logoblog

Cari

Tradisi Nge`e Nuru

Tradisi Nge`e Nuru

Dahulu salah satu tradisi di Bima yang kini mungkin telah hilang dan tidak lagi dilakukan oleh kebanyakan orang adalah mengirim anak-anak

Budaya

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
08 Maret, 2017 08:00:54
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 10024 Kali

Dahulu salah satu tradisi di Bima yang kini mungkin telah hilang dan tidak lagi dilakukan oleh kebanyakan orang adalah mengirim anak-anak mereka untuk belajar mengaji dan langsung tinggal bersama dengan Guru Ngaji mereka. Tradisi tersebut dilakukan pada anak berusia 10 hingga 14 tahun, dan dia bebas untuk tinggal dan mempelajari ilmu ngaji dan agama pada gurunya tersebut.

Nge'e Nuru Ngaji nama tradisi itu, cara nyantrinya orang Bima dahulu, beberapa tahap Nge`e Nuru Ngaji yaitu pertama mempelajari mengenal huruf hijaiyah, setelah dia mengenal huruf hijaiyah maka dia langsung diajarkan membaca karoa (Al-Qur`an).

Setelah khatam karoa, si anak tetap tinggal di rumahnya gurunya tersebut, karena tahap selanjutnya yaitu mempelajari Lago yaitu intonasi lagu dalam membaca ayat Al-Qur`an serta ilmu agama lainnya. Ketika waktu sholat tiba para murid bergantian menimba air untuk wudhu, dan pada jam istirahat juga membersihkan halaman rumah guru ngaji.

Jam pelajaran dimulai dari pagi, bada Dzuhur dan bada Maghrib para murid hanya mempelajari ilmu agama, setelah sekolah formal ada maka waktu pagi dan dzuhur dilakukan dipindah pada Bada Ashar dan Maghrib.

 

Baca Juga :


Guru ngajinya hanya dibayar pakai beras serta kebutuhan lain kadang juga tidak dibayar, namun si anak selalu siap membantu di rumah gurunya. Setiap bulan orang tua si anak selalu membawa kebutuhan anaknya seprti beras dan lain-lain. Nuru Ngaji mengajarkan anak displin, taat beragama serta berilmu, serta interaksi guru ngaji dan murid tidak ada pembatas atau hubungan yang kaku.

Semenjak ada Pesantren modern yang masuk ke Bima, akhirnya Nge`e Nuru Ngaji dialihkan oleh para ulama ke Pesantren, yang bedanya dengan Nuru yaitu si anak tidak tinggal dalam rumah gurunya karena ada asrama khusus, sehingga interaksi dengan guru ngaji berkurang. () -03



 
KM Samparaja

KM Samparaja

Komunitas Kampung Media Kota Bima Samparaja - Asakota Email : km.samparaja@gmail.com

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan