logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Roah Puasa

Tradisi Roah Puasa

KM. Sukamulia – “Roah Puasa”, demikianlah warga kami di Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur pada khsusunya menyebut salah satu tradisi yang

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
16 Mei, 2018 22:23:07
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2040 Kali

KM. Sukamulia – “Roah Puasa”, demikianlah warga kami di Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur pada khsusunya menyebut salah satu tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun terkait dengan menyambut datangnya Bulan Ramadhan. Tradisi ini memang terlihat biasa-biasa saja dan tidak memerlukan prosesi yang rumit dan panjang. Namun demikian, tradisi ini mengandung makna yang cukup penting sehingga masyarakat kami senantiasa melaksanakannya.

Roah Puasa merupakan istilah bahasa sasak yang berasal dari suku kata Roah yang berarti selamatan/peringatan dan atau tasyakuran dan Puasa yang berarti puasa. Kata puasa pada istilah Roah Puasa merujuk pada Puasa Ramadhan. Dengan demikian, Roah Puasa dapat diartikan sebagai tradisi tasyakuran yang dilaksanakan terkait dengan menyambut datangnya Bulan Puasa/Bulan Ramadhan.

Pada umumnya Tradisi Roah Puasa dilaksanakan oleh Suku Sasak Lombok dan bahkan oleh masyarakat nusantara, namun mungkin terdapat perbedaan pada cara pelaksanaannya saja. Tujuan dilaksananakannya tradisi ini oleh masyarakat Suku Sasak dan suku-suku lain penganut islam di nusantara juga juga sepertinya sama, yakni untuk menyambut kedatangan bulan Suci Ramadhan yang merupakan bulan penuh rahmat, berkah dan magfirah.

Di dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dusun Sukamulia pada khsusnya, Tradisi Roah Puasa dilaksanakan secara turun temurun. Tradisi ini dilakukan pada malam tanggal satu Ramadhan (malam pertama melaksanakan Shalat Sunah Tarawih). Pada hari terahir bulan Sakban, sejak siang hari masyarakat setempat memperisiapkan hidangan (periapan: bahasa Sasak) yang akan dihidangkan pada acara dzikir dan doa guna menyambut datangnya bulan Ramadhan (acara puncak Roah Puasa).

Menjelang magrib, ibu-ibu rumah tangga sibuk menghidangkan makanan yang sudah diperiap (masak)-nya sejak tadi siang. Masakan-masakan itu dihidangkan dengan piring yang kemudian piring-piring itu ditaruh dengan teratur di atas nampan (nare/dulang: bahasa Sasak). Usai melaksanakan shalat Magrib, semua anggota keluarga berkumpul di rumah masing-masing guna melaksanakan dzikir dan doa bersama. Setelah selesai dzikir dan doa, mereka bersama-sama (berjamaah) menyantap hidangan tadi. Ada juga keluarga yang mengundang ustaz atau kiyai-kiyai adat untuk melaksanakan dzikir dan doa di kediaman mereka. Perlu diketahui bahwa pada masyarakat Dusun Sukamulia, Tradisi Roah Puasa dilaksanakan mulai bakda Magrib hingga menjelang shalat Isa.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pada malam tanggal satu Ramadhan arwah orang yang meninggal dunia pulang ke rumah-rumah keluarga mereka sehingga salah satu tujuan dari pelaksanaan Tradisi Roah Puasa bagi mereka adalah untuk memberi makan arwah keluarga mereka dengan bacaan dzikir dan doa yang mereka laksanakan pada malam pertama Bulan Ramadhan tersebut.

 

Baca Juga :


Pelaksanaan Roah Puasa ini merupakan perlambangan kebahagaian masyarakat setempat akan datangnya bulan Suci Ramadhan. Tradisi ini menggambarkan bagaimana masyarakat setempat sangat berbahagia sebab mereka dapat berjumpa lagi dengan Bulan Ramadhan yang memiliki berbagai keutamanaan. Mereka bahagia sebab Allah SWT masih memberikan mereka hidup dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai ibadah guna menebus dosa-dosa dan memperbanyak amal ma’ruf sebagai bekal mereka di alam selanjutnya (akhirat).

Semoga tradisi ini dapat dilestarikan oleh masyarakat setempat dan masyarakat penganut agama islam di manapun berada. Semoga pula Allah SWT memberikan limpahan rahmat dan ridhanya kepada seluruh penganut agama Islam yang merasa bahagia menyambut kedatangan bulan Suci Ramadhan yang dimana pada bulan itu IA mewajibkan setiap orang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa.

Warga dan pencinta Kampung Media yang budiman, di akhir artikel ini kami mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita nikmat kesehatan, keafiatan dan kekuatan untuk senantiasa melaksanakan ibdahan Puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah Sunnah lainnya sepanjang Bulan Ramadhan agar kita benar-benar menjadi muslim yang bertaqwa. Amin amin yaa rabbal alaminn. Salam dari Kampung. []

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan