logoblog

Cari

Pengadangan Mulai Bersolek Menuju Desa Wisata Budaya

Pengadangan Mulai Bersolek Menuju Desa Wisata Budaya

PENGADANGAN; Mulai Bersolek Menuju Desa Wisata Budaya       Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, Pengadangan seperti gadis kecil yang “memingit

Budaya

Amrul Arahap,M.Pd
Oleh Amrul Arahap,M.Pd
04 Mei, 2018 14:21:34
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 21913 Kali

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, Pengadangan seperti gadis kecil yang “memingit diri”. Namun di tahun ini,  anak pingit itu  mulai bersolek dan perlahan memperkenalkan diri lewat cantik dan anggunnya paras seni dan budaya.

Slober, Rantok, Gamelan Tokol, Gamelan Bleq, Wayang, Prisean, Do’a Kiyai Laeq, dan Tembang-Tembang Laeq Dalam Takepan merupakan  beberapa bagian tubuh Pengadangan yang ditampilkan dalam acara Gawe Adat yang diselenggarakan pada Rabu, 02 Mei 2018 bertempat di Kantor Desa Pengadangan.

Kepala Desa, Karang Taruna Jungkat Sakti, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan semua masyarakat bekerjasama (berajong rembaq) dalam menyelenggarakan Gawe Adat ini.

Kegiatan budaya seperti Gawe Adat, merupakan media pemersatu sekaligus penguat jati diri. Keluarga-keluarga dan sahabat-sahabat dari desa tetangga  berkumpul bersama, menjalin silaturahmi dan memperkuat tali persaudaraan. Selain itu, melalui acara budaya, generasi muda lebih mengenal dan memahami tentang adat yang berisi  tata krama, tata tutur dan adab dalam berintraksi di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan budaya atau Gawe Adat yang sarat akan makna filosofis dan historis adalah salah satu sumber nilai dan norma yang tentu membuat kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Inilah yang kemudian menjadi alasan dan tujuan masyarakat Pengadangan menyelenggarakan Gawe Adat ini.

Dan tujuan itu sepertinya tercapai, tamu undangan yang hadir seperti, Pjs Bupati LOTIM, Kepala BPPD, KABID Pariwisata LOTIM, KABID Dinas Pendidikan dan Kebudayaan LOTIM, Dewan Pembina Kebudayaan, POKDARWIS se-LOTIM, Tokoh dan pemerhati Budaya Lombok, Rekan-Rekan Media dan Penggerak Pariwisata, semua bercengkrama, melebur dalam keramah-tamahan dan keindahan dandanan budaya.

 

Baca Juga :


Pelaksanaan acara Gawe Adat Pengadangan dikemas dalam semangat pelestarian dan pengembangan seni budaya.  Selain itu, Gawe Adat Pengadangan merupakan langkah awal  untuk mewujudkan ikhtiar dan cita-cita menjadikan Desa Pengadangan sebagai salah satu desa wisata budaya. Cita-cita ini sepertinya tidak muluk-muluk. Di bawah pimpinan Kepala Desa yang baru, yakni Iskandar, pemerintah desa telah menganggarkan untuk kegiatan pagelaran budaya (seperti yang tertera dalam RKP-Des Tahun 2018).

Dalam konteks yang “tersirat” kegiatan-kegiatan budaya ini diharapakan tidak hanya mendatangkan euforia dan kekeliruan interpretasi  bagi masyarakat. Kegiatan budaya ini haruslah diartikan lebih luwes, sehingga bisa menjadi entitas yang multifungsi. Kerukunan, kerjasama, kekompakan, kesejahtraan,  dan tujuan-tujuan jangka panjang adalah beberapa permasalahan yang inya-Allah bisa teratasi jika ada komitmen dan persistensi. []

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan