logoblog

Cari

Tutup Iklan

Banyak Rumah Panggung di Labuhan Lombok

Banyak Rumah Panggung di Labuhan Lombok

Rumah Panggung, bentuk khas rumah suku bugis yang dapat di temui di berbagai pesisir pantai yang ada di Lombok Timur. Tidak

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
07 Desember, 2017 22:33:49
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 32691 Kali

Rumah Panggung, bentuk khas rumah suku bugis yang dapat di temui di berbagai pesisir pantai yang ada di Lombok Timur. Tidak banyak warga Kabupaten Lombok Timur yang tahu mengenai penyebaran suku bugis di Labuhan Lombok. Mereka hanya tahu bahwa orang bugis di Labuhan Lombok telah ada sejak dahulu kala.

Dari tuturan kata penduduk Labuhan Lombok, awal keberadaan orang-orang bugis di Labuhan Lombok adalah ketika menghindar dari peperangan atau kekacauan yang terjadi di negeri asalnya, yaitu pada saat terjadinya kekacauan pada masa gerilya DI/TII yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan pada tahun 1950-an. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar orang-orang bugis merasa tidak nyaman, yang akhirnya memilih untuk melakukan migrasi di daerah atau ke wilayah lain, seperti melakukan migrasi ke Pulau Lombok.

Selain rumah panggung yang menjadi corak budaya orang bugis, dalam bertahan hidup mereka pun bekerja sebagai nelayan. Sebagian juga menjadi  pedagang ikan.

Atas kecintaannya pada laut yang sebagai pusat penghidupannya, lewat keparcayaan yang diyakini, mereka pun kerap melakukan upacara adat terhadap penguasa laut yang merupakan budaya yang dibawa dari daerah asalnya yaitu Sulawesi Selatan. Jiwa keberanian, bekerja keras dan perwatakan yang keras masih terpola dalam hidup mereka.

Nilai kebersamaan warga bugis di Labuhan Lombok tergolong sukses dalam meningkatkan kehidupan ekonomi dan indusdtri rumah tangga. Hal ini didukung oleh jalinan persaudaraan yang telah mengakar pada kehidupana mereka. Namun, mereka pun juga tetap menjalin komunikasi yang baik, kerja sama dan membina persaudaraan dengan penduduk  asli Lombok yang bersuku sasak.  

 

Baca Juga :


Agama Islam menjadi pilihan satu-satunya bagi seluruh warga bugis yang ada di Labuhan Lombok. Mereka pun telah diwariskan secara turun-temurun. Mereka tetap menjaga identitas diri mereka sebagai orang yang taat sholat lima waktu dan berpegang tegung pada keyakinan yang diwariskan kepada mereka sejak nenek-moyangnya.

Suku Bugis sangat menghormati adat istiadat masyarakat setempat dan selalu menjaga kerukunan bersama. Kebersamaan dan kesatuan di antara suku bugis dan suku sasak Lombok sangat kuat. Mereka mampu bertahan di bidang ekonomi, sosial dan budaya karena persatuan dan kesatuan yang dibangun di antara mereka.

Kerja sama paling nyata diantara suku Bugis yang ada di Labuhan Lombok adalah nampak dalam interaksi sosial pada ruang lingkup mata pencaharian. Hal ini dapat dilihat ketika salah satu anggota nelayan belum memiliki perahu untuk melaut, yang lain pasti akan meminjamkan perahu dengan penuh keikhlasan hati. Sikap seperti inipun muncul secara spontanitas dan telah menjadi kebiasaan secara turun-temurun.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan