logoblog

Cari

Makka, Tradisi Penyambutan Tamu Agung ala Suku Mbojo

Makka, Tradisi Penyambutan Tamu Agung ala Suku Mbojo

Dalam tradisi Suku Mbojo, tamu agung yang dimaksud biasanya orang-orang penting, orang-orang yang datang dari luar daerah untuk bertandang ke Bima

Budaya

KM rasanaebarat
Oleh KM rasanaebarat
07 Oktober, 2016 14:19:34
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 26778 Kali

Dalam tradisi Suku Mbojo, tamu agung yang dimaksud biasanya orang-orang penting, orang-orang yang datang dari luar daerah untuk bertandang ke Bima maupun ke salah satu desa untuk sesuatu hal. Pada awal prosesi penyambutan tamu ini sebelum sampai di desa, biasanya tamu yang akan datang di tunggu dijalan depan dengan maksud menjemput tamu.

Ini biasanya dilakukan oleh seorang tetua adat dan didepannya berdiri seorang yang siap Makka dengan pakaian adat dan ditangannya memegang sebilah daha (senjata tradisional) atau keris terhunus di pinggangnya dan sebuah sapu tangan, jika dari tamu istana Makka akan diiringi dengan sebuah gendang.

Pada saat tamu tiba, tetua adat lantas memberi aba-aba kepada penari Makka untuk memulai prosesi. Selanjutnya dengan diringi suara bersahut-sahutan, biasanya sesekali tetua adatpun mulai melambaikan tangannya yang lembut gemulai dalam bentuk gerak tari tradisional untuk menemani penari Makka.

Sebelum memasuki gerbang penari makka terlebih dahulu mengucapkan beberapa pantun untuk para tamu beserta rombongan kemudian dipimpin tetua adat menuju pintu gerbang desa, sementara warga desa siap dengan senyum penuh antusias menyambut kedatangan tamu.

 

Baca Juga :


Ketika para tamu masuk ke desa, para wanita menyambutnya dan menaburi para tamu dengan beras kuning atau disebut “Bongi Monca” yang melambangkan kehormatan. Usai prosesi ini, tamu dengan diiringi penari dan iringan musik tradisional diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju tempat peristirahatan yang dikhususkan.

Tradisi Makka terus dilakukan oleh masyarakat Bima ketika ada acara adat yang diselenggarakan. Makka adalah tarian penyambutan tamu yang hingga kini masih dilestarikan. Syair pantun yang dilantunkan oleh penari Makka terdengar nadanya agak kasar (membentak) namun isisnya menyanjung para tamu dengan penuh kehormatan. () -03



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Mada Oi Pangguli

    KM Mada Oi Pangguli

    07 Oktober, 2016

    budaya dan tradisi yang masih lestari. bima kaya ayooo ke Bima NTB


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan