logoblog

Cari

Filosofi Uma Lengge Suku Mbojo

Filosofi Uma Lengge Suku Mbojo

Melihat seni bangunan adat yang ada di Nusantara pada umumnya memiliki struktur rumah terbuat dari kayu dan bambu, keseluruhan elemennya saling

Budaya

KM rasanaebarat
Oleh KM rasanaebarat
05 September, 2016 08:11:45
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 84895 Kali

Melihat seni bangunan adat yang ada di Nusantara pada umumnya memiliki struktur rumah terbuat dari kayu dan bambu, keseluruhan elemennya saling kait mengkait sehingga menjadi kesatuan dan berdiri diatas tiang-tiang. Tiang “Uma Lengge” menumpu pada pondasi-yang berupa sebuah batu alam sebagai tumpuan tiang, konstruksi bangunan ini adalah tahan gempa & angin dalam arti kata tidak runtuh. Sebab seluruh bagian merupakan satu kesatuan yang diletakkan diatas batu begitu saja sangat aneh bukan, tidak seperti rumah zaman sekarang yang pondasinya di tanam dalam tanah.

Untuk bangunan yang ditinjau ini tiangnya 4 buah termasuk yang disebut “Ri`i” berbentuk huruf A. tiap “Ri`i Uma Lengge diberi Wole semcam pasak untuk mengunci tiangnya. Untuk pondasi rumah adat Lengge digunakan batu yang di ambil di sungai untuk menahan tiang-tiang penyangga bangunan. Ukuran pondasi biasanya bervariasi, tergantung besar tiang penyangga bangunan, Pada pemasangan pondasi, lansung diletakkan di permukaan tanah,  seiring dengan waktu semakin lama pondasi tertanam oleh tanah yang disekitarnya maka semakin kuat batu tersebut.

Pada tiang penyangga biasanya digunakan kayu Jati, dengan system penyambungan menggunakan sambungan kayu dengan dimensi 5x6 meter.  Sesuai dengan adat setempat, untuk jumlah tiang harus dengan jumlah empat karena tiang yang berjumlah lebih itu untuk rumah para bangsawan, melayu dan bugis.Yang lebih menarik dari Uma Lengge yaitu tikus tidak dapat naik keatas rumah karena terhalang oleh Ngapi, dan batu pondasipun konon katanya dimantrai oleh para sando (Dukun) supaya tikus dtidak bisa naik kerumah.

Lantai Uma Lengge menggunakan bahan dari bambu yang disebut “Ngori Sari”dan bertingkat tiga. Seperti pada tiang, lantai pertama juga tidak menggunakan paku untuk penyambungan hanya diikat dari tali yang terbuat dari kulit pohon pisang dan kulit pohon lainnya dan lantai pertama di gunakan untuk aktifitas menerima tamu ataupun menenun yang disebut, sedangkan lantai kedua juga terbuat dari bambu yang digunakan untuk ruang tidur disebut “Ade Uma”, Untuk dapat naik ke lantai kedua menggunakan tangga disebut “Karumpa Ntada” yang dibuat antara tiang-tiang penyangga. Lantai tiganya disebut “Pamoka” untuk menyimpan bahan makanan.

Namun dibawah kolong lantai dua kadang dibuat sebuah kandang ayam yang disebut “Tada Janga”. Kenapa kandang ayam dibuat dibawah lantai dua tempat tidur, nah disitu fungsinya supaya terdengar jelas ayam berkokok untuk membangunkan tuan rumah. Kadang juga di dalam rumah ditaruh “Jaba Kawubu” yaitu sejenis burung puyuh yang diyakini bisa menolak ilmu santet.

 

Baca Juga :


Sedangkan atap rumah terbuat dari jerami dan daun kelapa yang disebut dengan “Butu Doro”. Uma lengge ini merupakan awal bangunan arsitektur zaman Ncuhi suku Mbojo sekiataran abad 12 masehi, masa kepopulerannya Uma Lengge berakhir pada tahun 1990 Masehi, dan sekarang di Kecamatan Wawo Desa Maria warga menjadikan Uma Lengge sebagai tempat menyimpan padi dan jagung karena tidak dapat di jangkau oleh tikus. Sedangkan di Kecamatan Donggo masyarakat disana menyebutnya “Uma Leme” yang artinya rumah runcing yang dipelihara sebagai rumah adat mereka dan sama bentuknya dengan Lengge.

Jika orang yang punya rumah akan berpergian jauh maka tangga dirumhnya akan dia simpan disamping rumahnya untuk menandakan dia berpergian, tangga disebut “Karumpa Ntada”. Dalam kepercayaan agama lama Suku Mbojo bahwa arwah leluhur mereka bersemayam diatas atap rumah mereka yang disebut “Wanga”. Disitu mereka meyakini bahwa arwah leluhurnya menjaga keselamatan yang punya rumah dan juga dimantrai. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan