logoblog

Cari

Tutup Iklan

Persahabatan Dibalik Kalimat “Lembo Ade”

Persahabatan Dibalik Kalimat “Lembo Ade”

 Persahabatan Dibalik Kalimat “Lembo Ade” Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki tiga suku yang beragam, diantaranya, suku Sasak, suku Sumbawa, dan

Budaya

Suparman
Oleh Suparman
05 Januari, 2018 15:30:32
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1930 Kali

 Persahabatan Dibalik Kalimat “Lembo Ade”

Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki tiga suku yang beragam, diantaranya, suku Sasak, suku Sumbawa, dan suku Mbojo (SASAMBO). Ketiga suku tersebut memiliki bahasa dan logat yang berbeda-beda. Multikultur yang beragam merupakan bukti nyata dalam membangun suatu daerah menjadi tanggungg jawab bersama. Toleransi yang tercipta antar suku yang berbeda, telah mengantarkan Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk terus berkembang, dalam pembangunan Ekonomi, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Suku Mbojo yang terletak di timur Pulau Sumbawa yang membentuk tiga kabupaten kota, yaitu Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, yang memiliki bahasa dan budaya yang sama, sehingga tidak terlihat perbedaan antara ketiga kabupaten kota tersebut.

Bahasa Bima atau biasa dikenal dengan bahasa Mbojo, adalah bahasa yang digunakan oleh tiga kabupaten kota tersebut, meskipun ada sedikitt perbedaan logat dalam pengucapan yang terdapat dalam bahasa suku Mbojo. Namun, ada satu kalimat yang begitu sakral diucapkan oleh orang-orang Bima dan Dompu yang tidak ternilai harganya. Yaitu, kalimat “Lembo Ade” yang mengandung nilai keakraban yang begitu kuat.

Lembo ade merupakan satu kalimat yang tidak bisa di definisikan dengan satu makna saja. Karena nilai dan makna yang terkandung dalam kalimat “lembo ade” akan masuk dalam semua situasi dan kondisi yang dirasakan oleh manusia. Lembo ade memiliki makna luas yang mencakup semua keadaan secara universal dan tidak dibatasi oleh satu keadaan saja. Ada beberapa makna yang didefinisikan dengan kalimat lembo ade, diantaranya, yaitu sabar, tabah, lapang dada, dan masih banyak makna-makna yang memberikan kesejukkan dalam hati.

Kalimat lembo ade, akan selalu kita dengarkan dari bibir masyarakat suku Mbojo, ketika Musibah, Ujian, dan semua yang berkaitan dengan kekurangan yang menimpa siapapun itu. Ketika kalimat lembo ade terdengar oleh orang-orang yang mengalami ujian dan musibah, maka ketabahan dan keikhlasan untuk menerima semua cobaan yang terjadi, akan terasan sejuk dan tentram dalam jiwa. Kalembo ade, mengandung suara motivasi dan solusi dari semua ujian dan cobaan yang terjadi.

 

Baca Juga :


Masyarakat Sumbawa dan Lombok ketika mempelajari dan mengucapkan kalimat lembo ade, kepada orang-orang Bima dan Dompu maka secara otomatis, nilai keakraban dan persahaban akan terbangun walaupun bukan seberapa lama kita kenal dengan mereka. Hanya dengan kalimat lembo ade semua menjadi akrab dan tentram. Setiap bahasa daerah yang diucapkan, merupakan identitas yang menunjukkan jati diri setiap daerah. Jangan pernah meremehkan bahasa asing yang terdengar, karena itu adalah identitas yang menunjukkan kita orang Bima, Sumbawa, dan Sasak. Mari kita membangun toleransi dalam berbahasa.

“Kalembo Ade Mena”

 



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan