logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lahirnya Bahasa Maringkik Di Pulau Lombok

Lahirnya Bahasa Maringkik Di Pulau Lombok

Pulau Maringkik merupakan sebuah pulau kecil yang dihuni oleh lima suku bangsa, yakni suku bugis, suku bajo, suku makassar, suku buton,

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
30 Oktober, 2015 20:00:01
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 40608 Kali

Pulau Maringkik merupakan sebuah pulau kecil yang dihuni oleh lima suku bangsa, yakni suku bugis, suku bajo, suku makassar, suku buton, dan suku sasak. Pulau ini terletak di bagian selatan dari pulau Lombok, dan masih merupakan wilayah dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa tenggara barat.

Sebelum tahun 2013, pulau ini merupakan sebuah dusun yang bergabung pada Desa Tanjung Luar, Kecamatan Kruak. Karena dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat oleh migrasi luar dan terjadi peningkatan ekonomi yang membaik, maka pulau ini dimekarkan menjadi sebuah desa, yaitu Desa Pulau Maringkik pada tahun 2013

Luas wilayah pulau ini adalah kurang lebih 15 ha, yang dihuni oleh sekitar 2700 jiwa penduduk. Sumber mata pencaharian utama penduduk di sini adalah bekerja sebagai nelayan. Sebagian kecil membuat atau menenun kain dengan peralatan sangat sederhana yang didatangkan dari daerah asalnya.

Pulau ini sangat terpencil dan jauh dari pusat perkotaan. Untuk mengunjungi pulau ini, beberapa perahu yang tersedia di Dermaga Tanjung Luar yang siap mengantar para penumpang. Hanya saja jika angin kencan telah tiba, tak satu pun perahu berani untuk mengantar penumpang menuju ke pulau terpencil ini. Kecuali jika melewati Dermaga Telong-elong yang terletak di sebelah kampung Lungkak, pihak pemilik perahu masih bisa menyeberang ke tempat ini karena angin yang ada di Dermaga Telong-elong tidak terlalu keras, yang mana tidak berhadapan langsung dengan laut lepas.Hanya saja dermaga ini sulit dijangkau oleh kendaraan umum dan jauh dari pusat perkampungan ramai.

Menyeberang dari Dermaga Tanjung Luar menuju ke Pulau Lima Suku ini menpergunakan waktu sekitar 20 menit di atas perahu. Di saat perahu telah mebuang jangkar di Dermaga Pulau Maringkik, para penumpang harus turun dari perahu dengan menumpukkan ke dua kaki di sejumlah deretan bambu yang terapung di atas permukaan air, lalu menanjak menuju ke atas daratan dengan melalui titian bambu yang berjejer rapat dengan posisi miring.

Menjejaki perkampungan di pulau ini, harus berjalan kaki. Tidak ada jalanan aspal, hanya ada lorong kecil yang kurang jelas arahnya,atau pun terkadang kita menyelinap di sela-sela rumah pendudduk. Lorong kecil atau jalan setapak yang ada di wilayah ini mengikuti kondisi tanah yang tidak merata dan memiliki ukuran lebar dua meter, terkadang satu meter,atau pun terkadang pada bagian ujungnya menjadi setengah meter, bahkan menjadi buntu. Luar biasa tapi unik.

 

Baca Juga :


Mata pencaharian penduduk di pulau terpencil ini adalah bekerja sebagai nelayan.  Sebagai penduduk pendatang, mereka bertahan hidup dengan mempergunakan pengalaman-pengalaman atau budaya yang didatangkan dari daerah asalanya.

Penduduk pulaui ini di dominasi oleh suku-suku yang berasal dari Sulawesi.Mereka juga sebagai penduduk pertama di pulau ini dengan mengandalkan laut sebagai sumber kehidupannya.atas  keberhasilan sebagai nelayan, mereka pun menerima kedatangan di laut dalam , suku sasak yang merupakan penduduk asli pulau Lombok tak ketinggalan  menjadi pendatang di pulau ini untuk ikut ke laut mencari nafkah, sehingga suku yang ada di sini bukan hanya dari Sulawesi saja, melainkan juga suku sasak Lombok.

Atas pembauran ke lima suku di wilayah ini, mereka pun mampu menghasilkan budaya baru. Salah satunya adalah bahasa persatuan yang mereka pergunakan dalam setiap harinya. Bahasa tersebut dijuluki bahasa Maraingkik, yang lahir dari perpadauan bahasa dari ke lima suku tersebut.. () -01

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan