logoblog

Cari

Kearifan Lokal Lewat SADAHU

Kearifan Lokal Lewat SADAHU

(KM.Sarangge) Pajangan Baju ini bukan untuk dijemur atau dijual. Jika anda berpetualang ke wilayah-wilayah terpencil Bima dan Dompu terutama menyusuri kebun

Budaya

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
05 Juni, 2015 09:28:55
Budaya
Komentar: 2
Dibaca: 51047 Kali

(KM.Sarangge) Pajangan Baju ini bukan untuk dijemur atau dijual. Jika anda berpetualang ke wilayah-wilayah terpencil Bima dan Dompu terutama menyusuri kebun dan ladang warga, anda akan menjumpai pemandangan seperti ini. Baju-baju bekas, sarung, celana, bahkan rok panjang digantung di luar kebun menempel dengan pagar kebun. Ini namanya SADAHU, sebuah kreatifitas tradisional yang telah lama hidup bersama masyarakat Bima-Dompu untuk menakut-nakuti Babi hutan pada malam hari yang hendak masuk ke kebun atau ladang warga. Sadahu berasal dari kata Sa dan Dahu. Dahu berarti takut, dengan adanya tambahan SA maka berarti menakut-nakuti.

Efektifkah Sadahu ? Beberapa pemilik kebun di kelurahan  Kolo mengaku upaya seperti ini berhasil untuk mengecoh babi hutan di malam hari karena pajangan/gantungan pakaian seperti ini yang diiringi gerakan pakaian yang dihembus angin malam, maka babi hutan pun mengira ada orang yang sedang berdiri di luar pagar kebun.

Nurdin (50 Tahun) warga desa Nanga Miro mengemukakan, Sadahu sudah lama dipasang di kebun-kebun warga. ” Sadahu in dipasang hampir bersamaan dengan pemasangan topi dan pakaian di sawah ketika padi mulai berbulir untuk menakut-nakuti burung. ” kenangnya. Sadahu telah ada sejak lama dan berkembang seiring perubahan zaman. Jika pada masa lalu yang dipasang di kebun atau di sawah itu seperti Camping dan sarung, namun pada masa kini sudah dipasang baju-baju bekas dan rok bekas di pinggir kebun. Sederhana, murah dan tepat guna.
‘SADAHU Pajangan Baju ini bukan untuk dijemur atau dijual. Jika anda berpetualang ke wilayah-wilayah terpencil Bima dan Dompu terutama menyusuri kebun dan ladang warga, anda akan menjumpai pemandangan seperti ini. Baju-baju bekas, sarung, celana, bahkan rok panjang digantung di luar kebun menempel dengan pagar kebun. Ini namanya SADAHU, sebuah kreatifitas tradisional yang telah lama hidup bersama masyarakat Bima-Dompu untuk menakut-nakuti Babi hutan pada malam hari yang hendak masuk ke kebun atau ladang warga. Sadahu berasal dari kata Sa dan Dahu. Dahu berarti takut, dengan adanya tambahan SA maka berarti menakut-nakuti. Efektifkah Sadahu ? Beberapa pemilik kebun di desa Kolo mengaku upaya seperti ini berhasil untuk mengecoh babi hutan di malam hari karena pajangan/gantungan pakaian seperti ini yang diiringi gerakan pakaian yang dihembus angin malam, maka babi hutan pun mengira ada orang yang sedang berdiri di luar pagar kebun. Nurdin (50 Tahun) warga desa Nanga Miro mengemukakan, Sadahu sudah lama dipasang di kebun-kebun warga. ” Sadahu in dipasang hampir bersamaan dengan pemasangan topi dan pakaian di sawah ketika padi mulai berbulir untuk menakut-nakuti burung. ” kenangnya. Sadahu telah ada sejak lama dan berkembang seiring perubahan zaman. Jika pada masa lalu yang dipasang di kebun atau di sawah itu seperti Camping dan sarung, namun pada masa kini sudah dipasang baju-baju bekas dan rok bekas di pinggir kebun. Sederhana, murah dan tepat guna.(alan) -01

 

Baca Juga :




 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    08 Juni, 2015

    Di SUkamulia, Sadahu disebut dengan nama Bebonto. Warga Kampung saya menaruh bebonto pada setiap sudut sawah untuk menakut-nakuti burung yang senang memakan buah padi... Mantab dan salut untuk KM. Sarangge, terus berkarya dan salam dari kampung.


  • KM Kaula

    KM Kaula

    08 Juni, 2015

    Menarik, kalau di kampung saya namanya bebonto. cuma tulisan ini rupanya duakali di faste, makanya dua susun tulisan yang sama.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan