logoblog

Cari

Hashtag Lagi #TamboraMenyapaDunia

Hashtag Lagi #TamboraMenyapaDunia

“Tambora Menyapa Dunia” Tahun 2015 merupakan peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora tahun 1815, yang terjadi dua abad lampau, terekam dalam

Budaya

M Aryza Anwar
Oleh M Aryza Anwar
30 Maret, 2015 07:40:45
Budaya
Komentar: 7
Dibaca: 41332 Kali

“Tambora Menyapa Dunia” Tahun 2015 merupakan peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora tahun 1815, yang terjadi dua abad lampau, terekam dalam sejarah manusia sebagai salah satu letusan terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi. Gunung Tambora terletak di sebuah pulau kecil yang berada di gugusan kepulauan sunda kecil yang bernama Sumbawa. Menurut seorang ahli gunung api dari Universitas Rohde Island, Haraldur Sigurdson, inilah yang paling banyak di teliti dalam sejarah. 

Berdasarkan hasil penelitian Letusan Gunung Tambora sepuluh kali lebih dahsyat dibanding letusan Krakatau dan seratus kali lebih besar dari letusan Gunung Vesuvius dan St. Helens. Sekitar 100 ribu orang menjadi korban akibat letusan ini, tiga kerajaan terkubur dalam timbunan erupsi yaitu Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar. Sidgurdsson mengatakan bahwa material erupsi naik hingga 43 km ke atmosfer. Bayangkan ketinggian ini lebih tinggi dari ketinggian pesawat terbang komersial mengeluarkan batuan panas cair dalam bentuk abu dan batu apung dengan volume 100 km³. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding volume erupsi vulkanik lainnya yang direkam dalam sejarah manusia.

Sejarah kedahsyatan Tambora dimulai ketika tahun 1812, kaldera Tambora bergemuruh dan mengeluarkan awan hitam. Pada 5 April 1815, letusan dengan kekuatan sedang terjadi, diikuti dengan bunyi letusan menggelegar. Pada pagi hari 6 April 1815 debu vulkanik jatuh di Jawa Timur yang diiringi suara samar seperti dentuman detonator dan berlangusung hingga 10 April 1815. Pada tanggal 10 dan 11 April 1815 di pulau Sumatera (jarak dari Tambora sekitar 2600 km)suara yang terdengar seperti letusan senjata api, demikian kira-kira kronologis kedahsyatan letusan Tambora yang terekam dari cerita masyarakat.

Letusan ini menghasilkan awan panas sekitar 400 juta ton diantaranya bumi tidak mengalami musim panas dalam tahun itu. kejadian ini dikenal dengan istilah “year without summer”. Ketika gas bereaksi dengan kandungan air di atmosfer, reaksi menghasilkan kelam di ufuk. Sinar senja langit muncul oranye atau merah dekat cakrawala langit merah muda dan warna jingga.

Di London, antara 28 Juni sampai 2 Juli 1815 serta 3 Semptember sampai 7 Oktober 1815, orang-orang melihat sinar matahari berwarna-warni saat tenggelam di ufuk. Sinar matahari pada senja hari terlihat oranye, hal demikian terpapar di cakrawala langit yang terlihat merah muda mendekati jingga.

April tahun 2015 adalah momentum 200 tahun letusan Gunung Tambora. Letusan di tahun 1815 bukan hanya menyebabkan tiga kerajaaan di lerengnya terkubur, tapi juga berdampak global dan menjadi musibah paling mematikan dalam sejarah modern. Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki begitu banyak gunung berapi aktif di hampir seluruh wilayahnya yang menyebar dari timur hingga barat. Moment letusan Tambora ini akan dijadikan tonggak untuk mengenalkan pengaruh gunung api terhadap peradaban, sekaligus menyadarkan masyarakat akan bahaya sekaligus hikmah atas kehadiran gunung berapi.

Event #TamboraMenyapaDunia2015. Banyak sekali rangkaian acara kegiatan yang dilangsungkan, diantaranya: Seminar Pariwisata, Seminar Arkeologi, Seminar Arsitektur Landscape tentang Vulkanologi, Pameran Arkeologi, Pameran Benda Cagar Budaya, Bedah Buku, Pawai Budaya, Pentas Seni, Tambora Country, Pacuan Kuda, Menangkap Sapi, Festival Layang-layang, Tracking Tambora, Lari 10K, Surfing, Triad Tambora, Tambora Bike, Sepeda Gunung Pemuda Nusantara, Jambore Seni dan Budaya, Pembentukan Kampung Siaga Bencana, Baksos Pengobatan Massal, dan banyak lagi. Sedangkan puncak acara peringatan 200 tahun meletusnya Tambora, berlokasi di Padang Savana Doroncana pada tanggal 11 April 2015. Dengan acara: Deklarasi Hutan Tambora Menjadi Taman Nasional, Pagelaran Tari Kolosal, Pesta Kuliner Tradisional, dan Bazar Kopi Tambora.

Berkaitan dengan moment ini. “Tambora Menyapa Dunia” juga dijadikan sebagai jargon untuk melaksanakan dan atau mensuksekan program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2015, yakni dengan target kunjungan dua juta wisatawan baik lokal maupun mancanegara tahun 2015. Sebagai program lanjutan VLS 2012 dengan target kunjungan satu juta wisatawan.

Pulau Lombok dan pulau Sumbawa menyediakan hampir semua daya tarik yang dibutuhkan wisatawan. Keindahan alam kedua pulau itu tak akan terlupakan bagi siapa pun yang pernah menyaksikannya. Pesona alam maupun budaya tersebut merupakan sajian pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipersembahkan untuk memuaskan wisatawan mancanegara maupun  domestik.

Potensi pariwisata yang menakjubkan itu mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memacu pembangunan sektor pariwisata. Berbagai infrastruktur pendukung pariwisata terus ditingkatkan. Demikian pula penataan resort-resort wisata di Lombok dan Sumbawa terus dilanjutkan.  Semua itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan.

Dengan demikian program Visit Lombok Sumbawa dan Tambora Menyapa Dunia 2015 bukanlah tujuan akhir. Namun justru merupakan starting point pembangunan jangka panjang sektor kebudayaan dan pariwisata. Kiranya tidak berlebihan bila Dinas Kebudayaan dan pariwisata NTB sebagai garda terdepan dalam menggerakkan laju pembangunan sektor kebudayaan dan pariwisata menetapkan visi pembangunan kepariwisataan di NTB “berdaya saing internasional”. Apa yang dilakukan saat ini merupakan langkah awal menuju pembangunan kebudayaan dan pariwisata NTB yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Semua itu tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.

Keanekaragaman budaya, atraksi wisata, perayaan agama dan pertunjukan kesenian yang dapat disaksikan setiap tahun di NTB adalah merupakan atraksi yang unik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung serta mensukseskan tahun kunjungan Visit Lombok Sumbawa 2015.

Oleh karena itu...

Beri tanda Hashtag (#) sekali lagi dengan pesan/topik #TamboraMenyapaDunia lewat akun peribadi masing-masing di media sosial, entah di dalam Blog, Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya. Apakah ini tujuannya untuk promosi, kampanye atau sekedar mengingatkan, atau bahkan sekedar Ngi-seng? Silahkan setiap orang bebas memandangnya seperti apa. [] - 01

 

Baca Juga :


#TamboraMenyapaDunia 
Peringatan 2 Abad Meletusnya Gunung Tambora 

Foto Header Artikel
(Buku Panduan Tambora Menyapa Dunia & Kalender Event Pariwisata NTB) 

Sumber Arsip, Referensi dan Bahan Bacaan (Copy-paste)

RoadMap dan Rundown Tambora Menyapa Dunia (pdf versi indonesia) diakses dan di download pada tanggal 29 Maret 2015. http://www.disbudpar.ntbprov.go.id

Pendahuluan Peringatan 2 Abad Meletusnya Gunung Tambora 1815-2015 (Buku Panduan Tambora Menyapa Dunia-pdf) diakses dan di download pada tanggal 29 Maret 2015. http://www.disbudpar.ntbprov.go.id

Latar Belakang Peringatan 2 Abad Meletusnya Gunung Tambora 1815-2015 (Buku Panduan Tambora Menyapa Dunia-pdf/zip) diakses dan di download pada tanggal 29 Maret 2015. http://www.disbudpar.ntbprov.go.id

http://opiniartikel.kampung-media.com/2015/03/07/perempuan-ntb-mendunia-tak-sefenomenal-batu-akik-8956

Kata Pengantar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB/Drs. Muhammad Nasir (Kalender Event Pariwisata NTB 2015) diakses dan di download pada tanggal 29 Maret 2015. http://www.disbudpar.ntbprov.go.id

Kata Pengantar Gubernur Provinsi NTB/ DR. TGH. M. Zainul Majdi (Kalender Event Pariwisata NTB 2015-zip) diakes dan di download pada tanggal 29 Maret 2015. http://www.disbudpar.ntbprov.go.id

 

 



 

Artikel Terkait

7 KOMENTAR

  1. M Aryza Anwar

    M Aryza Anwar

    01 April, 2015

    Oke baiklah, KM Kaula, KM Sukamulia terimakasih.. Saya sehabis membaca Artikel terkait yg kita maksud, yg diterbitkan oleh KM Sukamulia (Asri, S. Pd) dgn judul "Dahsyatnya Letusan Samalas". Dan saya percaya dgn "Letusan Samalas lebih dahsyat dibanding Tambora" berdasarkan penjelasan2 yg dipaparkan oleh Asri, S. Pd tsb. ,.Namun klo kita baca lgi dgn seksama tulisan yg saya publish di atas, bahwa Gak ada klimat yg mengatakan "Letusan Tambora lebih dahsyat dibanding Letusan Samalas". Yg ada "Letusan Tambora lebih dahsyat dibanding Krakatau, Gunung Vesuvius dan St. Helens". (Nampaknya kita sedang miskomunikasi saja saya rasa) Terimkasih artikel Letusan Samalas, mrasa mendapatkan pengetahuan baru lagi. "Wah letusannya luar biasa dahsyat dan jauh lebih dulu, 8 abad".. Yap trimkasih salam


    1. M Aryza Anwar

      M Aryza Anwar

      08 April, 2015

      Ya sama sama Km. Sukamulia


    2. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      03 April, 2015

      Ok... Saudara M Aryza,,, sebenarnya kita tidak sedang miskomunikasi tetapi kita sedang berdiskusi... heheeee,,, mantab sahabat. Tiang jg bangga dan sangat terkesan dengan artikel anda, Tiang juga sangat bangga dengan Tambora sebab Tambora lebih dahulu diketahui oleh dunia dan bahkan momen Tambora Menyapa Dunia sangatlah luar biasa, Tiang pengen sekali menghadirinya. Terimakasih dan Salam dari Kampung.


  2. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    31 Maret, 2015

    Maaf saudaraM. Aryja sepanjang sejarah Letusan Tambora memang diakui sebagai letusan Terdahsyat di dunia, namun hasil penelitian orang Eropa yang disimpulkan pada ahir tahun 2013 lalu mencetak sejarah baru, dimana Letusan Gunung Samalas di Lombok dua kali lebih dahsyat jika dibandingkan dengan letusan Gunung Tambora dan 8 kali lebih dahsyat jika dibandingkan dengan letusan Gunung Kerakatau. Saya berani menulis Dahsyatnya Letusan Samalas sebab saya telah mempelajari dan mengumpulkan informasi dari tulisan-tulisan terdahulu dan Saudara tidak salah jika mengatakan bahwa Letusan Tambora adalah letusan terdahsyat sepanjang sejarah namun Teori itu telah gugur setelah Dr. Franck Lavigne dan bebrapa peneliti Eropa menyimpulkan hasil penelitiannya atas penemuan abu kimia di dua ktub bumi dan ternyata abu kimia itu adalah bekas letusan Samalas yang terjadi pada tahun 1257 (jauh sebelum meletusnya tambora). Itulah sebebnya, disimpulkan bahwa Letusan Samalas jauh lebih dahsyat dari pada Letusan Tambora...


    1. KM Kaula

      KM Kaula

      01 April, 2015

      ini penting kita publikasikan seluas-luasnya bila perlu kita seminarkan supaya budpar prov juga tau itu.


  3. M Aryza Anwar

    M Aryza Anwar

    31 Maret, 2015

    Hhha iya ni KM Kaula, Pastinya saya jg gak brani bilang yg mana sebnarnya yg bnar. Spertinya kita lebih banyak lagi mencari mengumpulkan informasi yg bragam2 versinya sperti ini. Mengenai versi di atas, saya mendapatinya dari "Buku panduan Peringatan 2 Abad Meletusnya Gunung Tambora" yg dipublish oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB lewat websitenya, sperti yg telah saya cantumkan pd keterangan Referensi tulisan. Bahkan itu saya copypaste lho.. Trimakasih KM Kaula sudah mau mampir & menayangkan kegelisahannya.. Semoga besok2 ada hasil penelitian yg terbaru lagi yg dikeluarkan oleh para ahli2 gunung,hha Salam trimkasih..


  • KM Kaula

    KM Kaula

    30 Maret, 2015

    sory, saya jadi bingung ini karena sebelumnya saya sudah baca tulisan KM Sukamulia (Asri) mengatakan bahwa letusan yang paling dahsyat adalah letusan gunung savalas sekarang Tambora, masing-masing lengkap dengan datanya, jadi kata orang malaysia, "yang mana satu yang harus saya ikuti?".


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan