logoblog

Cari

Tutup Iklan

Desa Batu Tering, Miliki Wisata Alam Bernilai Sejarah

Desa Batu Tering, Miliki Wisata Alam Bernilai Sejarah

Kabupaten Sumbawa selain terkenal akan wisata bahari seperti pulau moyo, Sumbawa juga memiliki wisata yang bersejarah yang jarang dikunjungi. Di Sumbawa

Budaya

alimuddin
Oleh alimuddin
10 April, 2018 06:39:47
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 5644 Kali

Kabupaten Sumbawa selain terkenal akan wisata bahari seperti Pulau Moyo, juga memiliki wisata yang bersejarah yang jarang dikunjungi. Di Sumbawa memiliki peninggalan jejak masa purba berupa sarkofa atau biasa disebut kuburan batu Ai Renung.

Peninggalan bersejarah berupa kuburan tersebut berada di Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Untuk menuju ke kawasan wisata bersejarah tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan 30 kilometer dari Kota Sumbawa menuju Desa Batu Tering.

Setelah tiba di Desa Batu Tering, pengunjung harus melewati jalan yang rusak dan batuan lepas, hanya sepeda motor dan jenis mobil tertentu yang dapat melewati jalan tersebut. Perjalan lebih kurang 4 kilometer menuju lokasi perbukitan. Setelah tiba di kaki bukit, anda harus berjalan kaki sejauh 700 meter untuk tiba ke sarkofagus.

Ada baiknya bagi anda yang baru pertama kali menuju wisata tersebut untuk meminta bantuan warga sekitar atau pemandu. Selain tidak adanya papan informasi, penunjuk arah akan membingungkan.

Kali ini saya dipandu oleh Abdul Rasyid yang merupakan warga sekitar dan juga sekaligus sebagai juru pelihara kawasan sarkofa tersebut.

Abdul Rasyid menjelaskan sarkofagus di situs Ai Renung diperkirakan sudah ada sejak 2000 tahun sebelum Masehi dan terdapat lima safkofagus yang terbagi menjadi empat kokasi. Masing-masing sarkofa atau kuburan batu tersebut memiliki ukiran seperti kepala, biawak dan manusia. Untuk ukiran manusia relativ beragam seperi terlentang dan juga berdiri.

 

Baca Juga :


Ukiran-ukiran yang terdapat pada batuan tersebut memilikih makna tersendiri yang mengambarkan kehidupan, alam roh dan juga kesuburan.

“Ukiran perempuan telanjang atau biasa di sebut manusia kangkang ini   melambangkan kesuburan sementara ukiran buaya melambangkan tolak bala. Jadi karena pada masa itu belum mengenal tulisan, akhirnya diungkapkan dalam bentuk gambar,” paparnya, saat menunjukan ukiran yang berada di batu. ()

 

 

 



 
alimuddin

alimuddin

Alimuddin, tinggal di Desa Benete Kecamatan Maluk. Desa yang akan menjadi Kawasan Industri di Kabupaten Sumbawa Barat. Bagi yang ingin berbagai pengalaman mengenai tulisan bisa di WA 081337306353

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan