Cari

Tutup Iklan

Presean di Parampuan

Presean di Parampuan

KM Al falah…Budaya presean merupakan budaya unik suku sasak  warisan dari leluhur. Budaya tersebut sangat extrim terjadi saling pukul memukul dengan

Budaya

Presean di Parampuan

Presean di Parampuan

abrar
Oleh abrar
24 November, 2015 02:28:33
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 3538 Kali

KM Al falah…Budaya presean merupakan budaya unik suku sasak  warisan dari leluhur. Budaya tersebut sangat extrim terjadi saling pukul memukul dengan rotan. Untuk mengetahui menang kalahnya disesuaikan dengan  seberapa banyak bekas pukulan pada badannya sehingga orang yang bertarung tidak boleh memakai baju dan diharuskan pakai sarung adat serta kepala hanya diikat dengan sepotong kain.

Inilah budaya yang dilestarikan oleh masyarakat perampuan Karang Bongkot. Untuk pelestarian budaya ini, masyarakat setempat melakukan beberapa cara yang lebih variatif  dan menyenangkan, yaitu dengan cara mengikuti event-event presean yang diadakan di desa lain, berlatih setiap bulan, mengadakan pertandingan untuk pepadu cilik setiap tahun, dan setiap dua tahun sekali mengadakan event besar dengan mengundang papadu-peadu terkenal yang ada di Pulau Lombok seperti yang diadakan sekarang ini.

Hal tersebut sesui dengan apa yang dikatakan Kades karang Bongkot padelah “upaya budaya presean tidak hilang dan ada regenerasi perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang agak bervariasai seperti tournament, dan lain-lain” ungkapnya saat ditemui oleh KM Al falah di Kantor Desa, senin, (23/11).

Penyelenggaran dari kegiatan tersebut adalah gabungan dari Kadus, Kades, RT, LPM, Karang taruna, BPD, masyarakat, dan para aktifis yang tergabung dalam lembaga Forum Peduli Perampuan.

Pepadu yang diundang sebanyak 18 team tersebar di 5 kabupaten/kota yaitu 4 tim dari lobar, 4 tim dari lotim, 4 tim lombok tengah, 2 tim Lombok utara, dan 4 tim kota mataram. Kegiatan ini berlangsung di sebelah barat Polsek labuapi jalan pengsong raya selama Sembilan hari sampai hari minggu mendatang (29/11).

Sistem mainya disesuaikan dengan peraturan yang telah dibuat oleh peguyuban presean Lombok sehingga setiap hari tim yang beratrung berasal dari kabupaten yang berbeda seperti yang bertarung hari Senin (23/11) pepadu dari desa Sakre Lombok timur yang disebut pukulan taker melawan pepadu dari Narmada Lombok Barat disebut Kijang kencana pepadu galih Narmada. Selain itu, setiap tim mempersiapkan minimal 7 pepadu tangguh, yang tujuh dibagi dua, lima pepadu untuk bertarung hidup yaitu dengan melihat ukuran musuh, kedua harus ada dipersiapkan dua pepadu tarung mati yaitu dengan tanpa melihat musuh terlebih dahulu.

Aturan ini disampaikan oleh Mamik enggah S. Pd, M. pd., budayawan Lombok tengah ahli presean tahun 2010 saat sambutan sebelum acara dimulai “setiap event presean baik yang diadakan oleh masyarakat aatau pemerintah, diwajibkan mengikuti aturan peguyuban presean yang sudah disepakati” jelasnya.

Baca Juga :


Adapaun sumber dana kegiatan ini adalah dari  beberapa seponsor seperti rokok NIKKI, BANK NTB dan Extarajos. Disamping itu, diberikan dana oleh Romi anggota DPRD Kabupaten, Bapak Fauzan Khalid, dan pemerintahan desa karang bongkot dan perampuan.

Anggaran sesuai dengan kebutuhan selama acara berlangsung berkisar 100.000.000 rupiah, sedangkan dana yang terkumpul hanya 15 juta tapi dengan semangat ingin melestarikan budaya sasak sehingga tidak pikirkan dana  “kami yakin dana aka ada selama kita bekerja” ungkap Kades Perampuan sarhan sebagai Panitia bagian penyambuatan tamu saat diwawancarai di lokasi acara. (Abrar, KM Al falah, Perampuan) - 01

 

 

 



 
abrar

abrar

Nama saya Abrar. Dilahirkan di desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi. Sehari-hari saya mengajar di Ponpes Darul Falah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan