logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lebaran Topat, Wujud Syukurlestarikan Tradisi

Lebaran Topat, Wujud Syukurlestarikan Tradisi

Sebanyak 3000-an biji ketupat tersusun rapi mengerucut ke atas mirip reflika sebuah monumen (tugu, red). Di seputar monumen ketupat itu tadi

Budaya

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
22 Juni, 2018 16:47:28
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1853 Kali

Sebanyak 3000-an biji ketupat tersusun rapi mengerucut ke atas mirip reflika sebuah monumen (tugu, red). Di seputar monumen ketupat itu tadi dihiasi berbagai ornamen membentuk janur yang berbahan daun kelapa muda. Sementara di sekeliling tempayan yang dijadikan wadah penahan tumpukan ketupat tadi, dikeliling berbagai lauk pauk. Di situ ada opor ayam, opor telur ayam, daging sapi opor, kelompok polong-polongan yang sudah digoreng dan dibumbui ala kadarnya, urap-urap, hebatan. Tak ketinggalan berbagai jenis panganan tradisonal berbahan ketan putih dan hitam tertata rapi. Jenis buah-buahan hasil bumi seperti pisang, nanas, apel, jeruk, salak anggur juga menghiasi media dimaksud.

Tak lama berselang ketika tetua adat Lombok memberi komando agar usungan ketupat tadi dipraje (diangkat) sambil berjalan menuju mimbar acara. Di barisan depan, ada iring-iringan para pengawal sesaji berpakaian khas Sasak dengan tertibnya menghadap sekaligus melapor kepada unsur pemerintah daerah, jika prosesi Lebaran Ketupat 2018 segera dimulai.

Laporan usai, para pejabat dari Pemerintah provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat disertai para tokoh agama, tokoh adat bumi Sasak satu persatu mengambil ketupat yang ada dalam pengusungan tadi dan membelahnya menaruhnya di piring yang sudah disiapkan. Tak lupa berbagai jenis lauq-pauq dijadikan satu  untuk selanjutnya disantap bersama dan diikuti undangan laiinya. Masyarakat yang hadirpun membaur menjadi satu menikmati sajian ketupat yang sudah disiapkan dalam dulang (wadah).

Beginilah prosesi Lebaran Topat (Ketupat, red) di Lombok yang diselenggarakan secara masal yang jatuh pada tanggal 7 Syawal 1438 H bertepatan dengan hari Jumat (22/6) yang dipusatkan di kawasan Pantai Duduk, Senggigi, Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Lebaran Ketupat di Lombok merupakan tradisi tahunan yang merupakan kalender of event pariwisata Lombok Barat. Budayawan Lombok mengatakan bahwa lebaran topat merupakan salah satu rasa syukur seorang hamba karena telah berhasil menjalankan puasa Syawal pasca hari raya Idul Fitri.

“Lebaran Topat diselenggarakan sebagai bentuk wujud syukur seorang hamba yang diselenggarakan secara massal, karena telah mampu menunaikan puasa sunnat Syawal seminggu lamanya setelah sebulan berpuasa dan dilanjutkan dengan puasa sunnat syawal,” kata Sahnan, SH budayawan Lombok kepada KM Rinjni di sela-sela prosesi Lebaran Topat, Jumat.

Menurutnya, tradisi Lebaran Topat merupakan identitas dan entitas masyarakat Lombok yang teguh memegang dan melestarikan tradisi leluhur mereka. Lebaran Topat di Lombok ditandai dengan tradisi membuat masakan khas Lombok pada malam lebaran ketupat dimana ketupat dijadikan sebagai pengganti nasi.

Sahnan yang juga staf Dinas Pariwisata NTB ini menambahkan, pada hari Lebaran Ketupat tiba, pagi-pagi buta sebelum waktu subuh tiba, tradisi masyarakatnya bangun pagi bergegas menuju masjid. Selepas menunaikan Sholat Subuh warganya menggelar zikir dan doa memohon keselamatan. Sesudah itu jamaah zikir dihidangkan sarapan pagi dengan menyuguhkan menu ketupat tadi.

Tidak terhenti sampai di situ, berikutnya masyarakat berbondong-bondong melakukan nyekar (ziarah) ke makam para Walilulloh yang diyakni sebagai seorang Kyai penyebar agama Islam di Lombok. Di sana mereka melakukan zikir dan doa bersama keluarga. Makam-makam orangtua yang sudah mendahuluinyapun tak pernah sepi dari tradisi ziarah makam ini.

“Selesai itu barulah warga menyerbu pantai ada yang mandi berselancar menggunakan perahu sebagai manifestasi keceriaan mereka merayakan Lebaran Ketupat," lanjutnya

Asisten III Administrasi Umum Setda Provinsi NTB H. Imhal mewakili Gubernur menilai, perayaan Tasyakuran Lebaran Topat perlu dilestarikan mengingat sangat baik dalam menonjolkan potensi-potensi berbagai sektor, baik pariwisata maupun ekonomi yang ada di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok.

 

Baca Juga :


"Kegiatan ini sangat penting dalam rangka upaya kita untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Membagi pengalaman-pengalaman yang baik di semua sektor. Di samping itu juga mudah-mudahan akan bisa memotivasi untuk terus melakukan hal-hal yang positif. Menggalang semuanya untuk mempersatukan seluruh potensi kita seluruh unggulan dan nilai-nilai yang baik untuk kesejahteraan masyarakat," kata Imhal.

Selain itu, diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. "Mudah-mudahan akan menjadi perpaduan untuk mensuskseskan kegiatan prioritas baik di Provinsi Kab/Kota," ujarnya.

 Imhal menambahkan, target kunjungan wisata di NTB tahun 2018 adalah 4 juta orang. Diharapkan dengan adanya kegiatan Lebaran Topat ini akan menambah jumlah wisatawan yang hadir. Kegiatan ini sangat positif untuk menghadirkan wisatawan. Membawa nilai-nilai dan informasi yang baik untuk pembangunan masyarakat juga NTB.

Imhal memandang penting kerjasama kongkret antara pemerintah Provinsi NTB, hingga kebawahnya Kabupaten dan Kota agar event seperti Lebaran Topat dapat dikemas sedemikian rupa untuk dijadikan acara pertemuan berbagai potensi yang ada di wilayah NTB seperti kesenian, budaya, industri kecil dan menengah serta silaturahmi masyarakat NTB itu sendiri.

"Saya kira perlu digali bersama antara prov kab kota supaya event yang sudah ada dimasyarakat bisa kita dikemas dan bisa ditampilkan menjadi pusat pertemuan silaturahmi ekonomi. Event yang baik lokasinya berdekatan dengan lokasi keramaian agar wisatawan dapat sambil berjalan atau berolah raga," bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan kerjasama dengan pihak terkait, baik dari sektor pariwisata, transportasi, keamanan serta kearifan lokal masyarakat NTB itu sendiri.

Sementara itu Pjs. Bupati Lombok Barat HL. Saswadi berharap Lebaran Topat bisa memberikan semangat untuk memajukan Lombok Barat sebagai leading sektornya dinas pariwisata.  Dikatakannya, Lebaran Topat merupakan agenda rutin pemerintah Kabupaten Lombok yang dilaksanakan di Pantai Duduk Kec. Batu layar. "Sebagaimana bertahun-tahun Batu Layar telah menghipnotis Lobar bahkan penjuru Lombok datang melaksanakan atau meramaikan Lebaran Topat persis seminggu pasca Idul Fitri," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi menyatakan, pelaksanaan Lebaran Topat  tidak lain beryujuan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan terutama dimestik yang selalu ramai datang ke Senggigi karena menjadi icon pariwisata NTB.

Ispan memberi apresiasi para pihak yang mendukung terselenggaranya acara meskipun sederhana namun tetap berlangsung meriah. "Melaksanakan agenda ini meskipun sederhana tetap dilaksanakan. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara dan apresiasi pelaksanaan Tasyakuran Lebaran Topat 2018," pungkasnya. (wardi)



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan