logoblog

Cari

Karapan Ayam, Permainan Rakyat Sumbawa Barat

Karapan Ayam, Permainan Rakyat Sumbawa Barat

(10/2) Olahraga di pagi hari sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan. Apalagi ditemani dengan teman-teman yang memiliki hobby yang sama. Namun Olahraga

Budaya

Tiffa_baingna
Oleh Tiffa_baingna
10 Februari, 2015 08:12:21
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 61917 Kali

(10/2) Olahraga di pagi hari sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan. Apalagi ditemani dengan teman-teman yang memiliki hobby yang sama. Namun Olahraga yang satu ini cukup unik sebagai penghilang bosan terhadap rutinitas dan dijamin dapat menghilangkan stress...Adalah Karapan Ayam atau dalam bahasa Sumbawa "Barapan Ayam atau Sampo Ayam", Tradisi unik permainan rakyat yang dapat anda jumpai jika berkunjung ke Taliwang, Sumbawa Barat. Olahraga sambil bermain lebih tepatnya, Sehatnya dapat, hiburannya pun dapat.

Bila di Permainan rakyat Barapan Kebo, yang akan balap adalah kerbau yang sudah dipasangkan noga diatas kepalanya. Maka di permainan ini ayam-ayam yang di lombakan juga dipasangkan sejenis Noga untuk menyatukan dua ekor ayam jantan itu. Joki yang akan menggiring ayam-ayam ini menggunakan “Lutar” yaitu rotan yang ujungnya dibelah-belah dan dipasangkan hiasan warna-warni untuk menarik perhatian Sang Ayam jagoannya.  Lutar digunakan sebagai alat penggiring ayam hingga sampai ke tujuan yaitu garis finish yang ditandai dengan sebatang tonggak kayu yang dinamakan “SAKA”.

Aturan main yang diterapkan dalam permainan ini yaitu untuk menjadi pemenang, joki beserta pasukan ayamnya ini harus mencatat waktu tercepat. Selain itu, ayam tidak boleh keluar dari garis batas arena dan tongkat yang mengikat kedua ayam (NOGA) harus menyentuh tonggak kayu (SAKA) di garis finish, terbayangkan susahnya permainan ini, apalagi kalau bukan karena mengendalikan ayam ini bukan perkara mudah, banyak tim yang ayamnya nyasar kemana-mana, ada yang menembus kerumunan penonton atau bahkan ada yang yang berbalik arah menuju garis start yang tak pelak mengundang gelak tawa penonton. Belum lagi joki yang berlari bahkan jungkir balik mengarahkan ayam-ayam yang terkadang berlari semaunya sendiri.

Menariknya, Ayam-Ayam jago ini dihias sedemikian rupa dan diberi nama yang unik bin aneh. Bagi para pemilik ayam yang kreatif, hiasan-hiasan yang dipasang mengandung unsur seni sehingga ayam-ayamnya tampil dengan maksimal. Hiasan-hiasan tersebut tidak hanya pada ayam-ayam yang turun barapan, namun juga kurungan kecil khusus yang dipakai membawa ayam selama barapan digelar, ikut dihias. Berwarna warni hiasan pada noga, badan ayam, karaci hingga “kandang” mungilnya.

 

Baca Juga :


Sebelum dilombakan, ayam-ayam ini biasanya di”Ruwat” terlebih dahulu. Ada Sandro (orang pintar dalam bahasa Sumbawa yang dipercaya memiliki kekuatan gaib) yang akan memberi mantra-mantra khusus untuk Ayam-ayam ini. masing-masing ayam barapan telah memiliki sandro masing-masing pula, yang akan memperlakukan ayam-ayam ini sesuai dengan cara sandro-sandro tersebut. Ayam-Ayam Karapan ini biasanya memiliki nilai jual yang cukup tinggi apalagi bila sudah bebrapa kali memenangkan kejuaraan sejenis ini, pembeli harus merogoh  kocek cukup dalam untuk mendapat ayam-ayam ini. Mau Coba?? [] - 03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan