logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bejambik Cara Perempuan Sasak Mengungkapkan Cinta

Bejambik Cara Perempuan Sasak Mengungkapkan Cinta

Dalam suku sasak-Lombok tidak hanya terune (laki-laki bujang) yang memiliki tradisi bagaimana membuktikan rasa cinta yang sungguh-sungguh, pun dedare (gadis) sasak. Selama

Budaya

rohani inta dewi
Oleh rohani inta dewi
14 Oktober, 2017 16:39:50
Budaya
Komentar: 3
Dibaca: 1584 Kali

Dalam suku sasak-Lombok tidak hanya terune (laki-laki bujang) yang memiliki tradisi bagaimana membuktikan rasa cinta yang sungguh-sungguh, pun dedare (gadis) sasak.

Selama ini yang lebih banyak kita ketahui adalah bagaimana laki-laki berjuang membuktikan rasa dan cintanya terhadap gadis yang dicintainya bahwa itu benar dan tumbuh dari hati terdalam. Bukan main-main.

Dalam sasak perjuangan pembuktian cinta terune ini disebut mereweh/marek. Mereweh adalah aktivitas pemberian sesuatu (barang) yang dilakukan laki-laki sasak ke perempuan sasak yang dicintainya. Hal yang unik dari mereweh  ini adalah waktu pemberiannya tidak sembarang, tapi ada saat-saat tertentu.

Di kampung saya, biasanya Mereweh ini diberikan pada saat hari raya atau malam harinya, maulid, dan isra’ mi’raj. Paling banyak berupa kebutuhan sehari-hari si gadis seperti sabun, makanan, minuman, jilbab, bahkan ada yang memberikan cincin emas.

Nilai berbagi dalam tradisi mereweh Masyarakat Sasak

Pereweh (barang yang diberikan) akan dibagikan ke keluarga, kerabat, teman dan para tetangga oleh gadis penerimanya. Tidak hanya untuk dinikmati sendirian.

Nilai berbagi tidak hanya diteorikan dalam masyarakat sasak di kampung saya, tapi diimplementasikan mulai dari hal dan unsur terkecil, membagi pereweh salah satunya. Bagaimana cara berbagi, berempati, dan gotong royong tidak perlu disosialisasikan karna sudah menjadi habit (kebiasaan) yang mengakar secara berkelanjutan dan terus menerus.

Inilah keistimewaan yang sangat mulai susah kita dapatkan di kota-kota yang tumbuh menjadi manusia selfish (egois). Jangan heran ketika banyak sekali konflik yang terjadi dan membahayakan bagi keharmonisan dan perdamaian antar sesama. Seperti berita yang hangat beberapa waktu lalu dimana salah seorang perantau membunuh perantau lainnya di Jakarta dengan menggoroknya di depan umun, dan tidak ada satupun orang yang mampu mencegah.

Hal ini mengingatkan saya akan Mahatma Gandhi tokoh perdamaian yang menawarkan konsep nir-kekerasan  (tidak ada kekerasan) dalam setiap lini dan sendi kehidupan. Gandhi mengajarkan kita bahwa justru dengan menggunakan kekerasan akan menciptakan kekerasan-kekerasan lain yang lebih dahsyat. Well semoga nilai-nilai berbagi salah satunya melaui pereweh tetap tumbuh subur di setiap kampung-kampung dan tidak tergerus oleh zaman.

 

Baca Juga :


Cara Perempuan Sasak mengungkapkan Cinta

Nah, masih penasaran dengan bagaimana cara perempuan sasak mengungkapkan cinta berdasarkan tradisi?. Mari kita kupas setuntas-tuntasnya.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa satu dedare sasak boleh menerima pereweh lebih daru satu terune. Selain sebagai ajang pembuktian cinta, hal ini juga sebagai ajang persaingan secara sehat dan gentle antar terune sasak bahwa merekalah yang paling layak untuk dipilih dan diterima menjadi kekasih atau pasangan hidup si dedare sasak. Keputusan terakhir ada di perempuannya. Hal ini mengingatkan saya ke teman sekampung yang saat itu menjadi kembang dese.

            Namanya Muli Kembang Dese di kampong saya yang memiliki pereweh banyak, dan berasal lebih dari dua laki-laki. Hampir semua laki-laki sekecamatan Praya Barat Daya mengaguminya dan ingin menjadi kekasihnya. Tentu hal ini bukan menjadi perkara mudah bagi Muli untuk memilih. Apalagi ketika semuanya menjadi terlihat sama baiknya dan sama tulusnya. Namun hati tetaplah menjadi penuntun dalam memilih (meminjam bahasa generasi millennia: cieee…ciee).

Bejambik kemudian menjadi caranya memilih agar tidak ada yang tersinggung dan sakit hati diantara laki-laki lain yang tidak dipilihnya. Wabilkhusus bagi yang sudah memberikannya barang mahal seperti cincin emas tapi tidak ia pilih, khawatirnya perang dunia ketiga benar-benar terjadi.

Bejambik itu apa sih? Bejambik ini tradisi memberikan sesuatu (misalnya sapu tangan) oleh perempuan sasak ke laki-laki yang dipilihnya. Sama dengan mereweh tapi menggunakan istilah yang berbeda ketika perempuan yang melakukannya. Ketika bejambik disaksikan oleh teman dekat atau subandar (mak comblang) sebagai saksi. Kemudian akan memberitahukan ke yang lain. Dengan sudah dilakukannya Bejambik ini maka artinya terune yang lain akan mundur dengan sendirinya. Bagaimana dengan barang yang sudah diberikan sebelumnya oleh terune yang tidak dipilih, apakah dikembalikan?. Tidak. Barang yang sudah diterima menjadi gugur dari tuntutan untuk dikembalikan ataupun diganti.

So girls, yang masih bingung memilih siapa yang akan menjadi pemilik hati dari sekian banyak yang mendekat dan PDKT. Tradisi bejambik ini bisa dijadikan sebagai referensi. 



 

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. rohani inta dewi

    rohani inta dewi

    14 Oktober, 2017

    pak ali niki di dusun mentokan, desa derek, kecamatan praya barat daya Kabupaten Lombok tengah. tampi asih


    1. rohani inta dewi

      rohani inta dewi

      19 Oktober, 2017

      nggeh amiiin. tampi asih sudah mengingatkan.:-)


    2. Pangkat Ali

      Pangkat Ali

      18 Oktober, 2017

      naaa, klo dimasukkan dusun & desa, lengkaplah dia....inggih, sami" Mbk.Dewi, moge mogi teicanin rahmat lan inayah olh Allah SWT.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan