarnya.

Muhammad Nur berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat. Kearifan lokal tetap terjaga, anak muda semakin mencintai budaya dan silaturhami tetap terjalin dengan baik. Selain itu, ia juga berharap tahun berikutnya pemerintah dapat membantu volume pendanaan sehingga bisa menyelenggarakan event budaya dalam skala yang lebih besar dan terarah.  (Sumber): Ahmad Ferry



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan