logoblog

Cari

Kecimol Lombok Mulai Akrab di Sumbawa

Kecimol Lombok Mulai Akrab di Sumbawa

KM. Gempar. Pawai Budaya tingkat SMA sederajad pada Festifal Moyo 2015 berlangsung sangat meriah. Pada Pawai Budaya tersebut ikut serta kelompok

Budaya

KM. Gempar
Oleh KM. Gempar
20 September, 2015 10:20:37
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 67480 Kali

KM. Gempar. Pawai Budaya tingkat SMA sederajad pada Festifal Moyo 2015 berlangsung sangat meriah. Pada Pawai Budaya tersebut ikut serta kelompok warga Suku Sasak yang berdomisili di Sumbawa. Suku Sasak menampilkan budaya kecimol khas warga lombok. Barisan kecimol berhasil membuat para penonton pawai ikut bergoyang hingga alur lalu lintas sulit dilalui.

Sebelumnya, Kecimol sering diadakan dibeberapa titik di wilayah Kota Sumbawa. Namun lebihnya, pada Pawai Budaya Festival Moyo kali ini, kecimol Suku Sasak ikut berpartisipasi dan mengenalkan budaya khas yang tidak pernah lepas meski berada diwilayah manapun termasuk Sumbawa.

Penikmat Kecimol tidak hanya berasal dari Suku Lombok, namun masyarakat Sumbawa juga terlihat sangat menikmati budaya tetangga ini. Inilah salah satu cara memperkuat budaya khas daerah dengan terlibat langsung dalam pesta rakyat meski ada di Daerah lain.

Suku Sasak di Sumbawa terbilang cukup padat bahkan hampir disetiap wilayah di Sumbawa terdapat kampung kampung suku Sasak. Berbagai harapan muncul dari berbagai kalangan tentang keinginan memperkuat warisan budaya serta saling menghargai antar sesama. hal ini juga disampaikan Bupati Sumbawa pada pembukaan Festival Moyo pada Jum'at lalu.

 

Baca Juga :


Masyarakat Sumbawa menerima dengan baik budaya budaya yang masuk dan berkembang di wilayah Sumbawa yang tentunya masih dalam kategori Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa yaitu Indonesia, sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu "Bhineka Tunggal Ika". (ink'yan) - 05



 
KM. Gempar

KM. Gempar

KM GEMPAR merupakan Komunitas Jurnalistik yang berada di Wilayah Kab. Sumbawa KOORDINATOR KM GEMPAR : RYAN MUAMMAR

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. RENGGANIS

    KM. RENGGANIS

    25 September, 2015

    Kebudayaan memang perlu untuk dilestarikan dan dipromosikan agar lebih dikenal, namun pemain kecimol sampai penontonnya saat ini sudah tidak lagi memperhatikan adat istiadat dan tata tertib jalan raya, seperti sebelumnya sebagian pengiringnya mengkonsumsi minuman beralkoho, semoga para pelaku memahami arti dari pelestarian kebudayaan tersebut


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan