logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ritual Lebaran Pendek (Idul Adha) di Bayan

Ritual Lebaran Pendek (Idul Adha) di Bayan

PROSESI LEBARAN PENDEK (IDUL ADHA) Lebaran Pendek merupakan suatu kegiatan masyarakat yang dilaksanakan untuk memperingati Hari kurban atau sering kita kenal dengan

Budaya

Renadi
Oleh Renadi
02 Mei, 2017 04:10:03
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 8769 Kali

Lebaran Pendek merupakan suatu kegiatan masyarakat yang dilaksanakan untuk memperingati Hari kurban atau sering kita kenal dengan Idul Adha. Waktu pelaksanaannya dalam kegiatan Masyarakat adat berbeda dengan kegiatan Masyarakat pada umumnya, dimana Idul Adha Masyarakat Adat hanya dilakukan pada tanggal 10 Dulhajji berdasarkan Wariga  Sereat Adat Bayan, yang setiap tanggalnya mempunyai selisih tigha (3) atau empat (4) hari dengan tanggal Hijriah.

Prosesi Lebaran Pendek ini dilaksanakan selama dua (2) hari, yaitu hari pertama namanya “Kayu Aiq” dan hari kedua disebut “Gawe”.

1. Kayu Aiq

Hari pertama atau yang disebut dengan hari Kayu Aiq adalah segala kegiatan yang dilakukan sebagai persiapan pada puncak acara. Kegiatan yang dilakukan antara lain :

  • Menyapu di kubur ( seperti biasa )
  • Menjojo ke Gedeng Tengaq, kegiatan Ini dilaksanakan pada pagi hari, alat yang digunakan dinamakan “kedak” yang terbuat dari bambu. Kegiatan ini dilkukan dari Rumah amak Lokak Gantungan Rombong dengan membawa sirih dan sembek. Setelah menjojo, dilakukan menyembek di berugak ianan Menik. Urutan menjojo yaitu Amak Lokak Gantungan Rombong, walin Gumi, Pande, Pembekel, singgan dalem dan dari Masyarakat adat. Sembek yang digunakan pada saat menjojo akan digunakan untuk menyembek Masyarakat adat yang datang pada Perayaan lebaran adat. Menjojo dilakukan untuk membersihkan gedeng tengak dan juga menyamapaikan adanya pelaksanaan lebaran pendek. Sisa air yang digunakan pada saat naik amben gedeng digunakan untuk membasuh kening sebelum menyembek.
  • Buat peset, wajik, gula kelapa

Peset, wajik, dan gula kelapa ini dibuat untuk sidekah kepada para kyai di Masjid Kuno, dan juga untuk menu makanan setelah kyai menyeblih pada hari yang kedua.

Menu ini dibuat oleh kaum perempuan, tetapi untuk kebutuhan santannya dilakukan oleh kaum pria.

  • Mengosap di Makam Reak dan mas Pengulu yang ada disekitar Masjid Kuno, kegiatan ini dilaksanakan setelah tindok kanak yaitu pada malam hari di atas jam sepuluh. Alat yang digunkan untuk mengosap adalah Usap. Yang ikut dalam prosesi ini yaitu dari pande, walin gumi, singgan dalem dan amak lokak gantungan rombong, yang jadi depan selalu bergantian setiap tahunnya.
  • Kegiatan yang dilakukan dalam Masjid Kuno :
  1. Sholat Magrib
  2. Tekang fitrah (segala kegirangan di Dunia) dan sidekah hari raya (berupa peset) ke Masjid Kuno untuk Kyai, dan selanjutnya Kyai yang membagikannya kembali kepada para Pemangku.
  3. Sholat Isa
  4. Takbiran.

Dalam setiap melaksanakan ibadah di Masjid Kuno, para Kyai mempunyai tempat masing-masing, yaitu :

  1. Sebelah utara mimbar      : Kyai dari Raden Batu Gerantung
  2. Sebelah selatan mimbar   : Kyai Pengulu, Lebe, Ketip dan Mudim (yang peling utara akan menjadi imam), santri yang lainnya sebagai hotbah dan makmum.
  3. Sebelah Utara pintu          : Santri semokan
  4. Sebelah selatan pintu       : Jamaah santri umum

Sementara didalam tiang yang empat tidak digunakan untuk ibadah, itu dokosongkan sebagai tempat untuk orang yang mengengkat.

 

Baca Juga :


2. Gawe

Gawe merupakan hari pada puncak acara yaitu hari yang kedua. Pada puncak acara ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan yaitu :

  • Buat Ancak

Ancak merupakan wadah untuk menaruh nasi dan lauk yan terbuat dari bambu berbentuk segi empat.

  • Buat kelepon dan surabi

Kelepon dan surabi dibuat oleh kaum perempuan.

  • Serah ajian makam ke Kyai Penghulu dan Kyai Lebe (serah nasi jangan sesampak dan peset sesampak)
  • Mas Doa dari makam (surutang sembek mengosap), untuk Karang Bajo di makam reak dan makam Mas Pengulu
  • Meriap di berugaq Agung

Meriap adalah prosesi yang terakhir dalam lebaran Pendek, yaitu makan berama antara para kyai adat dan tokoh adat. Prosesi ini dilakukan di Berugak Agung . Untuk memulai meriap akan dipersilahkan (menyilak) oleh Amak Lokak Gantungan Rombong dengan menyampaikan semua niat dan nazar dari Mayarakat adat yang datang. () -03

 



 
Renadi

Renadi

Pengelola Pendidikan Masyarakat Adat dan Pariwisata Budaya Bayan

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    02 Mei, 2017

    mantab, tulisannya.publikasikan semua kegiatan adat di bayan lewat portal ini


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan