logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sejarah Sila Dalam Prasasti Modern

Sejarah Sila Dalam Prasasti Modern

Sejarah adalah masalalu, masa lampau yang sewajarnya diceritakan pada genarasi mendatang  yang kemudian bisa dijadikan referensi dan acuan hidup,  yang dengannya

Budaya

Fitrah Jaiman
Oleh Fitrah Jaiman
17 Januari, 2018 14:43:51
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 634 Kali

Sejarah adalah peristiwa masa lalu, masa lampau yang sewajarnya diceritakan pada genarasi mendatang  sehingga generasi tidak kehilangan sejarah. Sejarah ini bisa dijadikan referensi atau acuan hidup karena dalam sejarah masa lalu, terdapat nilai-nilai lokal atau dikenal dengan lokal wisdom. Sejara juga terdapat prilaku, peristiwa dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

Kalau kita menengok kembali sejarah budaya wabil khusus sejarah budaya Bima tentu menimbulkan tanda tanya yang sangat besar sehingga  pengklaiman akan diri saya yang benar itu ada, sejarah Bima dan sejarah daerah kecamatan yang ada didana Mbojo  merupakan salah satu hal yang urgen untuk diperbincangkan dan didiskusikan demi terselamatnya rakyat Bima dan generasi mendatang dari kesalapahaman sejarah dan kerancuan sejarah, mungkin  demikianlah sejarah ?

Wilayah Bima atau kabupaten bima yang sampaikan sekarang dikenal dengan sembutan DANA MAMBARI RO MPAHA (Tanah yang sakral) dan dikenal dengan SDA/SDM yang cukup memadai tentu memiliki kekayaan akan sejarah dan budaya. Salah satunya adalah kecamatan Bolo atau dikenal dengan sebutan Sila. Kecamatan Bolo atau Sila memiliki sejarah yang sangat panjang sehingga sampai sekarang jangankan orang di luar sila, orang-orang yang dalam wilayah silapun tak tau sejarah Sila itu. Yaaa demikianlah sejarah...

Kalau kita merunut dan menengok kembali abad ke 14 tepatnya Pada tahun 1640 dua tahun sebelum penemuan RIMPU di wilayah Bima tentu akan kita temukan ada seorang musafir dari jazirah arab yang merupakan pedagang dari mekah yang hijrah kewilayah Bima Sila dengan misi penyebaran Islam dalam metode berdagang  beliau bernama SYEKH HUMAN ia melakukan rutinitas pengkajian Islam dan penyebaran Islam di wilayah Sila tepatnya di desa Rato Sila depan puskesmas Bolo yang sekarang tempat itu sudah dibangun MAN 3 Bima dengan dihadiri orang orang yang masih memakai pemahama MAKAMBA MAKAKIMBI atau dalam bahasa indonesianya animisme dinamisme, ditengah- tengah rutinitas pengakajian islam yang dipimpin langsung oleh SYEKH HUMAN atau (ngaji ra wija ra doho kambolo weki) inilah asal mula nama sila berada, dalam sebuah wawancara yang memperkuat sila berasal dari islam bahwa ketika akan mengadakan ngaji ra wija atau pengkajian tentu orang orang sila akan bertanya seperti ini: dimana kita akan melakukan pengkajian islam?? ( tabe ngaji ra wija kai isila ndai??) dari  H. Usman rasa ntoi (kampung dulu) ke  H. Ismail Usman sila leu (almarhum).  kalau kita berpijak pada sejarah diatas maka nama Sila pada dasarnya adalah islam demikianlah penyebutan  bahasa bima dompu atau nggahi mbojo dompu  tidak memiliki huruf mati pada akhir kata sehingga mengiakan islam harus berubah kata menjadi sila.

 

Baca Juga :


 

Setelah diselesaikan masalah sejarah sila timbul lagi berbagai pertanyaan salah satu mahasiswa leu Yang bernama SUDIRMAN AL GEBRA MASARAMBA TAMBE  dan IMAM SYAFI’I SANGGILI LEU mengenai desa yang termasuk Lingkaran sila karena pada dasarnya sila ini bukan kecamatan bukan juga desa tapi sila ini adalah sebuah nama dibawah wilayah kecamatan bolo,  berangkat dari pertanyaan tersebut, supaya tidak terjadi kesalapahaman sejarah lahir keinginan sekelompok mahasiswa mataram  yang dari wilayah DESA LEU dan DESA TAMBE untuk mencari tau kebenaran desa yang termasuk wilayah sila, dengan semangat yang sangat luar biasa akhirnya desa yang termasuk wilayah sila bisa kita temukan dan buktikan dari sebuah penamaan lembaga formal Sekolah Dasar yang ada diwilayah sila,  yang pada dasarnya  hanya ada 7 desa yang termasuk wilayah sila. DESA TIMU (SD SILA 4),  DESA LEU (SD SILA 2) DESA KANANGA (SD SILA 5), DESA TUMPU (SD SILA 7),  DESA RATO (SD SILA 6 dan SILA 1) ,DESA RASABOU (SILA 9), DESA TAMBE (SILA 8). Dengan pembuktian ini sedikit tidak kita bisa memetakan mana desa yang mengatakan dirinya sila mana desa yang sebenarnya masuk dalam lingkaran sila. (Fitrah)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan