logoblog

Cari

Tutup Iklan

Nasib Musik Tradisional Pada Masyarakat Kelayu

Nasib Musik Tradisional Pada Masyarakat Kelayu

Nasib Musik Tradisional Pada Masyarakat Kelayu Rebana dalam bahasa jawa adalah gendang yang berbentuk bundar dan pipih. Alat musik ini dibuat dari

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
12 Februari, 2015 13:57:18
Budaya
Komentar: 3
Dibaca: 31700 Kali

Nasib Musik Tradisional Pada Masyarakat Kelayu

Rebana dalam bahasa jawa adalah gendang yang berbentuk bundar dan pipih. Alat musik ini dibuat dari kayu yang dibubut dalam bentuk lingkarang. Salah satu sisinya ditutup oleh lapiasn kulit kambing atau kulit binatang lainnya. Bentuk kesenian ini sering dipakai dalam irama padang pasir, misalnya gambus, qosidah dan hidroh.

Di Negara Malaysia, khususnya pada Masyarakat Melayu di daerah Pahang, permainan rebana sangat populer, terutama di kalangan penduduk yang ada di sekitar Sungai Pahang. Tepukan rebana ini biasanya mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk.

Di indonesia, permainan musik rebana ini banyak dilakukan oleh pencinta musik tradisional bernuansa islami. Kelompok musik irama padang pasir seperti gambus, dan kelompok qosidah mempergunakan alat musik ini yang disebut rebana.

Di wilayah Lombok Timur, khusnya di Desa Kelayu Selong, kesenian rebana ini telah menjadi salah satu budaya khas di bidang seni musik. Pada umumnya, jenis musik rebana pada Masayarakat Kelayu yang ada di Lombok Timur ini, memainkan alat musik ini untuk mengiringi acara-acara begawe seperti sunatan, nyongkolan (pada acara pernikahan), atau acara-acara begawe lainnya. Alat permainan alat musik tradisional ini biasanya dimainkan oleh 11 sampai 13 orang.

H. Kamiluddin (67 tahun) yang merupakan salah seorang warga Kampung Kelayu mengatakan bahwa  awal mula munculnya permainan musik rebana ini, yaitu

 

Baca Juga :


di Gubug Daya yang di ketuai oleh Amaq Cedah.  Namun dalam perkembangan kesenian rebana ini mengalami kepunahan karena tidak dilestarikan oleh masyarakat setempat. Hal ini juga  difaktori oleh perkembangan budaya dan kemajuan alat-alat musik di tanah air kita, sehingga hampir di setiap acara perkawinan atau sunatan, sulit lagi ditemukan permainan alat musik rebana ini, namun yang dimainkan adalah jenis musik lainnya dengan peralatan music yang canggih.

Jenis alat musik terdisional lain yang sering dimainkan oleh Masyarakat Kelayu adalah musik klenang.  Salah satu dusun yang ada di Desa Kelayu ini yang sering memainkan jenis alat musik ini adalah masyarakat yang ada di Dasan Jorong. Alat musik Kelenang adalah merupakan alat kesenian yang terbuat dari besi yang terdiri dari beberapa komponen alat, yakni  gendang, gong, seruling (preret : sasak) dan yang lainnya. Jenis kesenian trdisional ini juga dimainkan secara kelompok dan umumnya terdiri dari 13 sampai 17 orang, dan bahkan sampai 20 orang. Alat musik Klenang ini juga biasanya digunakan untuk mengiringi pengantin (nyongkolan) dan upacara-upacara lain, seperti upacara kematian. Dalam perkembangannya,  alat musik klenang ini juga tidak jauh berbeda dengan alat musik rebana. Pada alat musik  klenang yang ada di dasan Jorong telah diganti oleh dengan alat musik lain yang disebut gendang belek , yang hingga kini masih tetap eksis pada setiap acara pernikahan di wilayah kelayu ini.

Dari uaraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perkembangan budaya dan teknologi, dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Salah satu contohnya adalah kesenian rebana yang pernah berkembang pada Masyarakat kelayu Selong,  kini telah tergeser oleh jenis alat musik lain. Begitupun juga alat musik klenang yang sering dimainkan pada kegiatan upacara adat, namun kini terganti oleh jenis alat music lain yang disebut gendang belek yang masih eksis sampai sekarang. Inilah nasib musik trdisional yang telah mengalami kepunahan di tengan mengglobalnya perubahan sosial budaya dan perkembangan teknologi. [] - 01

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. ENDIRIANSA

    ENDIRIANSA

    15 Desember, 2017

    mestinya musik rebna digali kembali


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    12 Februari, 2015

    saya nulis aza.


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    12 Februari, 2015

    cari ide lain lagi untuk nulis, mumpung lagi libur kampuas....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan