logoblog

Cari

Pandangan Islam Adat Sasak

Pandangan Islam Adat Sasak

KM. Kokok Putik _, Pandangan Islam mengenai adat sasak. Dalam hal ini,  Adat sasak mempunyai makna Filosofis yang belum kita ketahui,

Budaya

KM.KOKOK PUTEK
Oleh KM.KOKOK PUTEK
10 Agustus, 2016 13:49:36
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 24477 Kali

KM. Kokok Putik _, Pandangan Islam mengenai adat sasak. Dalam hal ini,  Adat sasak mempunyai makna Filosofis yang belum kita ketahui, walaupun dari kita termasuk pribumi sasak asli,  didalam masyarakat sasak,  adat -istiadat yang sudah turun temurun yang diberikan oleh nenek moyang terdahulu terdapat filosofi yang luar biasa. didalam masyarakat nusantara kita jadi landasan berpijak masyarakat nusantara dari sabang sampai meroke adalah bersendikan pada prinsip agama dengan adat dengan unkapan adat bersendi cara, cara bersendi kitabullah bahwa yang mengandung makna adat itu dalah syariat dan syariat itu sumbernya Alqur'an dan alhadist,bagi umat muslim dan bagi non muslim sumbernya kitab-kitab yang diyakini nya. kemudian masyarakat rumpun melayu termasuk Sasak mengartikan denagan ungkapan adat bersendi cara, cara bersendi kitabullah ini dengan ungkapan yang sangat luges dan padat dengan mengatakan syhara mengata adat memaki jadi  didalam  menjalankan pelaksanaan adat kita ini ( sasak ) sesuai dengan Syariat, manakalah ada pandangan orang yang belum paham menagatakan adat sasak tidak sesuai dengan pandanagan Syariat disinilah ada daialaog bedah pengdapat antara majlis adat dengan masyarakat, manakalah masi ada pandangan yang menyangsikan keluhuran adat sasak yang daianggap konrata produktif dengan nilai agama kita buka daialoh terbuka sesuai dengan prinsip adat sasak bedait jejengku besopo ambu ngirng ngenduk kerasan. sebagai manana contoh kecil orang yang dituakan dilombok yang disebut Tuan Guru, kalau disebut Tuan Guru berarti orang yang dituakan dilombok, Tuan menurut adat sasak adalah orang haji jadi tuan pandangan sasak orang yang suadah menjalankan rukun Islam yang kelima dan disambung dengan kata Guru, jadi Guru menurut adat budaya sasak orang yang diguguh dan ditiru jadi adat sasak mengakui orang yang diguguh, ditiru dan dituakan orang yang telah mengamalkan ajaran agama dengan sebaik-baiknya  dan disampaikan kepada orang banyak sehingga lahirlah istilah Tuan Guru. untuk mengakat prinsip khusus masyarakat bumi sasak mengenai istilah ' syara mengata adat memaki' itu diungkap denagan kata simbolik dalam filsafah sasak yang mengatakan agama bertata adat dan ini syara dari leluhur sasak ungkapan agama bertata adat kalau dimaknakan bahwa jelas agama yang diperintahkan agama itu kadang kala memberikan simpelnya saja dan sangat mudah, sebagaimana kita ketahui agama tidak boleh memberatkan walaupun tidak boleh diringankan minsalkan contohnya perintah melakun khitan pada anak yang lahir cukup dengan memotong yang sedikit itu selsailah perintah tapi adat mengatakan tidak mengapa karena banyangkan anak yang baru lahir itu yang harus korban meneteskan darah demi harus melaksanakan perintah maka oleh adat itu ditatak, ditatak artinya diperluas di hias dengan lahirlah istilah adat nyunatan dan contoh yang kedua Nikah itu sah menurut pandangan agama apabila ada ijab kabul yang hanya seorang wali, seorang memplai laki dan dua orang saksi tapi sekarang adat memikirkan apa bisa dijamin wanita menjadi aman sebagai seorang isteri hanya dihadiri dua orang saksi.yang akan menimbulkan cerugian bersama bukan mukhrim, maka oleh adat diperluas lahirlah adat perkawinan yang beraneka ragam caranya sampai acara nyongkol dan lain sebagainya, yang paling unik setelah dinilai beberapa piahak adat melarik mempunya ciri khas yang cakupannya sangat luas. Istilah melarik yang sering dipersoalkan yang dianggap melanggar ataupun bid'ah sebenarnya istilah melarik itu dalam kriminologi sasak tidak bisa dimaknakan mencuri atau menculik karena mencuri bahasa saak memaling bukan melarik dan kenapa kriminolohi bahasa saak menaruh awalan me tampa akhiran  sebab kalau kalau diberi awalan me dan akhiran an "Melarian" karena akhiran an satu yang aktif dan yang satu yang fasif ada sobyek ada obyek, tapi istilah melarik aktip kedua-duanya jadi melarik bukanlah mencuri tapi menjemput jodoh sebagai mana ditafsirkan dalam bahasa indonedia melarik berarti kabur atau lari bersama, dan istilah lain Pemuka adalah orang yang dituakan dan melekat keahlian yang dimilikinya, sama dengan istilah penyanyi istilah penyayi dalam bahasa indonesia orang yang pandai bernyayi jadi Pemuka  orang yang dituakan bukan orang tua, jadi bayak istilah-sasak yang mempunyai makna yang harus dipahami dan dikaji. jadi dengan pertemuan Majlis Sasak disembalun denagan beberapa tokoh masyarakat setempat mengaharapkan adat ada generasinya, maksudnya adat bukan hanya dipahami para tokoh, para pemuka tapi adat adat harus ditanamkan pada anak-anak untuk regenerasi supaya adad sasak tidak meninggalkan nama. [] - 05

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan