logoblog

Cari

Runtuhnya Perilaku Beragama Pada Pelaksanaan Budaya

Runtuhnya Perilaku Beragama Pada Pelaksanaan Budaya

RUNTUHNYA PERILAKU BERAGAMA MASYARAKAT PADA PELAKSANAAN BUDAYA LOKAL MAUPUN NON LOKAL   Lombok adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau ini

Budaya

Ali Mushar
Oleh Ali Mushar
09 Februari, 2015 09:36:47
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 54280 Kali

RUNTUHNYA PERILAKU BERAGAMA MASYARAKAT PADA PELAKSANAAN BUDAYA LOKAL MAUPUN NON LOKAL

Lombok adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau ini terletak di sebelah timur Pulau Bali yang dipisahkan oleh Selat Lombok dan di sebelah barat Pulau Sumbawa yang dipisahkan oleh Selat Atas. Luas wilayah pulau Lombok adalah sekitar 5435 km2 merupakan pulau terbesar ke 108 di dunia. Pulau ini juga terdiri dari 5 kota dan kabupaten yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara. Pulau Lombok didiami kurang lebih sekitar 3 juta jiwa yang 80% nya merupakan penduduk asli pulau lombok yaitu Suku Sasak.Nama lombok sudah tidak asing lagi di indonesia bahkan dimata dunia,karena lombok sudah memegang rekor dengan julukan seribu masjid,di samping keindahan alamnya dan kaya akan budayanya membuat wiasatawan asing banyak yang berdatangan kepulau ini untuk menyaksikan keindahan lombok. Kaya akan budaya membuat masyarakat memegang teguh keaslian budayanya.Budaya-budaya yang biasa dilaksanakan masyarakat seperti : Nyongkolan yang di iringi dengan Gendang Blek, Kawin lari, Bau Nyale, Begansingan, Bejanggeran,Rudat dan sebagainya. Budaya-budaya tersebut adalah budaya yang sampai saat ini dipegang tegus keaslianya dan terus diwariskan kegenerasi-generasi.

Budaya adalah segala sesuatu yang tercipta berdasarkan akal pikiran manusia yang didasarkan atas perasaan manusia.Budaya yang diciptakan tersebut menjadi sebuah tradisi untuk dilaksanakan pada acara tertentu. Kalau berbicara tentang budaya di negara ini berjuta-juta ribu budaya yang tersimpan keaslianya baik itu budaya lokal yang sudah menjadi warisan nenek moyang maupun budaya non lokal yang di adopsi dari budaya barat (Westernisasi),namun pada kesempatan ini penulis ingin mengkaji budaya yang ada di lombok Nusa Tenggara Barat.Seperti yang disebutkan diatas mengenai beraneka ragam kebudayaan yang ada di pulau lombok,budaya tersebut membawa pengaruh terhadap tatanan kehidupan masyarakat.Ada sebagian masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai kebudayaan dan mempertahankan keaslianya seperti didaerah Bayan Lombok utara dan di Desa Sade yang ada di Lombok tengah dan daerah-daerah yang ada di Lombok Timur.

Dengan maraknya budaya yang dilaksanakan masyarakat ia akan lupa dengan tugasnya sebagai umat beragama untuk melaksanakan ibadah, banyak diantara masyarakat lebih mementingkan merayakan budaya dari pada harus melakukan ibadah. Lihat saja orang mau nyongkolan masyarakat kampung sibuk menyambut tamu baik itu tamu undangan maupun Dodak, Cilokak, dan sebagainya. Apabila waktu sudah tiba menunjukkan waktu sholat masyarakat tidak sholat ia meninggalkan sholat demi melaksanakan acara nyongkolan, terutama anak-anak muda lebih asyik bergoyang dari pada harus sholat. Yang lebih parahnya lagi disaat nyongkolan tersebut ada yang meninggal,orang meninggal tidak urus malah masyarakat mendahulukan acara nyongkolan tersebut dari pada mengurus orang meninggal tersebut. Tidak hanya nyongkolan saja yang menjadi penghalang masyarakat melupakan ajaran agama, yang paling menantang bagi laki-laki adalah mencuri wanita yang akan dinikahinya, sudah jelas dalam Al,qu’an hukum mencuri itu haram,akan tetapi hal ini tidak dipedulikan oleh masyarakat,seolah-olah kelestarian budayalah yang utama dari pada menegakkan agama Allah Swt.

Hubungan antara agama sangat sulit dipisahkan, Kita ketahui bahwa melestarikan budaya memang bagus untuk menjaga keaslian bangsa kita,namun dibalik itu semua ada agama yang mengatur manusia. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh budaya-budaya kita,seperti : Minum-minuman keras pada acara bejanggeran,nyongkolan dan konflik antar pemuda yang bisa meluas menjadi konflik antar kampung. Konflik ini bisa saja terjadi pada acara budaya apa saja entah itu budaya Bejanggeran,nyongkolan, Begansingan, Bau Nyale dan sebagainya. Biasanya konflik budaya melibatkan kaum pemuda-pemuda,lihat saja pada nyongkolan,para pemuda asyik bergoyang saling senggol-senggolan dengan senggolan tersebut ada yang terjatuh itu yang membuantnya marah,dari individu antar individu menjadi kelompok antar kelompok. Sebagai umat beragama tidak sepatutnya saling memusuhi antar sesama.Kita sebagai masyarakat sudah banyak melanggar ajaran agama karena kebudayaan tercinta,Penulis tidak yakin bahwa akan ada pencerahan untuk masyarakat, agama akan selalu dikalahkan oleh budaya sampai dunia ini kiamat,dan selama masyarakat tidak mau menerima perubahan maka konflik yang diakibatkan budaya tidak akan pernah terhenti.

 

Baca Juga :


Budaya sudah menjadi nomor satu bagi masyarakat,kepentingan budayalah yang utama,akan tetapi dibalik semua ini kita tidak mengetahui asal usul budaya kita,kita hanya sebagai pewaris saja,sebut saja budaya nyongkolan,merarik ini semua warisan dari agama Hindhu. Penulis berani mengatakan seperti ini karena agama hindu lebih dulu dari pada agama islam.Agama-agama yang pertama di Pulau Lombok adalah Agama Budha,Hindu,Bodha,Kristen dan terakhir sebagai pencerah adalah Agama Islam.

Masyarakat sangat luar biasa sekali bisa memperpadukan antara agama islam dengan agama lain, lewat akulturasi inilah yang membuat budaya-budaya tersebut di anggap baik oleh masyarakat dan merupakan ajaran islam,karena mereka takut bahwa budaya-budaya yang mereka pertahankan hilang disebabkan ajaran islam, sehingga terjadilah akulturasi dan menganggap budaya-budaya tersebutseperti yang telah dijelaskan di atas merupakan budaya islam.Sudah banyak kebohongan-kebohongan yang telah diwariskan nenek moyang kita,akan tetapi tidak akan ada yang percaya akal hal ini,masyarakat akan membantah termasuk tulisan ini karena sudah terlena dengan keasyikan,kenikmatan sementara yang diberikan budaya tersebut. [] - 01

Ilustrasi Foto Net



 
Ali Mushar

Ali Mushar

ali mushar lahir di bungtiang pada 27-12-1992 . Alumni STKIP Hamzanwadi Selong, pengalaman berirganisasi : Ketua bidang humas HMPS SOSIOLOGI 2012,Hmi, Ketua bidang sarana dan prasarana SIMIK 2013 , SEKRETARIS UMUM SINIK 2014 dan saya bercita-cita kulyah s

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan