logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hilangnya Permainan Kawongga Dan Matinya Interaksi Anak.

Hilangnya Permainan Kawongga Dan Matinya Interaksi Anak.

Permainan anak tradisional semacam Kawongga atau gasing kayu mungkin memang akan tinggal menjadi kenangan. Mungkin hanya akan tinggal sebagai artefak di

Budaya

KM rasanaebarat
Oleh KM rasanaebarat
23 Februari, 2018 19:46:15
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 3604 Kali

Permainan anak tradisional semacam Kawongga atau gasing kayu mungkin memang akan tinggal menjadi kenangan. Mungkin hanya akan tinggal sebagai artefak di benak anak zaman sekarang. Sementara orang yang sama sekali tidak pernah mengetahuinya akan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak perlu dan tidak berguna. Dalam perjalanan waktu dan zaman akan selalu ada perubahan. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.

Perubahan zaman yang selalu dibarengi dengan perkembangan teknologi mau tidak mau telah menggeser permainan anak-anak tradisional pada umumnya berganti dengan gadget. Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat anak-anak merasa tidak perlu lagi bermain bersama tetangga atau teman sekolahnya. Layar kaca baik dari HP, televisi, seabreg alat permainan dari elektronik, dan lain-lain telah membuat anak-anak tidak berkesempatan lagi bermain dengan anak-anak lainnya, hilangnya interaksi matinya silaturahmi.

Untuk bermain dan bergembira saja mereka tidak bisa melakukannya seorang diri harus ada yang menemani, apalagi dalam menghadapi segala kerepotan hidup dan bullyan teman. Ketika Kawongga dimainkan maka dibentuklah kelompok dimana bisa Tampak bahwa permainan tradisonal anak ini mau tidak mau membentuk ikatan pertemanan yang cukup kental. Permainan tersebut juga menuntut perjumpaan fisik yang intensif serta interaksi yang intens.

Pada umumnya permainan Kawongga melatih anak-anak untuk mengenal dan mempelajari kayu, dimana sebuah yang baik akan membentuk Kawongga yang baik pula. Membentuk kelompok dan jaringan kerja tim untuk mengalahkan tim lain.

 

Baca Juga :


Bagaimanapun perjumpaan dan interaksi sesungguhnya tidak bisa digantikan dengan WA atau telepon. Gadget maupun telepon tidak akan pernah bisa menghadirkan keseluruhan eksistensi pengirim atau penerimanya. Lebih-lebih dalam kegiatan kerja atau permainan. Perjumpaan fisik tetap diperlukan. Permainan sepak bola yang boleh dikatakan sebagai olahraga atau permainan modern pun tidak bisa meninggalkan peran dan kehadiran orang lain.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan