logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Kakara Di Pesisir Bima

Tradisi Kakara Di Pesisir Bima

Kakara adalah tradisi mencari atau mengais binatang binatang laut seperti sejenis kerang, keong, siput dan bahkan ikan yang terdampar pada saat

Budaya

KM. Makembo
Oleh KM. Makembo
17 September, 2018 07:40:10
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1581 Kali

Kakara adalah tradisi mencari atau mengais binatang binatang laut seperti sejenis kerang, keong, siput dan bahkan ikan yang terdampar pada saat air laut surut.

Kakara berasal dari kata Ka dan Kara. Ka berawalan ME. Sedangkan Kara berarti surut atau habis. Jadi kakara adalah menyururutkan atau kondisi dimana air laur surut. Pada saat inilah warga di pesiisir Bima melakukan kegiatan Kakara. Mereka mengisitlahkan dengan Lao Kakara atau pergi Kakara. Ada juga yang menyebut dengan ngepe atau mencari ikan dan binatang laut. Tetapi istilah Kakara sudah populer di wilayah pesisir Bima.

Saat peralihan ke bulan Muharram 1440 Hijriah, warga di pesisir kota Bima mulai dari Ule hingga Oi Niu turun ke pantai untuk melakukakan Kakara. Sore hari anak anak dan dewasa tampak mencari bianatang binatang laut di sekitar Ama Hami dan Lawata hingga Wadu Mbolo dan Perbatasan Kota Bima.

 

Baca Juga :


Kakara telah menjadi festival yang populer saat ini di wilayah Pantai Lariti di kecamatan Lambu. Kakara telah menjadi event tahunan pariwisata di wilayah Kabupaten Bima.



 
KM. Makembo

KM. Makembo

Pemimpin/Penanggungjawab : Ruslan. S.Sos ( Alan Malingi ) Bidang Pubdok/Kampung Media Ketua : Rahmat Hidayatullah Wakil Ketua : Dedy Kurniawan Sekretaris : Badrunsyah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan