logoblog

Cari

Festival Kampung Syahdu, Dari Sumbawa Untuk Dunia

Festival Kampung Syahdu, Dari Sumbawa Untuk Dunia

KM Gempar, Festival Kampung Syahdu (FKS) akan digelar pada tanggal 17 sampai dengan 19 November 2017 di Kecamatan Lantung. Festival kampung

Budaya

KM. Gempar
Oleh KM. Gempar
16 Oktober, 2017 10:31:49
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 27078 Kali

KM Gempar, Festival Kampung Syahdu (FKS) akan digelar pada tanggal 17 sampai dengan 19 November 2017 di Kecamatan Lantung. Festival kampung syahdu akan membawa kita kembali kepada kesyahduan masa lampau masyarakat Sumbawa yang Dimana setiap pengunjung akan dijamu dengan kearifan Masyarakat Lokal.

Yang membedakan Festival Kampung Syahdu ini dengan Festival Festival pada umumnya yaitu baik masyarakat lokal maupun para tamu akan terlibat langsung dalam konten konten yang akan ditawarkan. Tamu akan menginap di homestay atau rumah rumah penduduk yang sudah disiapkan. Berikut sekilas Konten Konten Festival Kampung Syahdu.

1. Amat Lajendre (Pasar Tradisional Jajanan)
Beramat disituasikan sebagai  rangkaian  pembuka kegiatan FKS. Pada Amat (Pasar) tersebut terdapat Jajanan teradisional yang di display layaknya pasar tradisional khas Sumbawa tempo dulu lengkap dengan papan penjelasan yang bercerita tentang makna filosofis dan sejarah dari setiap jajanan.

2. A Round the Rainbow & Lantung Healty Villages
A round the rainbow berisikan kegian berkeliling kampung pelangi dan menikmati sajian agrowisata yang ada di desa lantung dan ai mual. Konten ini mengajak para tamu untuk dapat merasakan sensasi berpetualang di atas sebuah pelangi dengan melihat wujud dari bangunan rumah masyarakat lantung yang di rekayasa layaknya pelangi yang menghiasi langit yang biru.

3. Malam Pagelaran Sarembang Syahdu
Sarembang syahdu adalah kegiatan pagelaran seni yang di rangkaikan dengan ceremonial pembuakaan event FKS. Pada konten ini para tamu juga bisa menikmati Pameran Foto dan Bersanji Teatrikal yang berisikan nilai-nilai kehidupan yang dikisahkan dengan nyanyian bermelodikan Sumbawa. Dalam pelaksanaannya naskah barsanji akan di ilustrasikan dalam bentuk teatrikal agar memudahkan para penonton dalam memahami isi naskah. Selain itu, terdapat juga Gero Saketa Musikal yaitu Tembang nyanyian sebagai spirit dalam aktivitas masyarakat Sumbawa ketika melakukan gotong royong.

4. Basempera (Ketabang/Tele Temoar Telak Ai Aning)
Sarapan ringan sebagai pengganjal perut. Menu ini sengaja dipilih sebagai gudapan di saat sarapan pagi oleh masyarakat Sumbawa agar lahap di saat makan siang.

5. Wisata Berkuda.
Para tamu akan di bawa ke destinasi destinasi wisata unggulan Lantung menggunakan kuda.

6. Mangan Barema (Makan Bersama)
Tradisi makan masyarakat Sumbawa dengan menggelar kain putih sebagai symbol kesucian, keikhlasan dan kebersamaan antara pemilik rumah dan tamu. Mangan barema ini adalah agenda makan siang bagi para tamu setelah lelah seharian melakun wisata berkuda

7. Sound of Palompong
Komunikasi jarak jauh antara masyarakat dalam rumah dengan masyarakat dirumah lainnya. Dengan dibunyikannya palompong sebagai aktivitas mengisi waktu luang mengusir kesepian dan ruang komunikasi. Pada event ini suasana kampung akan kembali kemasa lampau dimana pada zaman dahulu listrik belum ada dan akan dihiasi dengan obor, dan lampu tradisional sumbawa lainnya.

 

Baca Juga :


8. Barodak Medo Bura 
Prosesi pembersihan diri, penyucian jiwa, yang mengandung obat - obatan, agar terhindar dari serangan magis dan keburukan lainnya. orang yang akan menjadi ina odak adalah ibu dari pemilik rumah, kemudian ina odak mulai mengenakan odak medo bura tersebut kepada pengunjung yang menjadi tamu di rumahnya

9. Liser Pasatotang 
Nyanyian syair pengantar tidur yang berisi petuah petiti yang  berguna bagi kehidupan. Pemilik rumah akan mengajak tamunya untuk saling mencurahkan isi hati mereka tentang kehidupannya selama ini, kemudian baeng bale (pemilik Rumah) memberikan diary pasatotang kepada tamunya tersebut, dan kemudian meminta tamunya tersebut menuliskan harapannya untuk desa mereka tercinta.

10. Samawa
    Karena setiap tamu bagi orang Sumbawa atau tau samawa adalah keluarga, seperti yang terungkap dalam syair kuno  Sumbawa “Mana tau barang kayu, lamen to’ sanyaman ate, ba nan si sanak parana”. Sehingga ketika para tamu yang pulang kembali ke kampung halaman, maka dalam tradisi tau samawa selalu memberi buah tangan atau ole ole yang di istilahkan samawa, tu samole samawa/samentan.

11. Barantat
Barantat adalah tradisi tau samawa atau Masyarakat Sumbawa dalam mengantar tamu, karena tamu bagi tau samawa adalah bagian dari keluarga mereka, dengan harapan mereka bisa kembali suatu saat nanti.

Dari rangkaian konten konten diatas, Para tamu festival Kampung Syahdu akan menikmatinya selama tiga hari. dengan demikian, para tamu harus melalui tahap registrasi terlebih dahulu karena pada saat registrasi akan dibagikan langsung homestay beserta guidenya yang nantinya akan memandu para tamu disetiap konten Festival.

Pada Festival Kampung Syahdu ini para tamu akan ditawarkan paket dengan data sebagai berikut,
- 1-2 Pax Rp. 450.000/pax
- 3-4 Pax Rp. 400.000/Pax
- 5-6 Pax Rp. 350.000/Pax
- 7-8 Pax RP. 300.000/Pax
Setiap paket akan mendapatkan Homestay, Guide, dan booklite Festival untuk mengikuti semua rangkaian konten Festival Kampung Syahdu yang sudah disediakan. Untuk Contac Person bisa menghubungi 082247860108, 081238798122, 085238903158. Festival Kampung Syahdu ini terbuka untuk umum, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. paket paket yang disediakan pada FKS ini sangat terbatas. jadi, jangan sampai ketinggalan untuk menikmati pesona kesyahduan Sumbawa di Kecamatan Lantung.***Ryan Muammar []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan