Cari

Tutup Iklan

Ziarah Makam Prosesi Lebaran Nine

Ziarah Makam Prosesi Lebaran Nine

Kabupaten Lombok Barat (Lobar), kita akui memang kaya dengan aneka seni budaya dan tradisi. Kekayaan ini, sekaligus sebagai modal untuk memperkaya

Budaya

Ziarah Makam Prosesi Lebaran Nine

Ziarah Makam Prosesi Lebaran Nine

Ziarah Makam Prosesi Lebaran Nine

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
02 Juli, 2017 17:01:48
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 5488 Kali

Kabupaten Lombok Barat (Lobar), kita akui memang kaya dengan aneka seni budaya dan tradisi. Kekayaan ini, sekaligus sebagai modal untuk memperkaya pendapatan di sektor pariwisata. Salah satu budaya dan tradisi yang dimiliki adalah Ziarah Makam. Hari ini, Minggu (2/7) masyarakat dari seluruh penjuru pulau Lombok, tumpah ruah hanya untuk melakukan prosesi “nazar” di Makam Batu Layar, kecamatan Batu Layar.

Ziarah makam, atau berwisata ke tempat-tempat suci, merupakan suatu bentuk perjalanan khusus unik dan menarik. Tidak jarang, wisata yang satu ini sering disebut wisata pylgrim atau wisata ziarah. Di Lobar, ziarah makam ini merupakan perpaduan dan rangkaian dari prosesi lebaran syawal. Masyarakat setempat menyebutnya lebaran mame (lebaran laki). Sepekan setelah kegiatan lebaran mame ini, dilanjutkan dengan prosesi kegiatan lebaran nine (lebaran wanita).

Salah satu prosesi utama dari kegiatan lebaran nine ini, masyarakat berbondong-bondong mengunnjungi Makam batu Layar. Tua-muda, laki-perempuan, anak-anak hingga remaja, motivasi mereka bermacam-macam. Ada yang sekedar datang berdoa, memohon kepada Allah SWT. agar kehidupan berkeluarga menjadi keluarga Samawa (sakinah, mawaddah dan warahmah). Ada pula yang memohon petunjuk agar segera naik pangkat dalam jabatan, memohon segera mendapat jodoh, diselamatkan usaha bisnis serta diselamatkan perjalanan selama prosesi naik haji.

Ziarah Makam dalam prosesi lebaran nine ini, pemerintah kabupaten Lobar melalui Dinas Pariwisata menggelarnya dengan kegiatan yang cukup sederhana. Sebagaimana tradisi yang sudah turun temurun,Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid bersama rombongan, diarak menggunakan cidomo (angkutan tradisional semacam andong) menuju Makam. Uniknya, cidomo ini dihias dengan aksesosir dari anyaman daun kelapa.

Dengan berjalan beriringan, parade rombongan cidomo tiba di Makam. Mereka disambut dengan lanunan ayat-ayat suci al-quran. Biasanya lantunan salawat Nabi yang diiringi dengan bunyi-bunyian semacam rebana, berkumandangmenyambut kedatangan pimpinan pemerintah mereka.

Baca Juga :


Sebagai klimaks dari acara ziarah makam ini, seorang Tuan Guru (Kiai) berkenan memimpin jalannya acara ziarah. Diawali dengan bacaan-bacaan barzanji, zikir dan doa. Sebagai penutup, bupati diperkenankan ‘seraup’ (cuci muka) dengan air yang sudah disiapkan. Konon katanya, air ini diambil dari Sumur Mas yang lokasinya tidak jauh dari makam. Seorang pemandu menyodorkan kendi berisi air. Secara bergantian, seluruh rombongan turut melakukan hal yang sama. Sembari melakukan seraup, dibarengi dengan niat dan nazar yang dikehendaki. Dalam prosesi ziarah makam ini, melalui pemandu, seluruh rombongan bernazar, bupati periode berikutnya, tetap dipimpin oleh H.Fauzan Khalid.

Seraup atau cuci muka ini, secara filosofi, air merupakan alat mensucikan atau membinasakan. “Jika ada noda atau salah dalam kehidupan sehari-hari, maka segeralah bernazar untuk mensucikan diri,” kata Herman. Sang Juru kunci Makam Batu Layar mengibaratkan, jika ada kebakaran, maka segeralah disirami air agar tidak ada korban di dalamnya. () -03



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan