logoblog

Cari

Kalender Rowot, Warisan Budaya Sasak

Kalender Rowot, Warisan Budaya Sasak

KM. Sukamulia- Begitu luhur tradisi, budaya dan lokal genius yang dimiliki oleh nenek moyang suku Sasak yang menghuni Pulau Lombok (Gumi

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
15 Mei, 2015 21:42:45
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 98345 Kali

KM. Sukamulia- Begitu luhur tradisi, budaya dan lokal genius yang dimiliki oleh nenek moyang suku Sasak yang menghuni Pulau Lombok (Gumi Sasak Adi). Tradisi budaya yang luhur itu tercermin dari kehidupan social masyarakat suku Sasak yang dalam kehidupan sosialnya penuh dengan pelaksanaan tradisi. Tradisi budaya itu, terus dilaksanakan hingga saat ini bahkan turadisi budaya tersebut dijadikan sebagai warisan yang berniali agung bagi setiap masyarakat Sasak. Salah satu warisan budaya Sasak yang menjadi bukti bahwa nenek moyang suku Sasak adalah orang-orang yang berpengetahual luhur dan tinggi adalah Kalender Rowot Sasak yang dijadikan sebagai acuan/pedoman penanggalan tradisional suku Sasak dan bahkan kalender tersebut telah diresmikan dan diluncurkan oleh pemerintah Provinsi NTB bersama ketaua harian MAS pada tanggal 23 Juni 2014 lalu.

Pada dasarnya Kalender Rowot adalah kalender tradisional suku Sasak yang dikembangkan dan dipedomani oleh masyarakat Sasak sejak zaman pra sejarah dan hingga saat ini masyarakat Sasak masih mempedomani kalender tersebut sebagai acuan penyelenggaraan gawe, beteletan (bercocok tanam), pembagian musim, arah naga, dan wuku (pengaruh posisi rase bintang terhadap prsitiwa-pristiwa di permukaan bumi).

Kalender Rowot Sasak disusun berdasarkan peredaran sebuah rase bintang yang diebut dengan nama Rowot (Pleaides) yang muncul di arah timur-laut. Kemunculan rasi bintang yang terdiri dari 7 buah bintang inilah yang ditetapkan sebagai awal tahun suku Sasak, apabila Rowot muncul di arah rimur-laut maka itulah yang ditetapkan sebagai awal tahun dalam perhitungan Kalenders Rowot Sasak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kalender Rowot Sasak adalah ilmu perbintangan (astronomi) yang muncul dari lokal genius masyarakat Sasak lama dan dipertahankan hingga saat ini.

Sungguh luar biasa, ternyata nenek moyang suku Sasak memiliki lokal genius (pengetahuan lokal) yang tinggi dalam dunia perbintangan (astronomi). Hal ini terbukti dari penetapan peredaran musim yang mereka tetapkan sebagai acuan untuk mengetahui peredaran musim dan dengan pengetahuan itu mereka dapat mengetahui musim tanam, naga hari, dan hari-hari baik untuk pelaksaan gawe, pembangunan rumah (penganjeng bale: bahasa Sasak), serta pengaruh unsure-unsur alam dalam perjalanan waktu.

Perlu diketahui bahwa Rowot (bahasa Sasak) merupakan salah satu rasi/gugus bintang yang terdiri dari tujuh bintang yang juga disebut dengan nama bintang tujuh atau dalam Ilmu Pengetahuan Alam disebut dengan nama Rasi Bintang Biduk atau disebut juga dengan nama Pedati sungsang sebab bentuk rasi bintang ini menyerupai pedati dan dalam bahasa ilmiah-nya disebut dengan nama Pleaides. Ada juga yang menyebutnya dengan nama Rasi Bintang Beruang Besar. Secara umum rasi bintang ini digunakan sebagai petunjuk arah utara.

Seperti telah dijelaskan tadi, rase bintang tujuh itulah yang kemudian disebut dengan nama Rowot oleh masyarakat Sasak. Rasi bintang ini kemudian dijadikan sebagai acuan penetapan awal tahun Sasak, edaran bulan untuk menentukan nama tanggal dan evolusi matahari sebagai acuan untuk menentukan musim (Mangse: bahasa Sasak). Sistem penanggalan ini merupakan salah satu bagian dari system almanac bangsa Sasak yang disebut sebagai Warige Seret Adat Sasak.

Sistem kalender ini adalah perpaduan antara system konstelasi bintang, bulan (lunar), matahari (solar) menjadi satu keatuan yang lengkap. Kalender Rowot Sasak sangat lengkap sehingga penggunanya bisa menggunakan sistem penanggalan yang tertera dalam Kalender Rowot Sasak sebagai acuan dalam berbagai urusan. Team penyusun kalender ini adalah orang-orang professional (tokoh adat dan buadaya sasak) yang telah banyak mengenyam pengetahuan budaya dan tradisi dalam pengalaman hidup mereka. Untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan kalender ini, para penyusun melengkapi Kaleder Rowot Sasak dengan berbagai fitur, yaitu:

  1. Fitur Kalender Sasak: Jelo (hari), bulan, dan tahun windu.
  2. Fitur Kalender Hijriah: hari, bulan, dan tahun islam.
  3. Fitur Kalender Masehi: hari, bulan, tahun internasional.
  4. Pembagian Mangse (musim).
  5. 10 tingkat hari dalam warige Sasak.
  6. Aran Nage (naftuh hari/naga hari yang digunakan berdasarkan penanggalan Hijriah).
  7. Agenda Kalender Nasinal dan Internasional.
  8. Agenda Adat masyarakat Sasak dan ummat Islam.

Untuk memudahkan pengguna, Kalender Rowot Sasak memuat fitur-fitur yang merepresentasaikan masing-masing karakter, yaitu Sasak, Hijriah dan Masehi. Di dalam Kalender Rowot Sasak juga disediakan berbagai petunjuk, seperti: a) Wuku yaitu petunjuk yang memberitahukan tentang pengaruh posisi Rasi Bintang Rowot terhadap pristiwa-pristiwa di permukaan bumi, watak panas, hati-hati pada waktu-waktu yang berbahaya (medangsie: bahasa Sasak), b) Engkal yaitu pengaruh unsure-unsur alam dalam perjalanan waktu, c) Begawe/Angakt Begawe yaitu waktu-waktu yang tepat/baik dan tidak diperbolehkan untuk menyelenggarakan gawe, d) Pegawean bangket/betaletan, yaitu petunjuk yang berkaitan dengan waktu/musim tanam, hari baik untuk melaksanakan/memulai penanaman supaya para petani bisa mendapatkan hasil yang baik dan tanaman mereka terhindar dari gangguan hama dan penyakit, dan e) Penganjeng Bale, yaitu waktu-waktu yang tepat dan tidak diperbolehkan untuk seseorang memulai pembangunan rumah/tempat tinggal, tempat-tempat umum dan tempat peribadatan.

 

Baca Juga :


Hal di atas menunjukkan betapa luhur dan mulianya pengetahuan astronomi nenek moyang suku Sasak dalam masalah perbintangan (astronomi) sehingga sampai saat ini masyarakat Sasak selalu memperhatikan peredaran Bintang Rowot ketika mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan dalam seluruh aspek kehidupannya. Selaku generasi muda suku Sasak, kita wajib memberikan apresiasi trehadap warisan budaya nenek moyang kita dengan cara menjaga dan melestarikan serta menceritakan budaya luhur itu kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita dan tidak lupa pula untuk terus kita wariskan kepada keturunan kiat.

Perlu pula penulis sampaikan bahwa Kalender Rowot ini disusun oleh tim penyusun yang terdiri dari H. Abdul Muthalib, Lalu Ari Irawan, Wayah Kembang Dje (Haji Lalu Agus Fathurrahman), Kyai Ratna dan Mawardi. Hak cipta kalender ini dipegang oleh Lembaga Rowot Nusantara Lombok dan diterbitkan atas kerjasama dengan Genius, Perasudaraan Asah Makna, de sign, Rumah Menulis & Piste, Epen Gawe Organizer, Gravitasi Matarm dan MAS (Majelis Adat Sasak) serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini, Kalender Rowot belum begitu banyak dicetak sehingga keberadaan kalender ini belum begitu diketahui oleh seluruh warga Sasak, padahal kalender ini sangat penting sekali untuk dipublikasikan kepada seluruh warga Sasak sebab hingga saat ini sebagian besar warga Sasak menggunakan perhitungan Rowot sebagai acuan dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan hidup-nya, terutama dalam masalah penetapan musim tanam (Nenaletan). Dengan demikian, melalui tulisan ini kami berharap supaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pihak Penyususn serta Penerbit dapat menerbitkan Kalender Rowot Sasak dalam jumlah yang banyak dan disebar luaskan kepada seluruh waraga Sasak yang terpencar pada empat kabupaten yang ada di pulau Lombok sebab saat ini, Kalender Rowot Sasak hanya dibagikan kepada masyarakat Adat saja, misalnya saja masyarakat Adat Bilok Petung dan Masyarakat Adat Sembalun. Padahal, kalender tradisional ini bukan hanya digunakan oleh masyarakat tradisional saja, melainkan dibutuhkan juga oleh warga Sasak lainnya, baik yang ada di wilayah desa-desa maju dan perkotaan.

Ahirnya, kami berharap semoga Kalender Rowot selalu lestari sebagai salah satu warisan budaya suku Sasak yang sangat luhur. Demi kelestarian warisan budaya ini, maka peranan pemerintah dan lembaga-lembaga adat yang ada di Lombok perlu mensosialisasikannya secara terus menerus kepada seluruh warga sasak supaya lokal genius nenek moyang Suku Sasak tetap dipelajari dan digunakan sebagai acuan pelaksanaan kegiatan berbagai kegiatan hidup seluruh masyarakat suku Sasak. ;) -01

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. Miq Panji

    Miq Panji

    21 September, 2016

    Melet ite bedowe


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan