logoblog

Cari

Budaya Dan Warisan Leluhur dari Zaman Ke Zaman

Budaya Dan Warisan Leluhur dari Zaman Ke Zaman

Sumbawa Barat-Kominfo. Indonesia kaya akan budaya warisan leluhur, kekayaan ini di turunkan dan diamalkan dari zaman ke zaman, Nusa Tenggara barat

Budaya

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
30 April, 2018 13:21:39
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 16864 Kali

Sumbawa Barat-Kominfo. Indonesia kaya akan budaya warisan leluhur, kekayaan ini di turunkan dan diamalkan dari zaman ke zaman, Nusa Tenggara barat tak hanya sajikan pemandangan elok nan eksotis namun juga menawarkan kekayaan alam dan budaya leluhur yang unik.

Sumbawa Barat, salah satu Kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat yang berada di bagian ujung barat pulau Sumbawa ini mempunyai banyak warisan leluhur dan budaya. Salah satu tempat yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dikenal mempunyai warisan budaya leluhur adalah desa Kertasari. Desa yang dihuni oleh 1858 jiwa dan mempunyai luas 3667 Ha ini, berjarak kurang lebih 20 km sebelah barat kota Taliwang dengan akses jalan aspal yang baik.

Selain masyarakatnya yang ramah, desa Kertasari maju pada sektor pariwisata yang telah dikenal hingga mancanegara, dimana kertasari memiliki pemandangan alam yang indah serta pantai elok berpasir putih dengan gulungan ombak yang menggugah adrenalin peselancar dunia.

Namun ada satu keunikan yang tak bisa dilupakan begitu saja di desa ini, yaitu kerajinan kain tenun Kertasari Sumbawa Barat yang telah ada dari zaman ke zaman. Dalam setiap lembaran kain tenun ini memiliki corak dan motif yang menjadi ciri khas keindahan dan arti tersendiri sebagai warisan dan tradisi budaya, kain tenun juga sebagai simbol sosial dan religius dalam upacara-upacara adat. Sehelai kain tenun kertasari adalah cerita yang tak akan pernah habis untuk digali, yaitu hasil dari proses panjang yang melibatkan keterampilan dan ketekunan pengerajinnya.

Cara pembuatan kain tenun ini masih sangat tradisional, dibuat dan ditenun secara manual oleh 7 kelompok pengerajin yang ada di desa Kertasari, bahan baku dan pewarna yang sulit di dapat memaksa pengerajin mendatangkan dari luar daerah seperti dari Surabaya dan Makasar.
Koleksi kain tenun kertasari memiliki motif yang beragam seperti, motif kotak, motif bunga setangkai, motif benang sutra, motif perahu. Warna yang dihasilkan juga sangat bervariasi.

Proses pembuatan kain tenun yang berukuran 120x95 cm ini memakan waktu hingga 30 hari namun proses tersebut bervariasi tergantung tingkat kesulitannya, proses pewarnaan juga cukup sulit. Karena itu kain tenun ini di jual dengan harga yang bervariasi pula. Penggarapan kain tenun yang cukup rumit dan detail ini menunjukan kain tenun Sumbawa barat bukanlah kain tenun biasa namun kain tenun yang memiliki kualitas yang baik.

 

Baca Juga :


Kepala desa Kertasari, Burhanuddin, SH saat menghadiri acara pengenalan kain tenun kertasari beberapa waktu lalu mengatakan, kesulitan yang dihadapi adalah bahan baku yang masih di datangkan dari luar KSB.
"Salah satu yang menjadi kendala kita yaitu bahan baku benang, di kabupaten Sumbawa Barat belum ada yg menjual benang, untuk itu kita harus mendatangkannya dari seberang yaitu pulau lombok, bahkan sampai Makasar." Ucapnya. Sejalan dengan kades Kertasari, Kabid Perindustrian Dinas Koperindag KSB, Ir. H. Siti Nuraini yang kami temui di ruang kerjanya pada Selasa, (30/4), Ia juga mengatakan, bahan baku yang sulit di dapat serta permodalan menjadi kendala besar dalam kerajinan kain tenun kertasari.

Terkait hal ini, Hj. Nuraini juga ini meminta bantuan dan kerjasama dengan Dinas Pariwisata KSB dan Pemerintah Desa agar dapat memfasilitasi para pengerajin sehingga dapat berkembang.
"Teman-teman pengerajin ini sangat membutuhkan modal, karena kerajinan ini sangat perlu kita tumbuh kembangkan, saya berharap adanya kerjasama dari pihak desa melalui BUMDES nya dan dari pihak Dinas Pariwisata KSB untuk bisa memfasilitasi para pengerajin dalam hal promosi dan pemasaran."harapnya.
Karena melihat industri kain tenun ini adalah budaya yang berharga yang Takan pernah hilang serta bisa mengangkat nama daerah menjadi daya tarik tersendiri.

Lebih lanjut Hj. Nuraini mengatakan, pihaknya ingin para pengerajin kain tenun mengikuti pelatihan atau magang, agar mereka benar-benar mahir untuk menerapkan beberapa corak atau desain yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Karena melihat di KSB pada even-even besar seperti HUT KSB, pawai budaya dan hari-hari besar lainnya biasanya membutuhkan banyak kain tenun khas Sumbawa. Jika para pengerajin mampu memproduksi kain tenun dalam jumlah banyak, maka masyarakat tidak akan jauh-jauh dan kesulitan mendapatkan kain tenun yang berkualitas.(KominfoFer)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan