logoblog

Cari

"Malean Sampi" Kearifan Lokal Petani Sasak

KM Narmada, Tertutupnya akses jalan jurusan Mekar Sari menuju Pasar Mandalika sore Sabtu karena dipadati oleh ribuan pasang mata yang sedang

Budaya

Desa Mekar Sari Narmada
Oleh Desa Mekar Sari Narmada
04 Juni, 2015 13:31:44
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 54207 Kali

KM Narmada, Tertutupnya akses jalan jurusan Mekar Sari menuju Pasar Mandalika sore Sabtu karena dipadati oleh ribuan pasang mata yang sedang menonton acara Malean Sampi (karapan sapi), betapa tidak acara ini memancing keriuhan warga se-Kecamatan Narmada Kabuaten Lombok Barat pada Sabtu 30 Mei 2015.

Karapan sapi atau istilah sasaknya sering disebut Malean Sampi merupakan sebuah even budaya lokal yang saat sekarang ini sudah jarang ditemukan, tidak seperti para tetua kita terdahulu hal ini sangat sering dilaksanakan terutama setelah musim panen usai, tujuannya dalam rangka memperlihatkan kualitas sapi dengan kemewahan dandanan yang menghiasinya, ini merupakan salah satu cara menyiapkan kebugaran sapi untuk dipakai membajak sawah untuk masa tanam berikutnya.

Mula-mula sepasang sapi jantan dipasangkan pengikat dilehernya supaya keseimbangan laju lari sapi teratur antara satu dengan yang lainnya istilah sasak disebut ayugak.Kemudian didipasangkan lagi kalung besar berupa krotok sehingga saat sapi melaju kencang berlari maka krotok tersebut akan bunyi karena bertumpu pada lutut sepasang sapi dan krotok tersebut akan menambah kegagahan sepasang sapi ketika berlari, ini menunjukkan ketangkasannya dimedan Malean Sampi . Ditengah-tengah dipasangkan gau istilah sasaknya,sebagai tempat sang pemilik sapi duduk mengendarai sepasang sapi sambil memegang tali kendali yang sudah terpasang pada sepasang sapi tersebut. Bak seorang raja yang sedang mengendarai tunggangannya.

"Acara Malean Sampi ini sudah beberapa tahun selalu rutin dilaksanakan stiap sekali setaun" ungkap Amak Jumirah selaku tuan rumah kali ini, dan tempatnyapun berpindah-pindah dari satu desa kedesa lain karena saat ini mereka sudah mempunyai komunitas Malean Sampi yang beranggotakan lebih dari 50 orang.

Even Malean Sampi ini diadakan oleh warga Dusun Kebon Belek Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada untuk melestarika budaya Sasak Lombok yang hampir jarang diadakan oleh masyarakat sasak lombok saat ini, even Malean Sampi ini dihadiri tidak kurang dari 50 pasang sapi yang yang tersebar diseluruh desa wilayah kecamatan.

 

Baca Juga :


selain dihadiri oleh ribuan warga yang dari siang sudah berdatangan, acara ini juga dihadiri oleh beberapa orang Kepala Desa di Kecamatan narmada dan tampak juga Agus Mursalim salah seorang anggota DPRD kabupaten Lombok Barat ikut memberikan dukungan p[elestarian budaya tersebut.

Menurut Ramli (40 tahun) warga Desa Mekar Sari, "melihat acara ini kembali mengingatkan kenangan masa kecil dullu dan sungguh sangat menyenangkan", dan dia berharap agar even ini selalu dijaga kelestariannya serta mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk menjadikannya salah satu even pariwisata yangt bisa ditawarkan pada dunia luar.

Acara memalek ini digelar mulai jam 15.00 sampai jam 18.00 dan Pada kesempatan ini tuan rumah menyiapkan santap sore untuk para peserta yang mengikuti acara memalek ini,tidak ada pendaftran peserta secara khusus pada acara ini terlebih tuan rumah sengaja mengundang para peserta untuk memperlihatkan ketangkasan sapinya. (Mustar ) - 05



 
Desa Mekar Sari Narmada

Desa Mekar Sari Narmada

Posisi di Narmada Kabupaten Lombok Barat NTB TIM : Abdul Satar, Zikrul Hamdani, Rizal Basri, H Abd. Rahim Salim, Abdul Mustar, Maryatun Hasanah Email : satar.tempit@gmail.com HP : 087864350004

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    05 Juni, 2015

    budaya yang sangat unik, semoga budaya ini terus lestari kawan. heheee, jadi pengen ikut event maleang sapi nich. salut untuk KM. Narmada dan salam dari Kampung.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan