logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mengenal Tiga Suku Bima Dompu Dalam Bahasa Dan Budaya

Mengenal Tiga Suku Bima Dompu Dalam Bahasa Dan Budaya

    MENGENAL TIGA SUKU DAERAH  BIMA-DOMPU DALAM BAHASA DAN BUDAYA   Bima-Dompu adalah dua kabupaten yang ada dipulau Sumbawa yang

Budaya

Uba Leu
Oleh Uba Leu
05 Maret, 2018 14:59:37
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 11458 Kali

Bima-Dompu adalah dua kabupaten yang ada dipulau Sumbawa yang terletak disebelah timurnya kabupaten Sumbawa, Bima- Dompu juga adalah dua daerah atau kabupaten yang dihuni oleh banyak suku yang Sebenarnya kalau ditelusuri suku dan budaya yang ada wilayah bima-dompu itu takkan habis kalau di perbincangankan, Bima-Dompu terdapat hal hal yang unik dari tradisi dan budaya yang ia miliki daerah yang kaya akan budaya tersebut dan yang dujuluki dana mambari ro mpaha itu atau tanah sakral yang masih dibawa cengkraman raja itu ternyata bukan hanya budaya dan tradisi dan budaya yang ada didalamnya ada sesuatu yang asyik dalam daerah Bima-Dompu yaitu banyaknya Suku suku,

Dari banyaknya suku yang ada didaerah Bima-Dompu akhirnya daerah  ini dijuluki daerah yang kaya akan warian budaya, dua daerah yang dihuni oleh tiga suku ini terdapat keunikan dalam memberikan pehaman bagaimana kayanya mereka akan warisan budaya tradisi yanga ada dalam dua daerah ini suku tersebut selain berdiam dalam dua wilayah Bima-Dompu dan kaya akan budaya dan warisan warisan nenek moyang   ternyata mereka juga  meiliki bahasa yang beda dan sama sama miliki cirri khas tersendiri, ketiga suku tersebut adalah suku mbojo, suku sambori, suku donggo

Suku mbojo Suku Bima merupakan suku yang mendiami Kabupaten Bima dan Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, budaya dan tradisi yang melambangkan dan membedakan suku mbojo dengan suku donggo dan suku sambori suku mbojo, Dari perbedaan bahasa suku mbojo mengatakan bahwa gubuk itu adalah salaja dan kedua dari mpa’a gantao atau pencat silat dari segi budaya adalah bagaimana tarian lopi penge, tarian muna ra mbedi dan  tembe nggoli, tembe salungka sarung khas suku mbojo dan banyak lagi yang lainnya. suku sambori  adalah suku yang berdiam  diatas gunung lambitu di sebelah selatannya kecamatan wawo dan sebelah timurnya kecamatan Belo dan Pali Belo, suku sambori ini juga disebut sebagai dou donggo ele atau orang donggo sebelah timur yang tentunya dari segi bahasa tentu beda. Misalnya gubuk atau dalam bahawa suku sambori itu santawo yang kedua bahasa suku sambori doka Kadoka kata suku mbojo lampa kalampma yang dalam bahasa Indonesia jalan cepat dan budaya susku sambori dengan pakaian sambolo atau ikat kepala yang terbuat dari kain kapas tenunan sendiri dengan hiasan kotak-kotak berwarna hitam di padu dengan baju mbolo wo’o atau baju tanpa kerah. suku donggo adalah suku yang berdiam diatas gunung sebelah utara kecamatan bolo sila yang tentu dari bahasa, tradisi dan kebiasaan suku donggo dengan yang lain tentu berbeda yang pertama dari bahasa  suku donggo  jam sapulu sanggicu/atau dalam bahasa indonesia jam setengah sepuluh sedangkan dari kebiasan dan  budaya mereka ada yaitu namanya tarian kalero dan hasil karia masyarakat suku donggo ada namanya  dipi donggo atau tikar orang donggo yang terbuat dari daun rotan yang dianyam.

Dari perbedaan yang ada dalam 3 suku diatas kita bisa mengatakan bahwa Bima-Dompu adalah salah satu daerah yang kaya akan budaya dan bahasa,

zaman kian berkembang, derasnya arus budaya modern kian menyeret dan  Budaya modern kian masuk dalam tradisi hidup masyarakat Bima-Dompu dengan gaya hidup yang serba modern saat sekarang telah menghilangkan eksistensi  dari budaya Bima-Dompu  itu sendiri. penampilan budaya dan tutur kata  yang dulunya berbeda  dari  tiga suku ini saat sekarang telah mengalami kesamaan. Ini disebabkan karena Seiring perkembangnya zaman dan pembangunan makin maju, pernikahan  yang tidak lagi berdasarkan samanya suku samanya adat istiadat budaya,  misalnya sampela suku sambori menikah dengan sampela suku mbojo, sampela suku donggo menikah dengan  sampela suku sambori, sampela  suku mbojo menikah dengan sampela suku donggo  mangharuskan budaya dan tradisi dari tiga suku ini diklaim tidak ada perbedaan, walaupun Realitas demikian masyarakat Bima-Dompu tetap eksis mempertahankan budaya dan tutur kata yang dimiliki oleh tiga suku itu, kami menilai bahwa kehadiran budaya dalam aktifitas hidup kita akan mampu menciptakan hidup rukun dan bersatu. Karena budaya, dan tutur kata ajaran suku suku itu dinilai bukan sebuah jalan untuk menciptakan perpecahan dan  perbedaan malah akan memperkuat ikatan antara kita sesama umat manusia dan sesuatu hal yang harus tetap hidup dimanapun kita ada demi terjaganya silaturahim antara kita sesama umat manusia.

 

Baca Juga :


 

Selamat membaca!!!!!!



 
Uba Leu

Uba Leu

fitrah zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir Di desa Leu sila anak dari pasangan deo Uba Tika dan faridah adik dari Al Amin dan abang dari Rabiatu adawiah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan