logoblog

Cari

Tutup Iklan

KBMK Gelar Tari Wura Bongi Monca

KBMK Gelar Tari Wura Bongi Monca

Festival Rimpu yang diadakan di Kota Malang Jawa Timur, Minggu, 15 April 2018 mulai pukul 07.00 sampai  11.00 WIB dalam rangka peringatan

Budaya

Ahyansyah
Oleh Ahyansyah
16 April, 2018 06:24:58
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 6273 Kali

Dalam rangka memperignati hari jadi kabupaten Dompu yang ke 203, Keluarga Besar Mahasiswa Kempo (KBMK)  yang berada di kota Malang mengelar fertival Rimpu. Festival tersebut di gelar pada tangal 15 April 2018. Kegiatan yang digelar oleh Keluarga Besar Mahasiswa Kempo tersebut berjalann lancar dan sukses.  

Kegiatan ini diadakan di sepanjang jalan besar Idjen Boulevard Kota Malang yang diikuti sejumlah organisasi daerah dari Dompu di bawah kordinasi dan naungan IKPMD Malang.

Adapun rangkaian kegiatan ini, yakni pawai rimpu, tari traditional Mbojo, kapatu Mbojo, dll. Dan yang tidak kalah menariknya, KBMK Malang mengambil bagian pada acara ini. KBMK Malang adalah perkumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dan berdomisili di Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu yang pada saat ini sedang menempuh Pendidikan (kuliah) di Kota Malang baik yang mahasiswa/i S-1 maupun S2. Dengan visi terus menjaga silaturahim dan kekompakan, membawa KBMK dipercaya mempersembahkan tari wura bongi monca pada festival tersebut.  

KBMK mempersembahkan  sebuah tari traditional Bima Dompu (Suku Mbojo) yakni tari wura bongi monca. Sekilas tentang tari wura bongi monca. 

Tari Wura Bongi monca merupakam tarian yang berfungsi sebagai penyambutan dan ucapan selamat datang tamu dari Bima Dompu ( Mbojo), NTB. 

 

Baca Juga :


Tarian dilakukan oleh penari perempuan (dou siwe) secara berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil membawa dan menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan, harapan penghargaan dan penyambutan tamu. Tarian ini masih terkenal di Bima Dompu dan sering ditampilkan pada acara - acara adat, acara pemerintahan, dll.

Menurut sebagian referensi, tari Wura Bongi Monca ini merupakan tarian yang sudah berkembang pada masa Kesultanan Abdul Kahir Sirajuddin tahun 1640-1682. Tarian ini ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu istana yang sedang berkunjung. Dengan paras cantik dan gerak yang gemulai, para penari menyambut kedatangan tamu sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan. Nama Tari Wura Bongi Monca sendiri diambil dari bahasa mbojo yang berarti menabur beras kuning.

Persembahan tari wura bongi monca oleh KBMK ini merupakan yang pertama kali diadakan selama beberapa tahun telah diadakan di Kota Malang. Dan salah satu peserta tari menuturkan, sangat berbangga dapat tampil pada festival ini. Selain itu juga kepercayaan IKPMD untuk kami KBMK merupakan  tugas yang harus kami laksanakan. Karena KBMK harus Nggahi rawi pahu ( perkataan sesuai dengan perbuatan ).



 
Ahyansyah

Ahyansyah

Ahyansyah. Fresh graduate lulusan UIN Mataram tahun 2017. Pemerhati pendidikan. Asal dari kecamatan Kempo kabupaten Dompu. E-mail : Ahyansyah.iain55@gmail.com. HP. 085239186574.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan