logoblog

Cari

Ancak Saji dan Maknanya

Ancak Saji dan Maknanya

KM. Sukamulia – Bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki arti sangat penting dalam kehidupan masyarakat suku Sasak Lombok. Terlepas dari

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
26 Juni, 2015 11:51:45
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 113058 Kali

KM. Sukamulia – Bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki arti sangat penting dalam kehidupan masyarakat suku Sasak Lombok. Terlepas dari hal itu, artikel ini hanya akan membahas mengenai salah satu fungsi bambu dalam pelaksanaan tradisi adat masyarakat Sasak, dimana dalam berbagai tradisi masyarakat adat Sasak bambu dijadikan sebagai wadah untuk menempatkan sesaji. Alat yang dibuat dari bambu ini kemudian disebut dengan nama “Ancak Saji”.

Dalam kehidupan masyarakat Sasak, bambu digunakan dalam setiap ritual tradisi adat. Selain itu, bambu juga difungsikan sebagai bahan bangunan, terutama untuk pembuatan rumah tradisional, berugak, masjid kuno dan sebagainya. Bambu juga digunakan pada acara kematian seseorang, dimana bambu digunakan sebagai bahan pembuatan keranda mayat (gorong batang: bahasa Sasak) dan bambu pula yang digunakan sebagai penyangga tanah penutup kuburan.

Seperti dijelaskan pada bagian awal, salah satu fungsi bambu adalah sebagai alat untuk membuat wadah/tempat penaruh sesaji. Wadah itu dinamakan Ancak Saji, dimana Ancak Saji merupakan anyaman bambu yang terbuat dari 12 irisan bambu yang kemudian dianyam membentuk persegi dengan lubang-lubang berbentuk persegi yang berjumlah Sembilan lubang.

Ancak Saji difungsikan pada berbagai kegiatan adat, seperti dalam pelaksanaan bayar nazar (bayar sesangi: bahsa Sasak), ngurisang, nyunatang, membangar, selamet gumi dan lainnya. Di atas Ancak Saji inilah ditaruh berbagai jenis sajian (empok-empok/padi yang sudah digoreng, kemenyan, kapur sirih, sirih, uah pinang, ayam panggang, nasi kuning, kembang buah pinang (mayang: bahasa Sasak), topat lepas (ketupat kecil) dan lain-lain. Pada saat dilaksanakannya suatu ritual adat, Ancak Saji ini digantung pada dahan-dahan pohon, berugak, atau dahan kayu yang sengaja didirikan sebagai tempat untuk menggantungnya. Ancak Saji dibuatkan gantungan dari bahan bambu tali berjumlah tujuh helai.

Menurut keterangan Amaq Husni (tokoh adat Dusun Sukamulia), pada setiap bagian Ancak Saji terdapat makna yang sangat penting untuk kita ketahui. Makna yang terkandung di dalam setiap ulatan bambu itu melambangkan kehidupan manusia. Dimana, Ancak Saji dibuat dari bambu sebab dalam kehidupan manusia, bambu sangat bermanfaat, mulai sejak kelahiran dan bahkan bambu menjadi keranda dan penutup kubur kita.

Beliau menambahkan bahwa, Ancak Saji dibuat dari 12 bilahan bambu bermakna bahwa kita hidup dalam dua belas bulan, kemudian ikatnya dibaut dari 7 helai tali dari bambu bermakna bahwa manusia hidup selama 7 hari dan di atas tujuh lapis bumi dan akan kembali ke langit yang juga berlapis tujuh. Kemudian, Ancak Saji memiliki lubang yang berjumlah Sembilan, hal itu bermakna bahwa di dalam tubuh manusia ada Sembilan lubang yang harus kita jaga. Jika Sembilan lubang itu kita jaga dengan baik maka baiklah hidup kita dan jika Sembilan lubang itu tidak bisa kita pergunakan dengan baik maka buruklah hidup kita. Apa bila lubang itu tertutup maka tertutuplah hidup manusia. Yang dimaksud dengan Sembilan lubang itu adalah dua lubang mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung, satu lubang mulut, satu lubang dubur dan satu lubang kubul (anus). Kemudian, Ancak Saji dibuat dengan bentuk bangunan bujur sangkar memiliki makna bahwa hidup kita harus seimbang sebab manusia selalu hidup dalam kebaikan dan keburukan. Oleh sebab itu, imbangilah perbuatan negative yang kita lakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif agar hidup kita seimbang, baik dalam kehidupan keduniaan ataupun keahiratan.

 

Baca Juga :


Mengacu dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ancak Saji memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, kita perlu mengetahui makna yang terkandung dalam benda yang sederhana ini dan itulah sebabnya penulis mempublikasikan mankan itu dalam tulisan ini dengan harapan semoga kita semua (khususnya masyarakat Sasak) mengetahu makna benda yang sederhana ini.

Pelajaran penting yang dapat kita ambil dari konstruksi Ancak Saji adalah; 1) manusia hidup dalam pase tujuh hari selama dua belas bulan (satu tahun) dan itulah yang terus bergulir hingga manusia dijemput oleh ajalnya, 2) dalam tubuh manusia terdapat tujuh lubang yang apabila lubang itu telah tertutup maka tertutuplah usia kita, oleh sebab itu ketika lubang tersebut masih terbuka maka kita gunakanlah lubang itu untuk hal-hal yang baik.  Selain itu manusia hidup di atas tujuh petala bumi dan akan kembali ke tujuh petala langit, dan 3) hidup ini harus seimbang, baik dalam urusan keduniawian maupun urusan ahirat, oleh sebab itu manusia harus berusaha untuk berlaku baik selama hayatnya supaya kelah ia mendapatkan kebaikan di ahirat.

Demikianlah artikel singkat ini penulis sajikan bagi diri penulis pada khususnya dan bagi siapa saja yang menyempatkan diri membaca artikel ini. Semoga isi artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan, terimakasih atas kunjungannya dan salam dari kampung.

_By. Asri The Gila_ [] - 05



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan