Cari

Tutup Iklan

Perang Topat Simbol Persaudaraan Islam dan Hindu di Lombok

Perang Topat Simbol Persaudaraan Islam dan Hindu di Lombok

Selain wisata alam yang tersebar di berbagai penjuru, di Lombok juga terdapat banyak sekali wisata budaya, diantaranya adalah “TRADISI PERANG TOPAT”

Budaya

Perang Topat Simbol Persaudaraan Islam dan Hindu di Lombok

Perang Topat Simbol Persaudaraan Islam dan Hindu di Lombok

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
27 November, 2015 08:15:40
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 8046 Kali

Selain wisata alam yang tersebar di berbagai penjuru, di Lombok juga terdapat banyak sekali wisata budaya, diantaranya adalah “TRADISI PERANG TOPAT” yang merupakan tradisi turun temurun yang mulai dilakukan sepeninggal penjajahan Bali di Lombok di masa lampau. Tradisi ini di lakukan dengan cara saling lempar dengan menggunakan ketupat antara Ummat Islam dan Ummat Hindu Lombok. Dengan menggunakan pakaian adat khas Sasak dan Bali ribuan warga Sasak dan umat Hindu bersama-sama dengan damai merayakan upacara keagamaan yang dirayakan tiap tahun di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Sebagaimana evennya digelar, Kamis (26/11-2015) di pelataran Pura Lingsar digelar tradisi tahunan bernama Perang Topat. Keunikann tradisi ini mengundang kalangan pejabat seperti Plt. Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, beserta segenap anggota Muspida, Kadis Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi dan tentunya wisatawan asing yang dibawa para tour operator turut menyaksikan tradisi yang merupakan bentuk manifestasi kerukunan dua ummat beragama Muslim di Lombok dan Hindu Bali yang tinggal di Lombok.

Ketua Pengelola Kemaliq Lingsar, Lalu Suparman Taufik menjelaskan, pProsesi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa makanan, buah, dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan dan prosesi ini didominasi masyarakat Sasak dan beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Lombok. Sarana persembahyangan seperti kebon odek, sesaji ditempatkan didalam Pura Kemalik.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasaknya “rorok kembang waru” yakni menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 17.30. Perang topat merupakan rangkaian pelaksanaan upacara pujawali yaitu upacara sebagai ungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Sang Pencipta. (wardi) - 05

Baca Juga :




 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    28 November, 2015

    beberapa hari lalu, saya lewat di wilayah Narmada, saya melihat di beberapa tempat dipasang spanduk bertuliskan hari pelaksanaan perang topat. saya bertekad dalam hati untuk hadir melihat dari dekat kegiatan tersebut. tapi sayang, saya lupa. seandainya tulisan ini lebih lengkap tentu akan bisa menjadi pengganti kehadirn tersebut.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan