logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sudah Pupuskah Permainan Tradisional Lombok?

Sudah Pupuskah Permainan Tradisional Lombok?

Assalamualaikum Wr Wb... Bagaimana kabar sahabat Kampung Media? Semoga baik-baik saja, ya. Tetap jaga kesehatan denga istirahat yang teratur. Seperti yang

Budaya

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
06 Maret, 2018 10:12:36
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 26350 Kali

Assalamualaikum Wr Wb...

Bagaimana kabar sahabat Kampung Media? Semoga baik-baik saja, ya. Tetap jaga kesehatan dengan istirahat yang teratur. Seperti yang kita ketahui, bahwa sehat itu mahal. Tanpa kesehatan, kita tidak bisa melakukan beragam aktivitas.

Baiklah, untuk kesempatan ini, saya akan membicarakan tentang permainan tradisional yang ada di Lombok. Kenapa saya membahas ini? Maklum, saya lagi miris melihat anak-anak sekarang. Ada banyak perbedaan yang dilakukan anak sekarang dengan anak dulu. Beragam perbedaannya. Sahabat Kampung Media pasti tahu.

Sudah pupuskah permainan tradisional Lombok? Ini adalah sebuah pertanyaan yang membuat saya sedih. Di sekitar rumah, anak-anak tidak ada yang main permainan tradisional Lombok. Padahal, bila diingat jaman dulu, jika pulang sekolah, atau sore hari, di depan rumah banyak anak-anak yang bermain. Macam-macam permainan. Tawa, canda, dan banyak ekspresi ada di depan rumah. Sekarang? Bagaimana dengan di lingkungan rumah sahabat?

O...ya, bukan tidak ada mainan tradisional Lombok yang dilakukan anak-anak sekarang, ada, namun itu hanya minim sekali. Dalam sebulan, hanya beberapa permainan yang dimainkan. Setelah itu, sepi, tidak ada lagi yang bermain. Miris, kan?

Bagaimana cara supaya melestarikan permainan tradisonal Lombok tetap ada di lingkungan kita? Hmm... sebelum itu saya jawab, bagaimana kalau kita mengingat permainan tradisonal Lombok yang dulus kita sering mainkan? Setuju sahabat Kampung Media? Jika setuju, berikut macam-macam permainan tradisonal Lombok.

#Benteng – permainan ini membuat kita untuk mempertahankan benteng, jangan sampai ada yang menyentuh benteng kita. Permainan ini mengandalkan tenaga untuk berlari – saling kejar mengejar. Permainan ini terdiri dari dua kubu. Setiap kubu mengeluarkan peserta/prajurit untuk memancing peserta/prajurit untuk keluar. Saat ini terjadi, peserta/prajurit siap untuk menangkapnya. Saat ditangkap, peserta/prajurit lain seger menyelamatkan yang lainnya. Jika semua tertangkap, maka benteng akan diserbu, dan menang talak pun akan didapatkan.

#Sebok Peta – alias petak umpet. Ini sih bahasa Indonesianya. Kalau di rumah saya, namanya bukan sebok peta melainkan main geleng. Permainan ini mengandalkan kemahiran dalam bersembunyi. Ada satu pemain yang kalah yang menjadi pencari, dan lainnya segera bersembunyi. Sang pencari harus gesit dan pandai mencari yang lain, jika tidak begitu maka pencari yang akan ditangkap oleh lainnya.

#Selodor – nah, permainan ini mengandalkan kekuatan tim untuk berhati-hati dalam melangkah. Sebuah garis yang dibuat, dan setiap garis ada yang menjaga. Maka dari itu, sebagai pemain/pejelajah harus hati-hati dalam melangkah.

#Main Sungkit – ukuran kayu yang digunakan ada yang panjang ada ada yang kecil yang disebut anak kayu, atau bisa disebut main kayu. Ada tiga tehnik yang dipakai dalam permainan ini; disungkit, dipantok, dan dikandik. Tiga tehnik ini dimainkan oleh yang punya giliran, sedang yang lainnya harus menjaga. Ada point yang didapatkan dalam permainan ini. O ya, saat disungkit, penjaga harus bergegas menangkap dan melempar ke arah ibu kayu, dan berusaha dikenai. Jika dikenai, maka permainan akan disetop dan digantikan oleh yang jaga. Dan... apalagi, ya? Yang sudah main ini pasti sudah paham.

 

Baca Juga :


#Kedebong Senggek – ini menggunakan tim juga. Tim yang kalah harus menggendong yang menang. Ini dilakukan dua arah. Yang menang akan melmpar kain yang sudah dililit sedemikian rupa. Saat dilempar, yang lain harus menangkapnya. Saat sudah tertangkap, maka perpindahan tempat akan terjadi, dan tentunya yang main masih digendong. Dan itu terus menerus. Jika, kain tidak bisa ditangkap, maka pergantian permainan terjadi.

Dan... sebenarnya masih banyak lagi permainan yang mungkin jika disebut akan bertambah panjang. Nama permainan ini tidak mutlak. Sebab, setiap daerah memiliki nama yang berbeda. Tidak mengapa namanya berbeda walau pada dasarnya sama. Inilah yang disebut perbedaan namun penuh dengan keindahan. Indah dalam arti setiap permainan menguratkan beragam eksperesi.

Namun sekarang? Ya, sesuai judul tulisan ini, apakah sudah pupus? Sepertinya sudah akan pupus. Jika tidak ada yang benar-benar mengajarkan pada anak-anak sekarang, maka permainan tradisonal Lombok ini akan benar-benar pupus. Dan berikut caranya supaya permainan tradisional Lombok ini tidak pupus alias dilupakan.

#Ajak Anak Bermain – sebagai orang tua, tidak ada salahnya mengajak anak untuk bermain tradisonal Lombok. Sebutkan nama permainan dan ajarkan anak bagaimana caranya bermain. Setiap hari, atau seminggu sekali, ajak anak bermain sekitar 1 atau 2 permainan.

#Olahraga Menggunaka Permainan Tradisonal – ini lebih ke arah guru olahraga, di mana guru olahraga harus megarahkan anak untuk memainkan permainan tradisonal Lombok ini. Setelah pemanasan dan penyampaian materi, selipkan juga permainan ini.

#Adakan Lomba – di sekolah, atau di desa, tetap adakan lomba permainan tradisonal. Dengan adanya ini, setidaknya anak-anak tahu bahwa permainan semacam ini cukup menghibur dan membuat mereka bergerak lebih bagus. Dengan adanya lomba tentu akan membuat anak-anak akan sering bermain semacam itu. Ya... setidaknya mereka akan menyiapkan diri untuk ikut lomba tahun depan.

Dan, masih ada cara lain untuk mengenalkan anak-anak tentang permainan tradisonal Lombok. Setiap orang memiliki cara tersendiri. Jadi, yuk kenalkan anak-anak supaya permainan tradisonal Lombok tidak pupus/hilang.

Baiklah, cukup dulu tulisan hari ini. Bagi yang suka membaca ini, jangan lupa tinggalkan kritik dan saran. Ditunggu. Salam hangat.



 
Muhammad Madun Anwar

Muhammad Madun Anwar

Bertekat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga. Sekarang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah Negeri pinggiran di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB. Dapat dihubungi ke: 085-903-157-401. E-mail: muhammadadoeen@yahoo.co.id.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan