logoblog

Cari

Tutup Iklan

Makembo Lakukan Pendataan Kesenian Mbojo

Makembo Lakukan Pendataan Kesenian Mbojo

Majelis Kebudayaan Mbojo terus melakukan serangkaian langkah pelestarian kesenian Mbojo, terutama seni tradisi Mbojo. Sejak terbentuk 7 Januari 2015, Makembo telah

Budaya

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
19 November, 2015 07:48:10
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 3770 Kali

Majelis Kebudayaan Mbojo terus melakukan serangkaian langkah pelestarian kesenian Mbojo, terutama seni tradisi Mbojo. Sejak terbentuk 7 Januari 2015, Makembo telah merekam,mendokumentasikan sekaligus memetakkan potensi kesenian Mbojo baik di kota maupun kabupaten Bima. Pemetaan kesenian adalah kerja panjang Makembo menuju sebuah cita-cita yaitu terbitnya ensiklopedia kesenian Mbojo dan mapping Geo Kesenian Mbojo di masa mendatang. Dengan sumber dana swadaya Makembo, kegiatan pemetaan kesenian selama setahun terakhir dilakukan sesuai situasi dan kondisi serta ketersediaan dana, karena setiap kunjungan perekaman dan pemetaan kesenian, Makembo tetap membawa oleh-oleh untuk Sanggar seni maupun komunitas kesenian tradisional yang dikunjungi.

Pemetaan yang telah dilakukan Makembo memang baru menyentuh beberapa wilayah seperti di kota Bima, Wawo, Sambori, Tambora, dan Donggo. Bagai gayung bersambut, kegiatan pedataan kesenian yang dilakukan makembo mendapat perhatian dari kantor Bahasa Mataram. Instansi yang saat ini intens melakukan upaya pembinaan dan pelestarian bahasa dan sastra terutama sastra lisan, menggandeng Makembo dalam rangka perekaman kesenian Mbojo dan cerita rakyat Mbojo pada tanggal 22 November 2015.

" Tiga jenis syair dan senandung lama penuh petuah sebagai hiburan sekaligus penyampaian pesan –pesan moral di masa silam akan didokumentasikan. Senandung tersebut adalah Olo di di desa Rupe dan Karampi kecamatan Langgudu, Zikir Guru Bura di desa Rai Oi kecamatan Sape, dan 20 Genre ( Ntoko) Rawa Mbojo. Disamping itu, akan dilakukan perekaman khusus cerita-cerita rakyat Mbojo di kecamatan Langgudu, Sape dan Donggo." Papar Ketua Makembo,Alan Malingi.

Senandung Olo adalah tradisi berbalas pantun yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Langgudu sejak dulu. Ketika purnama lima belas, muda-mudi Langgudu pada masa lalu berbondong-bondong ke Tanjung Langgudu di seberang teluk Waworada. Mereka membawa kentungan dari bambu dan memukulnya sambil berbalas pantun. Ziki Guru Bura merupakan tradisi turun temurun di desa Rai Oi dan Parangina kecamatan Sape. Alunan ziki dalam Nggahi Mbojo ini berisi nasehat dan petuah tentang agama,shalat,puasa,zakat,nikah dan amal ibadah lainnya. Lantunan ziki ini bersumber dari kitab Tuan Guru Bura yang merupakan mubaliq penyiar agama islam di tanah Sape dan Bima pada abad 17.

 

Baca Juga :


Lebih dari 20 Genre (Ntoko) dalam Rawa Mbojo akan direkam dalam rangka upaya pelestarian genre-genre lama dalam Rawa Mbojo. Ntoko  yang akan direkam adalah Ntoko Tambora, koncowanco, lopi penge, haju jati, e aule, Sikir Maya, Sijoli Sape dan Wura Ma Mbolo, Ya Danna, Tembe Jao Galomba, Teka Mpende, Jara Sumba Na’e, Ala Cece, Angi Waworada, Dali, Karendo, dan Serong Kanari. Ada satu Ntoko yang sudah hilang dan tidak diketahui lagi oleh para seniman Rawa Mbojo yaitu Ntoko Sera. Pada masa lalu, Ntoko ini sering dilantunkan oleh para pengembala. Sambil menunggu gembalaannya mereka melantunkan Ntoko Sera sebagai wujud ketakjuban atas keindahan padang savanna dan alam sekitar. Sera adalah padang yang luas.  

" Kesenian itu bersifat dinamis dan berkembang dari waktu ke waktu, maka upaya untuk melestarikan yang lama mutlak diperlukan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Rawa Mbojo terus berkembang, bahkan kecendrungan saat ini Rawa Mbojo sudah bergenre Dangdut dengan mengalihbahasakan lagu-lagu dangdut ke dalam Rawa Mbojo." Ungkap Alan. (alan)         -01



 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan