logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Salama So Sebelum Musim Tanam

Tradisi Salama So Sebelum Musim Tanam

Berbicara tradisi, di Kabupaten Dompu memang tiada habisnya. Hampir semua wilayah yang ada di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini memiliki tradisi

Budaya

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
27 November, 2017 15:26:19
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 5515 Kali

Berbicara tradisi, di Kabupaten Dompu memang tiada habisnya. Hampir semua wilayah yang ada di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini memiliki tradisi baik yang serumpun maupun yang kental pada satu wilayah saja. Seperti yang ada di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Di Desa ini, ada tradisi yang eksistensinya dijaga dengan baik oleh masyarakat. Tradisi tersebut bernama DO'A SALAMA SO. Tradisi ini biasanya dilakukan saat musim tanam tiba atau ketika musim hujan. Tujuannya, adalah mengharap kepada Allah agar memberikan hasil yang berlimpah.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Salama adalah Selamat dan So adalah nama suatu lahan pada posisi tertentu yang tergabung dalam areal lainnya sebagai tempat untuk bercocok tanam. Do'a Salama So berarti, berdoa atau memohon selamat dalam bercocok tanam dengan harapan hasil pertanian yang berlimpah ruah kepada Allah SWT.

Tradisi ini sempat hilang dan dilupakan oleh masyarakat setempat, itu disebabkan oleh masuknya pengaruh moderinisasi dunia barat yang begitu cepat beralkuturasi dengan masyarakat. Sehingga kebiasaan lama, secara perlahan dengan sendirinya mulai hilang dari masyarakat.

Untuk menjaga eksistensi dan kearifan lokal, baru-baru ini warga masyarakat desa Saneo, menggelar tradisi Doa Salama So. Seluruh lapisan masyarakat desa ikut berpartisipasi dalam tradisi ini, semuanya ambil bagian agar acara berjalan lancar dan berlangsung khidmat. Prosesinyapun cukup sederhana dan sesuai dengan syariat islam, syaratnya harus menyembelih ayam (Kampung) jantang dan betina masing-masing satu ekor. Setelah dipenuhi, maka bisa ditambah dengan jenis ayam lainnya dengan jumlah yang tidak ditentukan.

 

Baca Juga :


Hanya saja, lokasi doa salama so harus dilakukan pada lahan atau ladang pertanian sebagai tempat bercocok tanam. Sebelum makan bersama, terlebih dahulu doa dilakukan yang dipimpin oleh tokoh agama yang ditunjuk oleh masyarakat. Biasanya, sebagai rasa syukur atas hasil pertanian yang didapatkan, masyarakat juga akan melakukan doa syukur pada saat selesai musim panen. Namun lokasi doa ini,  dilakukan pada tempat strategis desa seperti Masjid. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan