logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pernikahan Terhalang Mahar

Pernikahan Terhalang Mahar

Pernikahan Terhalang Mahar Hidup bersama keluarga kecil merupakan dambaan bagi setiap manusia, tidak ada laki-laki maupun perempuan yang tidak ingin hidup

Budaya

Suparman
Oleh Suparman
10 Januari, 2018 10:57:14
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 6090 Kali

Membentuk keluarga kecil merupakan dambaan bagi setiap manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan. Tak seorangpun yang tidak ingin hidup dalam sebuah rumah tangga yang penuh dengan kebahagiaan. Pernikahan merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rosulullah untuk menyempurnakan ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa.   

Pernikahan mengandung nilai kepercayaan dalam mencapai tujuan bersama, perempuan menginginkan seorang imam yang dapat mengajarkan tentang kebaikan, kasih sayang, dan dapat menjaga dari segala fitnah-fitnah yang terjadi. Laki-laki menginginkan perempuan yang dapat menjaga kepercayaan yang diberikan, dan mentaati segala apa yang diperintahkan, demi tercapai keharmonisan dalam membangun rumah tangga.

Dalam membangun rumah tangga, perlu adanya bekal yang telah di siapkan, tanpa ada kesiapan yang matang, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki, maka ketenangan yang ingin dicapai secara bersama-sama akan terasa sulit. Bekal yang paling utama dalam membangun Rumah Tangga adalah rasa cinta dan kepercayaan. Bukan atas dasar materi yang di janjikan, sehingga cinta yang tulus menjadi tak ternilai harganya.

Pernikahan terhalang mahar akan menghancurkan dua hati yang diikat dalam satu cinta yang terbangun demi kebahagiaan cinta yang diikat oleh pernikahan suci. Inilah budaya yang jauh dari norma-norma yang telah diajarkan dalam agama. Orang tua juga harus memahami harapan seorang anaknya, jangan jadikan anak perempuan sebagai ajang untuk di perdagangkan demi kebanggaan yang ingin diraih.

Pernikahan menjadi momen kebanggaan dengan pesta yang begitu mewah, sehingga menjadi pusat perhatian orang banyak dengan pujian yang begitu banyak. Apa manfaat dibalik semua pesta yang disuguhkan?

 

Baca Juga :


Pesta pernikahan di anggap sebagai budaya turun temurun yang dilakukakan oleh nenek moyang dulu, sehingga menjadi alasan yang mendasar untuk menaikan jumlah mahar yang begitu banyak. Apakah budaya yang tidak memberikan nilai manfaat tidak bisa dirubah.?

Pemuda-pemuda yang mempunyai niat suci untuk menikah, akan terbuang jauh oleh materi yang terbatas, cinta yang menjadi modal untuk membangun rumah tangga tidak ternilai harganya. Bukankah pernikahan di ikat oleh kalimat-kalimat suci, yang haram menjadi halal.

Bukan karena materi yang mengukur nilai-nilai yang terkandung dalam pernikahan. Karena agama telah mengatur semua yang terjadi, dari bangun tidur sampai tidur kembali, Islam tidak pernah memberatkan persoalan-persoalan  yang terjadi dalam kehidupan manusia, sehingga menjadikan alasan untuk tidak mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Agama.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan