logoblog

Cari

Tutup Iklan

Punahnya Budaya Tradisional "Rantok Lombok"

Punahnya Budaya Tradisional

Ada banyak budaya tradisional yang ditenggelamkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Mulai dari budaya tradional di bidang kesenian, sistem

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
29 November, 2015 15:48:42
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 5948 Kali

Ada banyak budaya tradisional yang ditenggelamkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Mulai dari budaya tradional di bidang kesenian, sistem informasi dan komunikasi, budaya tradional pertanian, dan lain-lain. Khususnya yang terkait dengan seni dan  budaya,  kini kita dapat melihat salah satu kesenian budaya tradional pada kehidupan masyarakat petani yang mulai mengalami kepunahan, yaitu kesenian Rantok Lombok yang berasal dari Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Di saat terjadinya perubahan sosial pada proses penumbukan padi, yang mana diganti dengan mesin penggiling padi yang canggih, sehingga menumbuk padi dengan rantok jarang ditemui lagi. Kecuali di beberapa desa yang ada di wilayah Lombok Barat dan Lombok Utara masih sering melaksanakannya. Itu pun pelaksanaanya hanya ketika ada acara budaya seperti “gawe belek”. Selain itu, juga biasanya juga digelar pada saat berlangsung ritual Maulid Adat di Desa Bayan, Lombok Utara.

Rantok adalah seni memukulkan antan pada lesung dengan menmpergunakan  ritmis sehingga menghasilkan sebuah bunyi yang kedengarannya seperti bunyi gamelan. Seni memukulkan antan pada lesung biasanya dimainkan oleh beberapa orang, yaitu sekitar 10 orang dan masing-masing memukul bagian pinggir rantok. Namun dua orang dari kesepuluh orang itu harus menjalankan tugasnya sebagai dirigen atau biasa disebut “pemugah”. Untuk lebih jelasnya dapat dipahami bahwa Rantok itu adalah alat kerja tradisional yang digunakan untuk menumbuk padi biasa (yang dibuat jadi nasi) dan padi ketan (yang biasa dibuat jajan) hingga berbentuk beras atau tepung. Setelah menjadi beras atau tepung akan diolah lagi menjadi “kue wajik” atau “dodol”. Menu makanan yang berupa kue ini biasanya disajikan di saat puncak acara “gawe urip”, seperti acara pernikahan atau acara khitanan sedang berlangsung.

Pada sebagian masyarakat desa yang ada di Lombok Barat, yang mana ketika seseorang atau warga masyarakat yang melangsungkan kegiatan atau acara, jauh hari sebelumnya yaitu sebelum masuk pada acara puncak, kesenian tradional rantok turut mengambil bagian dalam kegiatan atau acara tersebut. Pemukulan antan pada lesung dilaksanakan di saat para keluarga dan tetangga dari pemilik acara melakukan kegiatan masak memasak. Secara filosofisnya, berlangsungnya pemukulan antan pada lesung adalah agar orang-orang di sekitar datang untuk berkumpul di tempat acara tersebut.

Pelaksanaan acara Rantok biasa juga dilakukan pada gerhana bulan dan matahari. Pada kegiatan ini, ibu-bu berusia lanjut pun mengambil peran di acara menumbuk padi ini dengan tujuan untuk menyambut gerhana bulan dan matahari yang disebut “budaya Samawa”.

 

Baca Juga :


Pada kegiatan Maulid Nabi, kesenian tradisi rantok juga berlaku pada masyarakat bayan. Pelaksaksanaan tradisi rantok padi di desa bayan berlangsung selama dua hari. Pada waktu pagi, masyarakat lokal berbondong-bondong menuju desa yang didiami oleh suku sasak Islam Bayan dengan tujuan untuk mempersembahkan sebagian hasil bumi seperti padi, beras, ketan, sayur, buah, dan hewan ternak. Selanjutnya, dilakukan ritual membersihkan tempat sekam atau dedak (Balen Unggun), tempat alat penumbuk padi (Balen Tempan), dan rantok. Ada pun pada waktu sore, beberapa perempuan melakukan rantok atau “Menutu Pare” bersama-sama membentuk irama. () -05



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan