logoblog

Cari

Pembukaan Festival Ai Mangkung II Desa Jurumapin

Pembukaan Festival Ai Mangkung II Desa Jurumapin

Festival Ai mangkung desa Jurumapin kecamatan buer, Festival dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Repubik Indonesia yang ke-73 ini digagas oleh para

Budaya

Sengotamase
Oleh Sengotamase
14 Agustus, 2018 13:47:32
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 9265 Kali

Festival Ai mangkung desa Jurumapin kecamatan buer, Festival dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Repubik Indonesia yang ke-73 ini digagas oleh para pemuda desa Jurumapin Kecamata Buer dan dibantu oleh mahasiswa Kerja Kuliyah Lapangan (KKL) Universias Samawa(UNSA) desa Jurumapin Angkatan 20. Launching festival ini menampilkan drama sejarah tentang seorang datu yaitu datu basange jaran, dalam bahasa indonesia diartikan raja yang dagu kuda. Mengapa disebutkan datu basange jaran? Dikarenakan datu tersebut dagunya seperti dagu kuda, sehingga sang datu tidak mau menampakkan dirinya di depan masyarakat, masyarakatpun sangat penasaran dengan muka datu tersebut. Sehingga pengawal datu berinisiatif untuk mengadakan sayembara siapayang bisa membuat datu tertawa dan menampakkan wajahnya di depan warganya maka akan diberikan hadiah yang menarik. Singkat cerita berbagai penampilan dilakukan oleh peserta, mulaidari tarian, ngumang dan lainya tidak bisa membuat sang Datu tersenyum dan menampakkan diri, dan akhirnya keluarlah seorang warga Buer yang membawa air menggunakan Bosang (alat tradisional untuk membawa ikan) melihat tingkah orang Buer yang lucu tersebut sang raja pun tertawa dan teriak “ eee tau Buer e bawa ai kenang bosang mata tau Buer peno Akal” ( ee Orang Buer e membawa Air menggunakan osang banyak akalnya orang ini), ketika sang datu tertawa sambil menampakkan mukanya, para warga berbondong-bondong melihat wajah sang datu yang membuat mereka penasaran, wargapun bahagia bisa melihat wajah sang datu, begitulah cerita singkat dari datu basange jaran yang dibuat drama oleh para Pemuda dan Budayawan.

Dinamakan festival ai mangkung asal muasalnya adalah diambil dari nama mata Air yang sangat Alami yang bisa menghidupi Masyarakat Kecamatan Buer, dan sampai saat ini masih terjaga kealamiannya. Dalam launching tersebut juga menampilkan budaya asli tana samawa yaitu ngumang, Bauter dan sakeco.  Dan akan melombakan berbagai macam budaya dan permainan masyarakat dalam waktu sepekan,  seperti lomba ngumang, batuter, kasidah rabana, tarik tambang, sepeda santai, lari karung dan karaoke. Acara festival ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Jurumapin dan Camat Buer. Beliau berpesan supaya Agenda semacam ini terus dilakukan di desa supaya menjadi perangsang untuk generasi pemuda akan cinta budaya dan belajar berorganisasi, ungkapnya. (i)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan