logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi yang Sudah Punah dalam Prosesi Pernikahan Masyarakat Bima-Dompu

Tradisi yang Sudah Punah dalam Prosesi Pernikahan Masyarakat Bima-Dompu

Budaya dalam satu daerah merupakan hal yang urgen untuk dibicarakan karena budaya adalah sesuatu yang melekat dan menandakan bahwa dia berasal

Budaya

Uba Leu
Oleh Uba Leu
22 Maret, 2018 11:08:44
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2227 Kali

Budaya dalam satu daerah merupakan hal yang urgen untuk dibicarakan karena budaya adalah sesuatu yang melekat dan menandakan bahwa ia berasal dari mana. Budaya juga merupakan sebuah kebiasaan atau sesuatu  yang dimiliki oleh suatu daerah. Dengan mengenal budaya, maka akan mudah bagi kita mengenal karakter dan tabiat masyarakatnya. Melebur dengan budaya  dalam satu daerah akan mampu menciptakan keharmonisan dalam beradaptasi dengan masyarakat dalam satu daerah tersebut.

Selain itu salah satu nilai positif pentingnya mengenal  budaya juga mengajarkan bagaimana kita bisa menyatu dengan daerah lain. Walaupun dengan daerah dan budaya yang berbeda karena kita saling memahami bahwa budaya itu adalah ciri khas suatu daerah dan tentu setiap daerah masing masing memiliki budaya dan adat istiadat. Sebagai masyarakat yang ingin budaya itu tetap hidup tentu akan senantiasa berpikir bagaimana cara melestarikannya, di antaranya adalah dengan mengadakan pementasan-pementasanbudaya dan seminar budaya dengan tujuan dan harapan bahwa budaya itu akan tetap eksis dan hidup, menceritakannya pada regenerasi berikutnya supaya budaya dalam satu daerah tersebut bisa dikenal dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Di berbagai  daerah yang ada tentu memiliki budaya dan adat istiadat yang sampai sekarang masih dilestarikan dan sudah mulai punah dan bahkan sudah dilupakan entah karena arus perkembangan zaman atau memang karena buadaya dan adat istiadat dianggap kampungan, salah satunya adalah  budaya dan adat istiadat daerah Bima-Dompu yang sampai sekarang ada beberapa budaya dan adat istiadat yang sudah punah.

Budaya dan adat istiadat di daerah Bima-Dompu menjadi hal yang sampai sekarang masih diperbincangkan, Rimpu salah satunya.  Namun tidak menutup kemungkinan bahwa dibalik tenarnya budaya Bima-Dompu lintas dan level nasional masih ada beberapa budaya dan adat istiadatnya yang sekarang sudah punah,  ndeu paki oi mbaru  salah satunya. '

Ndeu paki oi mbaru  adalah prosesi memandikan sepasang suami istri yang baru selesai malakukan prosesi pernikahannya dengan tujuan agar sepasang suami istri ini bisa bersatu dan bersama selamanya. Ndeu paki oi mbaru ini sebenarnya sebagai bentuk ucapan selamat kepada pasangan suami istri yang baru saja melaksanakan prosesi pernikahan. Biasanya dilakukan oleh para gadis dan pemuda yang masih bujang dengan saling menyiramkan air antara gadis dan pemuda dan pasangan suami istri dengan tujuan agar gadis gadis dan pemuda yang masih bujang bisa secepatnya mendapatkan jodoh yang baik yang sesuai dengan harapan dan agama.   

Berikutnya adalah ngge’e nuru labo riana atau dalam bahasa Indonesia adalah tinggal bersama mertua atau berbakti kepada mertua. Ngge’e nuru adalah adat istiadat tinggal bersama mertua atau mengabdi kepada mertua.  Mertua dan menantu menjadi bagian dalam menentukan kebahagian dari pasangan yang baru menikah,  artinya dalam adat istiadat ngge’e nuru diharapakan bisa menyatunya antara mertua dan menantu. Ngge’e nuru  biasanya dilakukan selama 1 bulan atau lebih dengan cara pasangan yang baru menikah diharuskan untuk tinggal bersama mertuanya masing masing.

Selain itu, ada juga tradisi yang disebut dengan weha ao ridho atau menjemput menantu. Dalam tradisi weha ao ridho biasanya dilakukan oleh orang mertua dengan menjemput menantunya untuk diajak tinggal dirumah baru atau rumahnya bersama sang suami.  Weha ao ridho bertujuan agar perempuan yang sudah menjadi menantu bisa betah di rumah baru dia tinggal dan menganggap  mertuanya itu sebagai ibunya sendiri. Weha ao ridho diadakan selama satu hari dan lakukan oleh orang-orang tua kemudian diiringi dengan zikir dan salawat. 

 

Baca Juga :


Tradisi berikutnya adalah ampa wei di uma ruka atau naikkan istri di rumah baru. Dalam istilah ampa wei di uma ruka berarti menyuruh istri naik atau tinggal di rumah barunya bersama sang suami. Di antara banyak adat istiadat daerah Bima-Dompu, ampa wei di uma ruka menjadi adat istiadat terakhir yang melengkapi adat istiadat di atas. Ampa wei di uma ruka dilakukan dengan cara sebelum rumah itu ditempati oleh pasangan suami istri tadi. Sebelum ditempati, rumah terlebih dulu diberkati dengan doa agar keselamatan dan kebahagian selalu menyertai pasangan suami istri yang baru menikah. Ampa wei di uma ruka dilakukan dengan harapan agar istri bisa menikmati  hidup bersama sang suami di rumah baru yang ia punya.

Selamat membaca. ( Fitrah Jaiman ) 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan