logoblog

Cari

Tradisi Kalondo Wei Kian Langka

Tradisi Kalondo Wei Kian Langka

(KM.Sarangge ) Salah satu rangkaian yang unik dari prosesi pernikahan adat Bima adalah Kalondo Wei. Prosesi ini termasuk prosesi inti setelah

Budaya

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
18 Juni, 2015 15:10:08
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 10861 Kali

(KM.Sarangge ) Salah satu rangkaian yang unik dari prosesi pernikahan adat Bima adalah Kalondo Wei. Prosesi ini termasuk prosesi inti setelah prosesi pengantaran dan serah terima mahar. Tenggang waktunya adalah Sajama’ah (sejum’at atau sepekan) kadang – kadang sawura (sebulan) setelah pengantaran mahar. upacara kalondo dou di wei  adalah upacara pengantaran calon penganten putri dari rumah orang tuanya menuju uma ruka (rumah untuk penganten).

Dilaksakan pada bulan purnama sesuai sholat Isya.Calon penganten putri diturunkan (kalondo) dari atas rumah orang tuanya dan diusung ke uma ruka ( rumah penganten). Diantar oleh sanak keluarga dan kerabat dengan berbusana adat yang beraneka ragam sesuai dengan status sosial dan usia pemakai. Dimeriahkan dengan atrasi jiki hadra (jikir hadra) diiringi musik rebana.

Pada waktu yang bersamaan di uma ruka sedang berlangsung “Ngaji kapanca”(tadarusan pada upacara kapanca). Ngaji kapanca akan berakhir bersamaan dengan setibanya rombongan calon penganten putri di uma ruka.Setibanya di uma ruka, rombongan penganten disambut dengan tari wura bongi monca dan dimeriahkan dengan atraksi mpa’a sila, gantao dan buja kadanda.

Setelah calon penganten putri bersama rombongan tiba di Uma Ruka, maka akan dilanjutkan dengan upacara kapanca (penempelan inai). Upacara kapanca atau penenpelan inai di atas telapak tangan calon penganten putri dilakukan oleh para tokoh adat perempuan. Dilakukan secara bergilir diiringi dengan lantunan jiki kapanca (jikir kapanca) tanpa iringan musik. Syair jikir berisi pujian atas kebesaran dan kemuuliaan Allah dan Rasul.

Tujuan yang terkandung dalam upacara kapanca adalah sebagai peringatan bagi calon penganten putri bahwa dalam waktu yang tidak lama, ia akan menjadi ibu rumah tangga yang akan mengemban tugas mulia dan berat. Telapak tangan yang selama ini halus mulus, akan bercucuran keringat dan darah.Setelah upacara kapanca berakhir, maka akan dilanjutkan atrasi kesenian jiki hadra.

 

Baca Juga :


Dihalaman rumah akan diramaikan oleh atraksi permainan rakyat seperti Mpa’a sila, Gantao dan Buja Kadanda. Selain itu  ditampilkan pula permainan rakyat yang bernama “Lanca” yaitu adu kekuatan betis di kalangan kaum laki – laki.Pada malam itu calon penganten laki – laki tidak boleh berada di atas uma ruka. Dia hanya boleh berada di halaman rumah bersama para anggota keluarga. Larangan itu sesuai dengan ketentuan adat.

Saat ini tradisi kalondo wei sudah kian langkah. Kalondo wei hanya dilakukan kalangan tertentu. Salah satu penyebabnya adalah keinginan masyarakat yang ingin menyelenggarakan rangkaian prosesi pernikahan secara cepat dan lebih praktis. Tapi dari sisi pelestarian budaya, kalondo wei adalah unik dan memberikan nuansa tersendiri bagi wisatawan.  (alan)  - 05



 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan