logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Nyongkolan Milik Siapa

Tradisi Nyongkolan Milik Siapa

Beberapa ritual keagamaan maupun ritual adat pulau Lombok seringkali mengundang perhatian para wisatawan, seperti baunyale, presean pujawali dan yang lainnya. Salah

Budaya

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
12 Desember, 2016 21:19:41
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 25672 Kali

Beberapa ritual keagamaan maupun ritual adat pulau Lombok seringkali mengundang perhatian para wisatawan, seperti baunyale, presean pujawali dan yang lainnya. Salah satu yang paling menarik menurut para wisatawan adalah ritual atau tradisi nyongkolan. Nyongkolan adalah sebuah tradisi local di Lombok, dimana sepasang pengantin di arak ramai-ramai seperti seorang raja menuju rumah atau kediaman sang pengantin wanita. Arak-arakan ini selalu diiringi dan diramaikan dengan beraneka ragam alat music tradisional dan kesenian khas suku sasak. Tujuannya agar para warga sekitar mengetahui bahwa pengantin tersebut sudah menjadi spasang suami istri yang sah. Kita ketahui bahwa tradisi nyongkolan merupakan tradisi masyarakat sasak Lombok ketika pasangan pengantin diarak menuju tempat orang tua pengantin perempuan sampai bejalan kaki. Dengan mengunakan baju khas sasak yang ditemani oleh tokoh agama, tokoh masyarakat atau pemuka adat bersam tokoh pemuda. Akan tetapi tradisi ini sepertinya sudah dimasuki budaya luar, buktinya arak-arakan pengantin ada iringan music dangdut masa kini, dengan penyanyi berpakaian khas dangdut saat konser. Ada juga semacam drum nya. Dengan iringan music dangdut tokoh pemuda ikutan joget, goyang sana goyang sini. Adat merupakan bagian terpenting dari sebuah perkawinan karena memang sangat menarik, terlebih ketika goyangan seorang penari mengiri untaian irama dan lagu membuat para penonton merasa terpanggil untuk tampil bahkan sampai lupa diri. Setelah tradisi nyongkolan dimasuki budaya luar akan memungkinkan budaya sasak ini akan hilang beberapa tahun kedepannya. Tradisi nyongkolan sasak Lombok yang sudah dimasukin budaya luar dan beberapa pertanyaan akan timbul, akankah tradisi Lombok ini akan hancur sehingga kita tidak akan tahu tradi nyongkolan akan menjadi milik siapa. Oleh karena itu mari bersama kita pertahankan tradisi nenek moyang kita yaitu nyongkolan ini. Dengan membuang budaya luar yang sudah mulai masuk perlahan-lahan ini. [] - 05

 

Baca Juga :




 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan