Cari

Tutup Iklan

Tradisi "Menumbuk Padi" Mulai Luntur

Tradisi

Ada banyak bentuk budaya lokal di Indonesia dilunturkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Salah satunya adalah bentuk budaya tradisional

Budaya

Tradisi

Tradisi "Menumbuk Padi" Mulai Luntur

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
29 November, 2015 19:51:17
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 4462 Kali

Ada banyak bentuk budaya lokal di Indonesia dilunturkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Salah satunya adalah bentuk budaya tradisional pada kehidupan masyarakat petani yang ada di Pulau Lombok,yaitu Tradisi “Menumbuk Padi” atau “Rantok Lombok”. Bentuk tradisi yang dimaksud telah mengalami perubahan sosial di saat berkembangnya mesin penggiling padi yang canggih, sehingga “menumbuk padi” atau Tradisi Rantok Lombok” jarang ditemui lagi. Kecuali di beberapa desa yang ada di wilayah Lombok Barat, seperti  di Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada masih sering ditemukan. Itu pun pelaksanaanya hanya ketika ada acara budaya seperti “gawe belek”. Selain itu, juga biasanya juga digelar pada saat berlangsung ritual “Maulid Adat” di Desa Bayan, Lombok Utara.

Rantok adalah seni memukulkan antan pada lesung dengan mempergunakan  ritmis sehingga menghasilkan sebuah bunyi yang kedengarannya seperti bunyi gamelan. Seni memukulkan antan pada lesung biasanya dimainkan oleh beberapa orang, yaitu sekitar 10 orang dan masing-masing memukul bagian pinggir rantok. Namun dua orang dari kesepuluh orang itu harus menjalankan tugasnya sebagai dirigen atau biasa disebut “pemugah”. Untuk lebih jelasnya dapat dipahami bahwa Rantok itu adalah alat kerja tradisional yang digunakan untuk menumbuk padi biasa (yang dibuat jadi nasi) dan padi ketan (yang biasa dibuat jajan) hingga berbentuk beras atau tepung. Setelah menjadi beras atau tepung akan diolah lagi menjadi “kue wajik” atau “dodol”. Menu makanan yang berupa kue ini biasanya disajikan di saat puncak acara “gawe urip”, seperti acara pernikahan atau acara khitanan sedang berlangsung.

Pada sebagian masyarakat desa yang ada di Lombok Barat, yang mana ketika seseorang atau warga masyarakat yang melangsungkan kegiatan atau acara, jauh hari sebelumnya yaitu sebelum masuk pada acara puncak, kesenian tradional rantok turut mengambil bagian dalam kegiatan atau acara tersebut. Pemukulan antan pada lesung dilaksanakan di saat para keluarga dan tetangga dari pemilik acara melakukan kegiatan masak memasak. Secara filosofisnya, berlangsungnya pemukulan antan pada lesung adalah agar orang-orang di sekitar datang untuk berkumpul di tempat acara tersebut.

Pelaksanaan acara Rantok biasa juga dilakukan pada gerhana bulan dan matahari. Pada kegiatan ini, ibu-bu berusia lanjut pun mengambil peran di acara menumbuk padi ini dengan tujuan untuk menyambut gerhana bulan dan matahari yang disebut “budaya Samawa”.

Pada kegiatan Maulid Nabi, kesenian tradisi rantok juga berlaku pada masyarakat bayan. Pelaksaksanaan tradisi rantok padi di desa bayan berlangsung selama dua hari. Pada waktu pagi, masyarakat lokal berbondong-bondong menuju desa yang didiami oleh suku sasak Islam Bayan dengan tujuan untuk mempersembahkan sebagian hasil bumi seperti padi, beras, ketan, sayur, buah, dan hewan ternak. Selanjutnya, dilakukan ritual membersihkan tempat sekam atau dedak (Balen Unggun), tempat alat penumbuk padi (Balen Tempan), dan rantok. Ada pun pada waktu sore, beberapa perempuan melakukan rantok atau “Menutu Pare” bersama-sama membentuk irama.

Baca Juga :


Namun suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lombok, khususnya desa-desa yang ada di Lombok Barat dan Lombok Utara, yang mana jika berlangsung acara Tradisi “Rantok Lombok” sering disaksikan oleh wisatawan mancanegara. Dengan demikian barang tentu bentuk kesenian dalam acara Tradisi “Rantok Lombok” telah dikenal oleh bangsa luar. Berarti pula,Tradisi “Rantok Lombok”  telah ikut berperan dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di wisatawan mancanegara. () -03

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan